INDONEWS.ID

  • Senin, 07/08/2023 19:32 WIB
  • Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan BCA, serta Mixpro memproduksi film: Ir H Djuanda

  • Oleh :
    • luska
Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan BCA, serta Mixpro memproduksi film: Ir H Djuanda

Jakarta, INDONEWS.ID --- Ismeth Wibowo cucu tertua dari Ir. H. Djuanda dan Shahandra Hanitiyo sengaja hadir secara khusus ke Yogya, mewakili keluarga besar.

Dari Mixpro hadir juga Era dan Aditya, juga dari pihak CJ Cinemas/CJ CGV Indonesia, Asep Irwan. Kemudian tampak hadir dari BCA hadir Direktur Antonius Widodo Mulyono, Kepala KCU BCA Yogyakarta, Dovi Kurniawan, Hanum dari Institusi Relationship dan Riry dari CSR.

Sedangkan dari PP Muhammadiyah hadir Ketua LSB Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, Ketua Bidang Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Prof. Irwan Akib, Sukriyanto AR, Dr. Nurul Yamin Ketua Majelis Pemberdayaan Umat.

Para tokoh itu hadir dalam kaitan rilis Film yang dilakukan Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan BCA, serta Mixpro memproduksi film "Ir H Djuanda Pemersatu Laut Indonesia".

Seperti diketahui, sosok Ir Djuanda merupakan kader Muhammadiyah dari Jawa Barat. Djuanda merupakan contoh nyata seorang Muhammadiyah sejati. Sosok yang dekat dengan pendidikan juga.

Agama dalam membantu setiap proses pembangunan bangsa, baik dalam mengatasi konflik, membuat tata aturan negara, sampai dengan cara bersikap pada penjajah sekalipun. Dan nilai itulah yang diajarkan Kyai Haji Ahmad Dahlan dalam Muhammadiyah.

Karena kepiawaian Ir Djunda inilah, yang menjadikan teritorial Indonesia terintegrasi meski terpisah laut sampai sekarang ini.

BACA JUGA: majalah Eksekutif edisi Agustus 2023

Nama Ir. H. Djuanda diabadikan sebagai nama Bandar Udara Internasional Surabaya, Waduk Serbaguna di Jatiluhur Purwakarta dan Taman Hutan Raya di Bandung serta Universitas Djuanda di Bogor dll.

Ir. Djuanda pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Pertahanan, Direktur Biro Perancang Negara ( cikal bakal Kementerian PPN/ Bappenas), Kepala Jawatan Kereta Api Indonesia yang pertama.

Djuanda adalah orang terpenting ketiga setelah dwi tunggal Soekarno-Hatta. Ini terbukti dengan tercetaknya sosok Djuanda di lembaran uang 50 ribu rupiah, sedangkan Soekarno Hatta dalam lembar 100 ribu rupiah.

Terlepas dari anggapan itu, memang tidak bisa dipungkiri bahwa Djuanda Kartawidjaja memiliki peran sangat besar untuk negeri mulai sejak masih dalam jajahan Belanda, pendudukan Jepang, kedatangan NICA, sampai dengan akhirnya kedaulatan Indonesia sepenuhnya didapatkan dan terus berbenah di masa-masa awal kemerdekaan.

Djuanda adalah seorang insinyur, sosoknya pendiam. Catatan terbesar jasanya dalam sejarah Indonesia adalah Deklarasi Djuanda. 

Selama masa menjabat Perdana Menteri/ Menteri Pertama Ir. H. Djuanda beberapa kali ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Pejabat Presiden bila beliau berkunjung ke luar neger

Sebuah konsepsi kesatuan kewilayahan nasional yang bukan saja suatu kesatuan antara darat dan laut, tapi juga mencakup suatu kesatuan dengan wilayah udara di atasnya dan seluruh kekayaan alam yang terkandung dalam bumi Indonesia.

