INDONEWS.ID

  • Jum'at, 04/08/2023 15:49 WIB
  • Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Prof Amalia Ungkap Strategi Ciptakan Alumni yang Memperkuat Branding Universitas

  • Oleh :
    • luska
Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Prof Amalia Ungkap Strategi Ciptakan Alumni yang Memperkuat Branding Universitas

Jakarta, INDONEWS.ID - “Branding universitas harus dikaitkan dengan seberapa tinggi manfaat yang telah diberikan dan telah dirasakan oleh stakeholders nya, termasuk alumni nya”.
Merupakan penggalan opini yang disampaikan Prof. Amalia E. Maulana, Ph.D. dalam orasi ilmiah berjudul “Peranan Alumni ‘Soulmate’ dalam Branding Universitas: Mengukur Alumni Connectedness sebagai prakiraan minat berkontribusi kepada almamater.”

Prof. Amalia berpendapat mengelola branding universitas lebih kompleks dibandingkan mengelola branding produk dan jasa biasa. Kompleksitasnya 
menyerupai branding korporasi, dimana institusi memiliki banyak stakeholders baik itu yang bersifat internal maupun eksternal.

Baca juga : Lahirkan Insinyur Unggul dan Unik, Binus ASO Kirim Mahasiswa Ikuti Program Intensif Summer Course di Jepang

Beliau melanjutkan, perhatian dan prioritas universitas kepada alumni masih lebih fokus pada pencarian dan pendataan alumni sukses, yang bisa dikategorikan sebagai “Golden Alumni”. 

Golden Alumni yang dicatat di database universitas biasanya merupakan alumni yang kaya, yang punya jabatan tinggi atau yang populer, terlebih lagi apabila alumni adalah selebriti. Mereka langsung dikategorikan sebagai alumni yang resourceful, karenanya sesuai untuk target balas budi, mereka adalah yang dijadikan Golden Alumni.

Baca juga : Kolaborasi Pentahelix Percepat Hilirisasi, BKPM Teken MoU dengan Binus University dan Luncurkan Aplikasi BRIDGE

“Namun dari hasil penelitian saya dan team seputar alumni dengan metode ethnography, mendapati bahwa tidak semua alumni yang masuk daftar “alumni sukses atau Golden Alumni” - berminat dan bersedia untuk berbagi dengan universitas. Ini disebabkan karena para Golden Alumni ini memiliki kedekatan emosional yang berbeda-beda dengan universitasnya”, tuturnya.

Dalam penggalian studi etnografi (Maulana & Mulyati, 2023), ditemukan bahwa Connectedness, sebuah multi-dimensional variable, mampu menangkap kompleksitas hubungan antara alumni dengan almamaternya. Variabel ini terdiri dari 3 komponen, yaitu Relatability, Dependency dan Sense of Community. sehingga mampu menangkap 
kompleksitas alumni-almamater relationship.

Baca juga : Binus University Gandeng HashMicro Tingkatkan Kualitas Talenta Digital

Alumni dengan low connectedness level disebut dengan ‘just friends alumni’, sebaliknya alumni dengan high connectedness dikategorikan sebagai ‘soulmates alumni’.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara membangun connectedness agar tercipta alumni soulmate? Maulana et al (2023) telah melakukan modelling untuk melihat kaitan antara faktor-faktor yang menjadi prakiraan alumni connectedness 
ini, sekaligus membangun hubungannya dengan kepuasan alumni dan minat untuk berkontribusi. Connectedness terbukti signifikan mempengaruhi minat berkontribusi kepada almamater.

Salah satu yang terkait adalah satisfaction dengan universitas dimana ada empat faktor yaitu, informativeness, responsiveness, rekognisi dan personal brand contact point yang mempengaruhi tinggi rendahnya kepuasan alumni. Dari keempat faktor ini, ternyata Informativeness merupakan faktor utama bagi kepuasan alumni. Kemudian diikuti dengan responsiveness, personal brand contact point dan rekognisi.

