INDONEWS.ID

  • Kamis, 26/10/2023 09:16 WIB
  • Pergelaran Tari dan Musik Tradisional "Renggana" Diprediksi Memukau Penonton di Gedung Kesenian Jakarta

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Pergelaran Tari dan Musik Tradisional "Renggana" Diprediksi Memukau Penonton di Gedung Kesenian Jakarta

Jakarta, INDONEWS.ID - Setelah berbulan-bulan terpapar pandemi COVID-19, komunitas seni tari Indonesia merayakan bangkitnya kehidupan kultural dengan pementasan tari dan musik tradisional yang akan memukau di Gedung Kesenian Jakarta pada Sabtu, 4 November 2023 mendatang.

Komunitas Perempuan Menari (KPM), sebuah kelompok beranggotakan perempuan dari berbagai latar belakang dan usia akan menyelenggarakan acara live yang menakjubkan dengan tema "Renggana," yang dalam Bahasa Sansekerta berarti "Perempuan Pujaan."

Pementasan ini nantinya bukan hanya sekadar tarian, tetapi juga perwujudan semangat pelestarian seni budaya Nusantara. Para anggota KPM, yang mayoritas usianya di atas 40 tahun, menjadikan diri mereka sebagai penjaga budaya Nusantara, terutama dalam bidang seni tari tradisional. Mereka terus berusaha menjaga dan melestarikan seni budaya Nusantara melalui pertunjukan seni.

"Pergelaran Renggana" tahun ini adalah yang kelima kalinya digelar oleh komunitas ini, mengikuti keberhasilan empat pertunjukan sebelumnya. Pertunjukan tahun ini mencakup tarian dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Minang, Palembang, Jawa, Betawi, Maluku, dan tarian kontemporer. Selain itu, mereka juga akan menyajikan karya koreografi yang terinspirasi dari pasal 6 Gurindam 12 karya sastra Raja Ali Haji.

Komunitas Perempuan Menari (KPM) dibentuk pada 6 Januari 2018, dan sejak itu telah tampil secara rutin dengan pertunjukan seni tahunan yang mempromosikan nilai-nilai tradisi Nusantara. Beberapa pertunjukan sebelumnya antara lain "Seloka Swarnadwipa" tahun 2018, "Pesona Timur" tahun 2019, "Genderang Swargabhumi" tahun 2020 (yang diselenggarakan secara virtual), dan "Dayana Dwipantara" tahun 2022.

Pementasan "Pergelaran Renggana" tahun ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 November 2023, di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, mulai pukul 20:00 hingga 22:00 WIB. Diperkirakan sekitar 500 orang akan menghadiri acara ini, sementara lebih dari 160 individu akan terlibat sebagai pendukung acara, termasuk 100 penari anggota KPM, tim koreografer dan pelatih, tim artistik panggung, tim pemusik, tim MUA & Kostum, kru acara, dan pendukung teknis panggung.

Tim artistik yang memimpin acara ini termasuk Sutradara & Koreografer Supriadi Arsyad (Bang Ucuy), Pelatih tari oleh Supriadi Arsyad, Istiadi Bambang, Yuliana, dan Yani. Musik akan diatur oleh Anusirwan dan Fadlan, pencahayaan oleh De Ray, suara oleh Hamal, dan pemusik oleh Kelompok Musik Altajaru.

Pergelaran "Renggana" akan menjadi bukti nyata bagaimana seni tradisional dan semangat pelestarian budaya masih hidup di tengah masyarakat. Acara ini adalah penghargaan kepada para perempuan yang telah berusaha menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara melalui seni tari dan musik tradisional yang indah.

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Dewan Pakar BPIP: Akademisi Bisa Buka Wacana Keselarasan Sistem Pilpres dengan Sila ke-4 Pancasila
Baznas RI Berikan Penghargaan Kepada Bupati Tanah Datar
HUT Basarnas ke 52, Kerja Keras, Cerdas, Ikhlas, dan Tuntas
Aksara Bricks, Cluster Gaya Eropa di Pasar Minggu
Ancaman Propaganda Pro-Khilafah: Dari Kajian Tertutup Hingga Pop-Culture
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas