INDONEWS.ID

  • Rabu, 30/11/2022 12:44 WIB
  • Politeknik STIA LAN Jakarta Rekomendasikan Pendekatan Kolaborasi Pelayanan Kesehatan Bangka Tengah

  • Oleh :
    • luska
Politeknik STIA LAN Jakarta Rekomendasikan Pendekatan Kolaborasi Pelayanan Kesehatan Bangka Tengah

Bangka, INDONEWS.ID - Bappelitbangda Kabupaten Bangka Tengah melakukan kegiatan ekspose laporan kerjasama dengan tim Politeknik STIA LAN Jakarta. Bertempat di Ruang Rapat VIP Kantor Bupati Bangka Tengah, ekspose ini dilakukan sebagai rangkaian kegiatan kajian Evaluasi Kebijakan dan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2022.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari forum Focus Group Discussion (FGD) yang sebelumnya sudah diselenggarakan pada tanggal 3 November 2022. Adapun tim dari Politeknik STIA LAN Jakarta terdiri dari Prof. Dr. Nurliah Murdin (Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta), Dr. Mala Sondang Silitonga (Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik STIA LAN Jakarta), dan Rindri Andewi Gati, S.AP., M.KP (Dosen dan Staf P3M Politeknik STIA LAN Jakarta).

Baca juga : Implementasi Kebijakan IKN dalam Persfektif Sosial,Budaya dan Politik

Jika di forum sebelumnya telah dipaparkan beberapa temuan awal yang dapat ditingkatkan dalam proses pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangka Tengah, maka pada forum kali ini tim dari Politeknik STIA LAN Jakarta memberikan laporan yg lebih detail serta rekomendasi kebijakan terkait pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangka Tengah.

Pada kegiatan ekspose kali ini turut hadir Me Hoa, SH, MH (Ketua DPRD Bangka Tengah), Drs. Pittor (Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bangka Tengah) dan Dr. H. Joko Triadhi, SE., M.Si., (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Tengah).

Baca juga : Belajar Dari Desa Berkembang Lombok Timur, Politeknik STIA LAN Jakarta Rekomendasikan Kolaborasi Sister Village

Kebijakan dan pelayanan Kesehatan di Kabupaten Bangka Tengah secara umum sudah mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Pemberlakuan Universal Health Coverage (UHC) menjadi salah satu contoh. Seluruh masyarakat yang memiliki KTP berdomisili Kabupaten Bangka Tengah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan Bangka Tengah.

Berdasarkan observasi lapangan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah membangun akses kesehatan hingga mampu mencakupi daerah pinggiran atau remote areas. Seluruh sarana dan prasarana pendukung keberhasilan UHC dibangun dan dikembangkan dalam rangka optimalisasi dan percepatan akses dan proses pelayanan kesehatan. Pendirian Rumah Sakit Pratama Ibnu Saleh juga menjadi langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah. Masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang memadai tanpa harus menempuh jarak yang jauh.

Baca juga : Politeknik STIA LAN Jakarta Inisiasi Kerjasama dengan Sejumlah Universitas

Namun ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan dalam pelayanan Kesehatan di Kabupaten Bangka Tengah. Setelah melakukan observasi, permasalahan yang ditemukan terdapat pada 3 aspek realisasi pemenuhan pelayanan kesehatan. Pertama, terkait standar jumlah dan kualitas barang dan/atau jasa. Pada realisasi ini terdapat 4 isu strategis yang dihadapi Kabupaten Bangka Tengah yaitu kebutuhan renovasi untuk puskesmas dan puskesdes, ketersediaan obat untuk kasus tertentu seperti diabetes atau hipertensi, perlunya kendaraan operasional, dukungan anggaran, dan pemenuhan alat atau mesin kesehatan.  Kedua, terkait jumlah dan kualitas personil SDM dimana sebaran tenaga kesehatan per bidang profesi sudah tersedia di puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Bangka Tengah. Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan di lapangan, masih terdapat permasalahan terkait dengan jumlah dan distribusi SDM. Seperti kondisi bahwa dokter spesialis hanya ada di RSUD atau terdapat puskesmas yang masih belum mempunyai dokter gigi dan tenaga laboran.

Selain itu, pengembangan kompetensi tenaga kesehatan juga harus menjadi perhatian mengingat mereka butuh keahlian khusus ketika menjalankan tugasnya. Ketiga, petunjuk teknis cara pemenuhan standar yang ditunjukkan dengan optimalisasi fungsi Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan dasar yang menyelenggarakan promosi terkait kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu anak, Program Keluarga Berencana (KB), pelayanan gizi dan pencegahan penyakit. Sementara RS cenderung ke tindakan-tindakan yang kuratif dan menindaklanjuti rujukan dari puskesmas. 

Isu strategis lainnya yang terjadi dalam pelaksanaan pelayanan Kesehatan di Kabupaten Bangka Tengah berkaitan dengan kolaborasi. Kelompok kepentingan di Bangka Tengah belum semua memiliki kontribusi maksimal. Misalnya, perusahaan swasta di sektor pertambangan bisa lebih dioptimalkan kontribusinya dalam pelayanan kesehatan. Rumah sakit swasta perlu meningkatkan kolaborasinya dengan RSUD. Keberhasilan pembangunan kesehatan memerlukan keterpaduan dari lintas sektor dan lintas program. Untuk merealisasikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, diperlukan kerja sama stakeholder pembangunan melalui Collaborative Governance yang akan saling mendukung dalam melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan. Pemerintah perlu membuat kebijakan untuk meningkatkan kolaborasi antar kelompok kepentingan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Peraturan tersebut memuat secara teknis peran dari seluruh stakeholders. Sehingga dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan tidak lagi bersifat sektoral.

Selain itu, Collaborative Governance harus ditunjang dengan pendekatan digital governance, pemanfaatan big data dan artificial intelligence sebagai salah satu faktor penting dalam upaya menyelaraskan program prioritas pembangunan nasional. Misalnya, penerapan digital governance di Rumah Sakit Ibnu Saleh sudah baik dan bisa direplikasi oleh tempat lain. Mulai dari pendaftaran sampai melihat ruangan bisa dilakukan melalui sistem informasi, sehingga data pelayanan kesehatan bisa didapatkan secara real time.

Selain kegiatan ekspose Kajian Evaluasi Kebijakan dan Pelayanan Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Tim Politeknik STIA LAN Jakarta juga bersilaturahmi dengan Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman. Pada kesempatan ini, dilakukan penandatanganan dokumen kerja sama antara Politeknik STIA LAN Jakarta dengan Bupati Bangka Tengah. Kerjasama yang dilakukan terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penguatan kelembagaan. Adanya kerjasama ini diharapkan mampu memberi manfaat bagi kedua institusi dan menguatkan komitmen untuk mencapai visi sebagai perguruan tinggi ilmu administrasi terapan unggulan di Indonesia.(Lka)

Artikel Terkait
Implementasi Kebijakan IKN dalam Persfektif Sosial,Budaya dan Politik
Belajar Dari Desa Berkembang Lombok Timur, Politeknik STIA LAN Jakarta Rekomendasikan Kolaborasi Sister Village
Politeknik STIA LAN Jakarta Inisiasi Kerjasama dengan Sejumlah Universitas
Artikel Terkini
Idul Adha, Jangan Lupakan Peran Siti Hajar
Menteri Kritis di Sektor Industri
Peluncuran Buku dan Mengenang Dua Penyair
Sapi PT Pelayaran Fortuna Disembelih Mushala Al Asr
Rumah Singgah Jokowi Milik Rio Sarwono Jadi Tempat Sholat Idul Adha Warga Gang Arab
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas