INDONEWS.ID

  • Kamis, 17/11/2022 10:23 WIB
  • Guru Besar UI Sebut 6 Indikasi Penyelenggaraan KTT G20 Sukses

  • Oleh :
    • very
Guru Besar UI Sebut 6 Indikasi Penyelenggaraan KTT G20 Sukses
Penutupan KTT G20 di Bali, pada Rabu, 16 November 2022. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - KTT G20 baru saja ditutup oleh Presiden Joko Widodo pada 16 November 2022. Oleh berbagai kalangan, KTT tersebut dinilai sukses bahkan spektakuler.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana memberi sejumlah alasan yang mengindikasikan penyelenggaraan KTT G20 tersebut berjalan sukses.

Baca juga : Pos Fohuk Satgas Yonif 742/SWY Berikan Penyuluhan Tentang Bela Negara Kepada Warga Perbatasan

Setidaknya, katanya, ada 6 indikasi penyelenggaraan KTT G20 berjalan sukses:

Pertama, hampir semua kepala negara dan pemerintahan serta pimpinan organisasi internasional hadir.

Baca juga : Menperin: Pembentukan Satgas Impor Ilegal Dukung Industri Manufaktur Indonesia

Kedua, selama penyelenggaraan KTT G20 keamanan terkendali.

Ketiga, berbagai program dari tiga fokus dalam tema yang diusung oleh Indonesia selama 1 tahun berhasil diimplementasikan dan disepakati.

Baca juga : Minimalisir Dampak Kerugian Ekonomi, Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Antisipasi Bencana Secara Efektif dan Berkesinambungan

“Keempat, Presiden Jokowi mendapat apresiasi dari dunia terkait upaya untuk menyelesaikan perang di Ukraina meski masih berlangsung,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (17/11).

Kelima, banyaknya bilateral meeting yang dilakukan di sela-sela KTT G20. “Dan yang menjadi bilateral meeting terpenting adalah pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jin Ping yang berkomitmen untuk bersaing tanpa melibatkan penggunaan senjata dan kekerasan,” kata Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani itu.

Keenam, tidak ada negara yang kehilangan muka dalam Leaders` Declaration tersebut. “(Tidak ada negara yang kehilangan muka, red.) meski Rusia mendapat kecaman dari sebagian anggota G20 yang merujuk pada Resolusi Majelis Umum mengingat dalam deklarasi disebutkan bahwa Forum G20 bukan tempat pembahasan masalah politik,” pungkasnya. ***

Artikel Terkait
Pos Fohuk Satgas Yonif 742/SWY Berikan Penyuluhan Tentang Bela Negara Kepada Warga Perbatasan
Menperin: Pembentukan Satgas Impor Ilegal Dukung Industri Manufaktur Indonesia
Minimalisir Dampak Kerugian Ekonomi, Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Antisipasi Bencana Secara Efektif dan Berkesinambungan
Artikel Terkini
Hikmahanto Sebut Fatwa ICJ Tidak Berdampak pada Israel
Kemenperin Apresiasi Kolaborasi Perusahaan Bus untuk Tingkatan Nilai Tambah
Pos Fohuk Satgas Yonif 742/SWY Berikan Penyuluhan Tentang Bela Negara Kepada Warga Perbatasan
Menperin: Pembentukan Satgas Impor Ilegal Dukung Industri Manufaktur Indonesia
Minimalisir Dampak Kerugian Ekonomi, Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Antisipasi Bencana Secara Efektif dan Berkesinambungan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
vps.indonews.id