Prof. Amalia menutup orasinya dengan menyampaikan pentingnya pembinaan Alumni Soulmates untuk branding universitas. Membutuhkan tim khusus untuk memperhatikan mereka agar tidak merosot menjadi teman biasa. 

“Universitas perlu mengelola pengalaman mahasiswa agar hubungan dengan almamater tetap kuat. Pengalaman menyenangkan sebagai mahasiswa akan membentuk koneksi jangka panjang. Para faculty member di BINUS dan universitas lain dihadapkan pada tugas menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi mahasiswa, sehingga mereka menjadi alumni soulmates dengan almamater. Mari bersama menjadi bagian solusi untuk masa depan universitas yang kuat,” pungkasnya.

Mengubah Paradigma Masyarakat Tentang Branding, Komitmen Membuat Pendidikan Menjadi Lebih Relevan Prof. Amalia E. Maulana, Ph.D. merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Pemasaran dan 
menjadi Guru Besar ke duapuluh empat yang dikukuhkan BINUS UNIVERSITY. 

Upacara pengukuhan diadakan pada (31/7) di Auditorium BINUS @Kemanggisan Campus Anggrek yang dipimpin oleh Ketua Senat dan Rektor BINUS UNIVERSITY, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M. serta dihadiri Dewan Guru Besar BINUS 
UNIVERSITY dan Guru Besar Tamu, Pimpinan BINA NUSANTARA, keluarga, dan tamu undangan. 

Beliau meraih gelar Ph.D dari School of Marketing, The University of New South Wales, gelar Master dari IPMI and Monash/Mt. Eliza Business School, dan gelar sarjana dari IPB University.

Prof. Amalia membawa dua dimensi kepakaran melalui pengalaman panjang di industri praktis selama 12 tahun dan pengalaman akademis selama 17 tahun yang membentuknya menjadi seorang ahli marketing yang solusinya membumi dan bisa 
diterapkan. Fokus risetnya meliputi perilaku konsumen, strategi branding dan rebranding, 
consumer insights dengan pendekatan etnografi dan metode kualitatif lainnya, digital branding, contemporary marketing dan thought leadership/personal branding serta pengelolaan alumni yang berhubungan dengan branding universitas.

What’s Next?
Ketika ditanya selanjutnya apa yang ingin dikerjakan oleh Prof. Amalia setelah memperoleh knowledge terbaru ini, ia menyampaikan bahwa hasil riset ini akan diwujudkan dalam bentuk kongkrit. Dengan semangat Fostering and Empowering BINUS University, maka setelah pengukuhan ia akan mendirikan Pusat Studi Pengelolaan Alumni dan Branding Universitas di BINUS University.

Pusat Studi ini terbuka untuk seluruh universitas lain yang ingin belajar tentang pengelolaan alumni yang berhubungan dengan Branding Universitas. Dengan 
demikian, secara bersama-sama bisa mengembangkan potensi Alumni nya, sehingga 
ilmu ini bisa bermanfaat bagi Sustainability Universitas di Indonesia, dan pada gilirannya akan memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Artikel Terkait
Lahirkan Insinyur Unggul dan Unik, Binus ASO Kirim Mahasiswa Ikuti Program Intensif Summer Course di Jepang
Kolaborasi Pentahelix Percepat Hilirisasi, BKPM Teken MoU dengan Binus University dan Luncurkan Aplikasi BRIDGE
Binus University Gandeng HashMicro Tingkatkan Kualitas Talenta Digital
Artikel Terkini
Hikmahanto Sebut Fatwa ICJ Tidak Berdampak pada Israel
Kemenperin Apresiasi Kolaborasi Perusahaan Bus untuk Tingkatan Nilai Tambah
Pos Fohuk Satgas Yonif 742/SWY Berikan Penyuluhan Tentang Bela Negara Kepada Warga Perbatasan
Menperin: Pembentukan Satgas Impor Ilegal Dukung Industri Manufaktur Indonesia
Minimalisir Dampak Kerugian Ekonomi, Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Antisipasi Bencana Secara Efektif dan Berkesinambungan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
vps.indonews.id