INDONEWS.ID

  • Senin, 22/03/2021 21:01 WIB
  • Pernah Tolak Tawaran Jadi Ketum Partai Demokrat, Rizal Ramli Kini Kecewa dengan Pengelolaan Partai

  • Oleh :
    • very
Pernah Tolak Tawaran Jadi Ketum Partai Demokrat, Rizal Ramli Kini Kecewa dengan Pengelolaan Partai
Ekonom senior Dr Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Mantan Menteri Keuangan, Rizal Ramli mengaku telah menolak tawaran dari pendiri Partai Demokrat Ventje Rumangkang untuk menjadi pemimpin Partai Demokrat 3.5 tahun yang lalu.

Ekonom senior itu kini menyesal lantaran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikenalnya sebagai sosok terdidik dan paham soal demokrasi justru malah menjadikan Partai Demokrat sebagai partai keluarga.

Baca juga : TNI AL Tingkatkan Diplomasi Melalui ANCM

"Saya agak kecewa dengan SBY karena SBY kan terdidik, ngerti prinsip-prinsip demokrasi, kok bisa segitunya saking sayang anaknya, makin lama Partai Demokrat jadi partai keluarga, " ujar Rizal Ramli sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Senin (22/3).

Usai menolak tawaran untuk menjadi pemimpin Partai Demokrat, Rizal Ramli menyampaikan, dalam perjalanannya partai tersebut semakin lama berubah menjadi partai keluarga.

Baca juga : Kasal Terima Pelaporan Korps Kenkat 14 Pati TNI AL

"Semua anak-anak SBY jadi pengurus dan sebagainya, keputusan utama ditentukan oleh keluarga SBY doang, nah jadi saya memang ada penyesalan bukan dalam konteks demokrat aja," ujarnya seperti dikutip Pikiran Rakyat.

Menurutnya, Indonesia saat ini terlalu fokus mengubah dari otoriter menjadi demokratis namun lupa dengan demokrasi yang ada di dalam tubuh partai politik.

Baca juga : Bamsoet: Tindak Aksi Premanisme Debt Collector dan Beri Saksi Berat Perusahaan Leasing

"Kita lupa memperjuangkan demokrasi internal partai politik, padahal ini sangat penting sekali, percuma punya sistem yang demokratis tapi partai-partai secara internal itu feodal tidak demokratis," tuturnya.

"Jadi kayak perusahaan keluarga gitu, akhirnya mereka tidak memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa kita," ujar mantan Menko Perekonomian ini.

Mantan Kabulog itu pun menyampaikan pesan singkatnya kepada SBY terkait kondisi Partai Demokrat saat ini yang semakin lama semakin menurun elektabilitasnya.

"Kepada Pak SBY saya juga minta, you are well educated, sangat terdidik, ngerti sistem demokrasi, ubah dong partainya agar supaya lebih demokratis jangan hanya jadi partai keluarga," ujar Rizal Ramli.

Lebih lanjut, Rizal Ramli pun menceritakan dirinya sekitar 3,5 tahun lalu ditawari jabatan sebagai orang nomor satu di Partai Demokrat oleh almarhum Ventje Rumangkang.

"Saya diundang makan siang sama pak Ventje Rumangkang pendiri dari Partai Demokrat, almarhum curhatlah sama saya waktu itu," tuturnya.

"Kita para pendiri sembilan orang gak dianggap di dalam Partai Demokrat, kita kalau ada cara kita duduk di paling belakang doang, paling depan itu keluarga SBY, kita juga soal-soal penting gak pernah dilibatkan," ujar Ventje kepada Rizal Ramli waktu itu.

Kemudian yang paling penting, ungkap Rizal Ramli, Partai Demokrat terus merosot setelah SBY tidak lagi menjadi presiden, yaitu dari 10 persen hingga 7 persen.

"Yang jelas jumlah kursinya dari 148, jadi 61, dan sekarang 54," ucapnya.

"Nah pak Ventje bujukin saya, beliau ngomong, saya sudah bicara sama temen-temen kita ingin pak Ramli yang pimpin Demokrat jadi ketua Partai Demokrat lewat KLB dan pak Ramli gak usah pusing lah soal pembiayaan macam-macam, karena kita yakin kalau pak Ramli gabung sama kita, Partai Demokrat akan kembali naik lagi," ujarnya.

Setelah tiga kali pertemuan membahas hal tersebut, Rizal Ramli pada akhirnya menolak tawaran untuk menjadi pemimpin Partai Demokrat karena tidak enak dengan SBY.

"Tapi akhirnya saya putuskan pak Ventje mohon maaf, saya putuskan untuk tidak terlibat karena saya baru keluar dari pemerintahan Jokowi dan bagaimanapun SBY itu teman lama saya, banyak sejarah lah sama saya," ucapnya.

"Saya memutuskan untuk tidak terlibat karena saya ada sungkannya lah sama SBY, teman, dengan harapan saya pikir SBY mungkin bisa belajar melakukan koreksi diri," harapnya.

Namun, sejak saat itu, ungkap Rizal Ramli, SBY pun sedikit demi sedikit mengubah Partai Demokrat menjadi partai keluarga.

Rizal Ramli menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Partai Demokrat, namun partai-partai lainnya yang saat ini mulai berubah menjadi partai keluarga.

"Ini berlaku tidak hanya untuk Partai Demokrat, berlaku juga mohon maaf dengan PDIP Mba Mega, berlaku dengan yang lainnya, Gerindra NasDem yang lama-lama jadi partai keluarga," pungkasnya. (Very)

Artikel Terkait
TNI AL Tingkatkan Diplomasi Melalui ANCM
Kasal Terima Pelaporan Korps Kenkat 14 Pati TNI AL
Bamsoet: Tindak Aksi Premanisme Debt Collector dan Beri Saksi Berat Perusahaan Leasing
Artikel Terkini
TNI AL Tingkatkan Diplomasi Melalui ANCM
Kasal Terima Pelaporan Korps Kenkat 14 Pati TNI AL
Bamsoet: Tindak Aksi Premanisme Debt Collector dan Beri Saksi Berat Perusahaan Leasing
DAAI TV Gelar Idul Fitri Bersama Wapres Ma`ruf Amin dan Penyanyi Sulis
Idul Fitri, Wasekjen MUI: Umat Wajib Iman, Aman dan Imun
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas