indonews

indonews.id

Wujud Sejati dari Sahabat

Wujud Sejati dari Sahabat

Reporter: luska
Redaktur: very

by : Noryamin Aini (Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)

Empati adalah kata bijak yang menggambar batin indah dalam persahabatan. Ia sebagai kemampuan untuk memahami apa-apa yang dirasakan orang lain, melihat dari sudut pandang orang tersebut, juga membayangkan diri berada pada posisi orang tersebut. Dalam keakraban sosial, empati berperan penting membangun dan menjaga relasi sosial.

Empati membatin dalam kesadaran seorang manusia bijak. Aristoteles pernah mengatakan bahwa "Sahabat itu adalah kita dalam wujud lain". Jadi, sahabat itu adalah duplikasi (persis sama), juga terkadang replikasi (mirip walau lebih kecil) dari eksistensi kita.

Kalimat bijak Aristoteles itu tentu hadir dari batin yang penuh rasa empati. Ia hadir dalam wujud kepedulian di kisah bahagia dalam kebersamaan. Semuanya indah; sungguh menyenangkan dan menenangkan. Bravo sahabat.

Kurindu kehadiran sahabat dengan batin empati seperti ini:

Ia menuntunku, saat aku tersesat atau berbelok arah yang benar. 
Ia menerangiku, saat aku dalam gelap.
Ia menghiburku, saat aku bersedih.
Ia menyelamatkanku, saat aku terjatuh dalam bahaya-ancaman. 
Ia menghangatkanku, saat aku kedinginan dalam kesendirian.
Ia mendirikanku, saat aku terjatuh, terpuruk dalam kegagalan.
Ia menyemangatiku, saat aku tertunduk lesu kehilangan asa.
Ia setia hadir menemaniku, dalam duka dan problema walaupun dicemooh oleh banyak orang.

Sahabat! 

Ini potret sejati dari citra indah seorang sahabat. Namun, kalimat bijak lain mengingatkan bahwa kesetiaan kawan (bukan sahabat) itu akan terbukti saat kita sedih dan sendiri. Allahu akbar. Kita dapat menemukan wujud sahabat sejati dalam pelik pengalaman keterpurukan.

Dalam keseharian, sahabat palsu justru tidak jarang menjadi nasib buruk kita, menjadi takdir kesedihan kita. Saat-saat dalam kesulitan, berapa banyak sahabat palsu kita justru menghindar penuh kepura-puraan, pergi meninggalkan dari kita. 

Banyak label hujatan yang disematkan pada kepribadian sahabat seperti ini. Ia sosok sahabat yang oportunis; sahabat yang pragmatis; sahabat yang penuh kemunafikan; penuh kepalsuan, dan sebagainya.

Maka, tidak salah jika ada kalimat hikmah yang mengingatkan kita bahwa "Wujud perumpamaan sahabat palsu dengan kemunafikan dan kepentingan oporunis seperti BAYANGAN. Dia hanya setia hadir di sekitarmu saat ada cahaya terang (senang). Tetapi, dia akan menghilang, selamanya, dalam gelap keadaan" (sulit).

Sahabat yang dimuliakan Allah, dan dikasihi oleh sesama!

Kita butuh, dan merasa mulia untuk menjadi sahabat sejatinya, sebagai sosok yang setia ditemani dan menemani siapa saja dalam suka dan duka. 

Selamat mencoba menjadi sahabat yang sesungguhnya. Ia, dengan kesejatian dan niat baiknya, selalu hadir menyentil dan menangiskanmu dalam kesadaran akan kesesatan; keburukan, penyimpangan hidup kita. Sahabat sejati tidak akan membiarkan kita tersesat dari jalan kebaikan, jalan yang diridloi Allah. 

Bersyukurlah karena Allah masih penuh kasih membekali kebeningan dan ketulusan mata hati yang dapat menuntut kita meniadi sahabat sejati. 

Jangan nodai keindahan jati diri seorang sahabat sejati yang setia selamanya untuk keselamatan kita dunia-akhirat.

Pamulang, 19 Agustus 2021
#Kuhadir-dalam-hidupmu-dalam kesejatian-empati

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas