INDONEWS.ID

  • Minggu, 28/03/2021 14:16 WIB
  • Ini Kata Pengamat Terorisme Terkait Aksi Bom di Gereja Katedral Makassar

  • Oleh :
    • very
Ini Kata Pengamat Terorisme Terkait Aksi Bom di Gereja Katedral Makassar
Pengamat Terorisme, Stanislaus Riyanta. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Terjadi ledakan yang diduga bom di Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Dari hasil pengamatan sementara pelaku menggunakan sepeda motor mencoba masuk Gereja Katedral dan akhirnya meledakkan diri di pintu masuk gereja.

Baca juga : KPK: Pembebastugasan 75 Pegawai Tidak Ganggu Kinerja

Pengamat terorisme Stanislaus Riyanta melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (28/3) mengatakan, dilihat dari karakteristik dan model aksinya, kemungkinan besar pelaku berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah.

“Model ini sama dengan aksi di Gereja Surabaya dan Polrestabes Medan,” ujar alumnus Universitas Indonesia (UI) ini.

Baca juga : Kerap Banjir, LaNyalla Desak Proyek KIT Batang Dievaluasi

Model ini, kata Stanislaus, terjadi lagi mengingat penegak hukum sedang sangat intens memberantas jaringan teror.

“Karena itu, aksi ini terjadi kemungkinan sebagai bentuk balas dendam atau perlawanan, selain itu juga sebagai bentuk reaksi karena semakin terdesaknya kelompok tersebut oleh aparat keamanan,” ujarnya.

Baca juga : Menperin: Satu Bulan Puasa Menempa Kita untuk Berdisiplin dan Jujur

“Aparat penegak hukum yang sedang menangani peristiwa ini diharapkan dapat segera mengungkap siapa kelompok dibalik peristiwa ini dan menumpas jaringannya,” pungkasnya. (Very)

Artikel Terkait
KPK: Pembebastugasan 75 Pegawai Tidak Ganggu Kinerja
Kerap Banjir, LaNyalla Desak Proyek KIT Batang Dievaluasi
Menperin: Satu Bulan Puasa Menempa Kita untuk Berdisiplin dan Jujur
Artikel Terkini
Perlu Penindakan Tegas Terhadap Kejahatan Penggunaan Alat Rapid Tes Bekas
TNI AL Selamatkan 27 ABK KM Sinar Mas yang Alami Kebakaran
KPK: Pembebastugasan 75 Pegawai Tidak Ganggu Kinerja
Kerap Banjir, LaNyalla Desak Proyek KIT Batang Dievaluasi
Kutuk Serangan Israel, Presiden Jokowi: Agresi Harus Dihentikan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas