indonews

indonews.id

Realisasi Target Pemerintah, PNM Siap Gaet 14 Juta Nasabah Aktif pada 2022

PT Permodalan Nasional Madani atau PNM menargetkan perusahaan akan menjaring hingga 14 juta nasabah aktif pada 2022. Jumlah nasabah itu merupakan akumulasi nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera(Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro(ULaMM).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
zoom-in Realisasi Target Pemerintah, PNM Siap Gaet 14 Juta Nasabah Aktif pada 2022
Kantor PNM Taspen

Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani atau PNM menargetkan perusahaan akan menjaring hingga 14 juta nasabah aktif pada 2022. Jumlah nasabah itu merupakan akumulasi nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera(Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro(ULaMM).

Hal itu dikatakan Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM, Sunar Basuki dalam jumpa pers dalam rangka sosialisasi pencapaian Program Pengembangan Kapasitas Usaha PNM 2021 di Resto Daun Muda, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/12/21).

Sunar menjelaskan, optimisme peningkatan jumlah nasabah tersebut lantaran di tahun 2024, pemerintah menginginkan PNM menargetkan penambahan nasabah mencapai 20 juta nasabah. Sehingga dengan target 3 juta nasabah di tahun 2022, sudah sesuai dengan target di akhir tahun 2024.

Dengan jumlah nasabah aktif demikian, Sunar menambahkan, PNM optimis akan mampu menyalurkan total pembiayaan mencapai Rp55 triliun pada tahun depan.

"Untuk tahun depan, target penyaluran Rp55 triliun. Sementara itu, untuk akhir tahun ini target mampu 11 juta nasabah dan penyaluran sekitar Rp47 triliun. Itu untuk Mekaar dan ULaMM," imbuh Sunar.

Sebagai informasi, target PNM hingga akhir tahun ini mampu merangkul 11 juta nasabah, dan menyalurkan pembiayaan senilai Rp47 triliun.

"PNM akan mengukuhkan perusahaan pembiayaan berbasis kelompok terbesar di dunia," sambungnya.

Tak hanya pembiayaan, PNM juga fokus dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

Melalui program tersebut, PNM ikut berkontribusi membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi para nasabah.

Sunar kembali mengatakan, dengan adanya Holding Ultra Mikro (UMi), PNM memastikan pertumbuhan bisnis dan aktivitas pemberdayaan PNM ke depan berpotensi makin besar.

Dengan adanya holding yang berisikan BRI, PNM, dan Pegadaian ini, pembinaan akan semakin masif dan penyaluran pinjaman modal semakin produktif dengan bunga cicilan yang lebih ringan.

"Kami mengharapkan support (dukungan) pendanaan dari adanya pembentukan holding UMi. Dan kita juga akan mengoptimalisasi nasabah," pungkasnya.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas