INDONEWS.ID

  • Minggu, 10/09/2023 16:15 WIB
  • Sugar Deadly, Band Pekerja Kantoran Asal Jakarta Timur Sajikan Musik Heavy Metal Super Agresif

  • Oleh :
    • very
Sugar Deadly, Band Pekerja Kantoran Asal Jakarta Timur Sajikan Musik Heavy Metal Super Agresif
Band Sugar Deadly yang digawangi oleh Akbar (Vocal), Gerald (Gitar, backing vocal), Murfy (Bass), & Ekky (Drum) yang dibentuk pada tanggal 25 Agustus 2022 di Jakarta. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Dentuman double pedal, semburan distori, aggressive bassline, dan suara vocal yang bergemuruh, empat hal yang menggambarkan nuansa musik Kwartet band Rock asal Jakarta Timur Sugar Deadly.

Band yang digawangi oleh Akbar (Vocal), Gerald (Gitar, backing vocal), Murfy (Bass), & Ekky (Drum) ini telah terbentuk pada tanggal 25 Agustus 2022 di Jakarta.

Baca juga : Realese Single Album Kelima, Ry Hyori ingin `Bintang` Jadi Inspirasi banyak Orang

Berawal dari persahabatan sejak SMA dan kecintaan yang sama terhadap superband seperti Metallica, Motorhead, Black Sabbath, dan Iron Maiden membuat Ekky, Galih, dan Murfy memutuskan untuk membuat sebuah band beraliran Rock dan Heavy Metal.

“Seiring dengan berjalannya waktu, pergantian personel pun kerapkali terjadi hingga di tahun 2022 masuklah Akbar yang notabenenya ialah rekan sekantor dari Ekky untuk mengisi departemen vocal Sugar Deadly,” ujar Gege seperti dikutip dari siaran pers di Jakarta, Minggu (10/9).

Baca juga : Roslan Shah Pelakon, Penyanyi dan Pengarah Acara Luncurkan Single Kedua "Rojak Maznah ke tuuu!"

Masuknya Akbar ke Sugar Deadly membawa nuansa baru pada band tersebut. Sejak tahun 2022 hingga saat ini Sugar Deadly dengan konsisten mengusung aliran Heavy Metal Aggressive yang ciri khas musiknya terfokus pada distorsi gitar yang tebal dan tempo musik yang diatas 200 bpm.

Hal tersebut dapat didengar pada 2 buah lagu milik Sugar Deadly yang masing-masing berjudul ‘Lust Slavery’ & ‘Fighting Anthem’.

Baca juga : Spesifikasi Samsung S24 Ultra, Smartphone Flagship Terbaru yang Wajib Dilirik!

Band yang memiliki basecamp di wilayah Rawamangun Jakarta Timur ini memiliki sebuah keunikan tersendiri yang mungkin tidak dimiliki oleh band underground lainnya.

Keunikan tersebut ialah semua personilnya sepakat untuk membatasi jadwal konser yang hanya diterima 2 kali dalam sebulan. Sebenarnya, bukan karena gaya-gayaan atau gimmick melainkan keempat personel Sugar Deadly masih tercatat sebagai karyawan aktif di beberapa kantor swasta juga instansi milik pemerintah.

“Kami menganggap Sugar Deadly sebagai kendaraan untuk bersenang-senang ditengah penatnya kesibukan kerja masing-masing personel. Sebagai contoh, Ekky dan Akbar yang jadwal kerjanya sangat padat sekali karena bergerak di bidang perbankan. Kemudian, Murfy yang sehari-harinya juga disibukkan oleh pekerjaan di bidang merchandise dan saya sendiri juga aktif bekerja di bidang Public Relations merangkap dosen,” ujar Gerald sang frontman grup.

Ia menambahkan, meskipun hanya menerima tawaran manggung 2 kali dalam sebulan secara konsisten Sugar Deadly setiap seminggu sekali rutin untuk berlatih dan menggarap materi baru yang rencananya akhir tahun ini akan mengeluarkan mini album.

“Karena menurut kami, manggung itu merupakan hal yang sangat krusial dan harus sempurna segala-galanya. Kami tidak mau tampil tidak maksimal dan tidak sempurna hanya dikarenakan jadwal bekerja yang sangat padat, oleh karena itu kami membatasi jadwal manggung agar saat kami benar-benar siap dan free secara jadwal penampilan kami pun bisa optimal di depan audiens,” ujarnya.

“Lebih dari itu, disela-sela kesibukan para personel kami secara rutin terus mempersiapkan mini album kami yang mudah-mudahan bisa dirilis akhir tahun 2023 ini,” pungkasnya. ***

Artikel Terkait
Realese Single Album Kelima, Ry Hyori ingin `Bintang` Jadi Inspirasi banyak Orang
Roslan Shah Pelakon, Penyanyi dan Pengarah Acara Luncurkan Single Kedua "Rojak Maznah ke tuuu!"
Spesifikasi Samsung S24 Ultra, Smartphone Flagship Terbaru yang Wajib Dilirik!
Artikel Terkini
Atikoh soal Pendidikan Anak: Menolak Supir Membuka Pintu Mobil untuk Alam Ganjar
Memperkuat Rantai Pasok di Kawasan: Indonesia-Australia Kolaborasi Hilirisasi Industri, Digitalisasi, dan Pendidikan
Februari 2024, Ekspor ke Timor Leste Melalui PLBN Motaain Capai Rp55 Miliar
Perlu Strategi Mengintegrasikan Prinsip Pertahanan dan Diplomasi di Laut Natuna Utara
Kenangan Prabowo Subianto tentang Keluarga dan Masa Kecil yang Penuh Makna
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas