INDONEWS.ID

  • Sabtu, 13/03/2021 09:36 WIB
  • Berikan Akses Modal Bagi Petani, Bank Mandiri Dukung Program Agro Solution Pupuk Indonesia

  • Oleh :
    • Mancik
Berikan Akses Modal Bagi Petani, Bank Mandiri Dukung Program Agro Solution Pupuk Indonesia
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Mandiri dan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam memberdayakan petani binaan melalui penguatan akses permodalan bagi petani dengan Program Agro Solution.(Foto:Istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Bank Mandiri bersinergi dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam memberdayakan petani binaan melalui penguatan akses permodalan bagi petani dengan Program Agro Solution.

Harapannya, inisiatif penyiapan akses modal ini dapat membantu petani binaan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatannya serta ikut mendorong pemulihan ekonomi nasional

Baca juga : Musim Mas Fasilitasi Penjualan Kredit RSPO Senilai Rp 20 Milyar untuk Petani Swadaya Binaan

Adapun Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati dan Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal di Jakarta. Jumat (12/03/2021).

Menurut Indah, pihaknya akan segera menindaklanjuti MoU ini dengan melakukan perjanjian pembiayaan dengan kelompok-kelompok petani yang direkomendasikan Pupuk Indonesia, termasuk dengan badan usaha ataupun koperasi yang menjadi off taker hasil panen petani binaan.

“Kami sangat antusias dengan sinergi antar BUMN ini karena sangat strategis untuk mendukung pencapaian program ketahanan pangan pemerintah. Apalagi, kami melihat bahwa di masa pandemi ini, sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang potensial untuk menopang perekonomian Indonesia,” kata Indah.

Baca juga : Fenomenal, Bank Mandiri Catatkan Total Aset di Kuartal III 2023 Tembus Rp 2.007 Triliun, Rekor Baru di Indonesia

Sejalan dengan hal itu, tambahnya, pada periode pandemi di tahun lalu, pihaknya tetap mencatat kenaikan pembiayaan ke sektor pertanian.

Jika pada 2019, kredit sektor pertanian, perburuan dan kehutanan Bank Mandiri mencapai Rp83,9triliun, maka volumenya bertambah 9,3% secara yoy menjadi Rp91,7triliun pada akhir 2020. Khusus untuk sektor Pertanian sebesar Rp3,8triliun pada akhir 2020.

Baca juga : Melesat Menuju Masa Depan, Bank Mandiri Injak Gas Transaksi QRIS dan BI-Fast

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal, menyambut baik dukungan Bank Mandiri terhadap Program Agro Solution Pupuk Indonesia ini.

Program Agro Solution sendiri telah dicanangkan sejak akhir tahun 2020 lalu, dan telah terbukti berhasil meningkatkan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi.

Ia menyatakan bahwa MoU ini akan membantu petani dalam program Agro Solution dengan memberikan pemberdayaan dan pendampingan budidaya pertanian melalui penyediaan sarana produksi pertanian bagi petani, fasilitas permodalan maupun layanan produk dan jasa perbankan lainnya.

"Sekaligus pengembangan kompetensi seperti pelatihan budidaya, pendampingan, dan pembentukan klaster-klaster pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan mitra tani binaan,” ujar Gusrizal.

"Tidak hanya petani, dukungan permodalan ini juga dapat diakses oleh distributor, kios pertanian, hingga pembeli hasil panen (grain trader) dengan fasilitas permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau Non KUR, tanpa skema penjamin fasilitas kredit,” ujar Gusrizal.

Dalam MoU ini, Pupuk Indonesia berkewajiban untuk menjaga ketersediaan stok produk input pertanian komersil (benih, pupuk, dan pestisida) pada kios pertanian atau trader yang telah ditentukan. Sedangkan Bank Mandiri memberikan dukungan pembiayaannya.

Untuk meningkatkan partisipasi, Pupuk Indonesia dan Bank Mandiri akan bersama-sama melakukan sosialisasi, penyuluhan, serta bimbingan kepada petani atau kelompok tani, distributor, kios pertanian, dan grain trader. Serta memberikan edukasi mengenai produk keuangan dan praktik pengelolaan keuangan pertanian yang baik.

"Serta kegiatan lainnya yang dapat dikembangkan secara sinergis dan menguntungkan bagi seluruh pihak,” ujar Gusrizal.

Sebelumnya, Pupuk Indonesia juga telah menandatangani MoU dengan Perum Bulog untuk memperkuat program Agro Solution dalam hal penyerapan hasil panen untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan.

Agro Solution sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas petanian melalui penyediaan input pertanian komersil (pupuk, benih, dan pestisida), akses permodalan, kepastian pengambilan hasil panen (off taker), hingga asuransi.

Pada tahun ini, Pupuk Indonesia menargetkan pelaksankaan program Agro Solution pada 50 ribu hektar lahan pertanian, baik untuk tanaman padi, jagung, maupun komoditas lainnya.*

 

Artikel Terkait
Musim Mas Fasilitasi Penjualan Kredit RSPO Senilai Rp 20 Milyar untuk Petani Swadaya Binaan
Fenomenal, Bank Mandiri Catatkan Total Aset di Kuartal III 2023 Tembus Rp 2.007 Triliun, Rekor Baru di Indonesia
Melesat Menuju Masa Depan, Bank Mandiri Injak Gas Transaksi QRIS dan BI-Fast
Artikel Terkini
Soal Isu Penerimaan Casis Taruna Akpol, Tokoh Muda Ardy Mbalembout Sambangi Kantor Polda NTT
Genap Berusia 66 Tahun, RI-Jepang Semakin Mesra Cetak SDM Industri Kompeten
Satgas Yonif 742/SWY Gagalkan Penyelundupan 20 Krat Minuman di Jalur Tikus Perbatasan RI-RDTL
Mengenal Jasa Pre-Commissioning, Kunci Keberhasilan untuk Berbagai Sektor Industri
Pembekalan Menhan RI Kepada Capaja TNI-Polri Tahun 2024
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
vps.indonews.id