Deklarasi Djuanda merupakan salah satu dari tiga tiang utama kesatuan negara dan bangsa Indonesia, yaitu Kesatuan Kejiwaan yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda 1928, Kesatuan Kenegaraan dalam NKRI yang diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta 1945, dan Kesatuan Kewilayahan (darat, laut udara dan kekayaan alam) yang dideklarasikan oleh Beliau Djuanda pada tahun 1957.

Begitu pentingnya sosok Djuanda pada bumi Indonesia, adalah alasan utama untuk mengangkat sosok beliau dalam sebuah karya film. Sepak terjang Djuanda harus diketahui seluruh masyarakat Indonesia khsusnya bahkan dunia.

Bagi generasi muda, film ini nantinya tidak hanya memberikan pengetahuan tentang sejarah biografi Djuanda namun juga dapat mengambil hikmah yang kemudian bisa diterapkan pada diri masing masing.

Tahu bagaimana berperan serta dalam membangun negeri dengan kapasitas dan kemampuan diri. Karena itulah yang diajarkan oleh sosok Djuanda.

Menjadi bermanfaat, menjadi pahlawan, tidak berarti harus dalam wujud mengangkat senjata atau sesuatu yang bersifat konfrontatif. Membangun bangsa bisa dilakukan dari meja dan bangku masing masing, selama dilakukan dengan niat dan tujuan yang fokus.

Selain pada sosok kepahlawanan, sisi lain dari Djuanda yang akan disampaikan dalam film ini adalah menunjukkan contoh nyata seorang muslim yang berpikiran maju, modern, terbuka (moderat).

Film ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat sosok Djuanda Kartawidjaja dan peran besar yang dimainkannya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Sejatinya, film ini diharapkan dapat menyoroti Deklarasi Djuanda sebagai salah satu tiang utama kesatuan negara dan bangsa Indonesia.

Dalam film ini, produser Andika Prabhangkara dan sutradara Ery Isnanto berupaya untuk menampilkan catatan terbesar Djuanda, terutama Deklarasi Djuanda yang menandai kesatuan kewilayahan nasional darat, laut, dan udara.

Djuanda Kartawidjaja, memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Ia memiliki rekam jejak sebagai menteri sebanyak 17 kali, yang telah berkontribusi dalam mengamankan kedaulatan Indonesia dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan.

Film ini juga akan menggambarkan sisi lain dari Djuanda, sebagai seorang muslim yang berpikiran maju dan moderat, namun tetap taat pada agamanya. Pesan dan nilai-nilai positif yang ingin disampaikan melalui film ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia.

Pada aspek produksi, film ini akan menggunakan teknologi canggih seperti gabungan unreal engine dan Dolby Atmos untuk menciptakan pengalaman visual dan audio yang terbaik bagi penonton. Rencananya, film ini akan diputar di layar lebar CGV atau Pop Up Cinema yang dimiliki oleh Muhammadiyah, serta akan disebarluaskan ke seluruh Indonesia melalui sistem jemput bola.

Kerja sama antara Muhammadiyah, BCA, dan Mixpro dalam memproduksi film ini adalah contoh kolaborasi yang luar biasa dalam upaya melestarikan sejarah dan nilai-nilai kebangsaan. Melalui media seperti film, pesan-pesan penting tentang perjuangan dan jasa tokoh-tokoh nasional dapat lebih mudah dijangkau dan disampaikan kepada generasi muda.

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Simak Rekam Jejak dan Konsepnya! Dosen Senior IPDN "Turun Gunung" Bertarung Jadi Cabup Mamasa 2024-2029
Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2, Pesawat Hercules C-130 Dan Boeing 737-200 Pukau Ribuan pada Makassar International Eight Festival And Forum
Lilik Mardianto Rayakan Ulang Tahun Perkawinan dengan Sumbang Pompa Air untuk Masyarakat Waingapu Sumba Timur
Pos Kewar Satgas Yonif 742/SWY Bersama Puskesmas Weluli Berikan Asupan Gizi Kepada Anak Stunting di Perbatasan RI-RDTL
Santi Ayu Graito Kordinir UMKM hingga Berkembang
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
vps.indonews.id