INDONEWS.ID

  • Rabu, 06/03/2024 14:01 WIB
  • Belajar Dari Desa Berkembang Lombok Timur, Politeknik STIA LAN Jakarta Rekomendasikan Kolaborasi Sister Village

  • Oleh :
    • luska
Belajar Dari Desa Berkembang Lombok Timur, Politeknik STIA LAN Jakarta Rekomendasikan Kolaborasi Sister Village

Jakarta, INDONEWS.ID - Salah satu indikator majunya Pembangunan desa adalah terpenuhinya standar nilai IDM (Indikator Desa Membangun) yang dikeluarkan oleh Kementrian Desa dan PDTT.

Standar tersebut terdiri dari status desa mandiri, maju, berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal yang dimaksudkan untuk memotret perkembangan kemandirian desa berdasarkan implementasi UU Desa. Lombok Timur sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah kabupaten dengan jumlah desa terbanyak sejumlah 239 desa, dengan rincian desa Mandiri 88 desa, maju 125 desa dan berkembang 26 desa. Kabupaten Lombok Timur mendapatkan status desa berkembang sudah sejak tahun 2020. Secara umum, semua desa di Prov. Nusa Tenggara Barat sudah tidak ada yang berstatus sebagai desa tertinggal dan sangat tertinggal, oleh karena itu Politeknik STIA LAN Jakarta menjadikan Lombok Timur sebagai acuan untuk melihat bagaimana political will dan kebijakan pemerintah khususnya di Kabupaten Lombok Timur dalam mengusahakan perubahan status desa dari tertinggal menjadi berkembang. Best practice dari Lombok Timur nantinya akan dipakai untuk studi kolaborasi sister village dengan desa tertinggal di Kabupaten Lebak. 

Baca juga : Implementasi Kebijakan IKN dalam Persfektif Sosial,Budaya dan Politik

Kunjungan Politeknik STIA LAN Jakarta yang berlangsung sejak 3-6 Maret 2024 adalah salah satu wujud dari pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi tahun 2024 dengan topik “Community Development in Rural Area” dengan lokus penelitian status IDM tertinggal atau sangat tertinggal. Pada Selasa, 5 Maret 2024 Tim Penelitian yang diketuai oleh Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA sekaligus selaku Direktur Politekenik STIA LAN Jakarta dengan anggota tim peneliti Retnayu Prasetyanti dan Risky Yustiani menyelanggarakan FGD yang bertempat di kantor Bappeda Kabupaten. Kegiatan FGD dibuka langsung oleh Pj.Bupati Kabupaten Lombok Timur H. M. Juani Taofik dihadiri oleh Kepala Dinas, Perangkat Desa dan 24 OPD yang berkaitan dengan topik penelitian yang dilakukan. Kegiatan ini disambut hangat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur. Pada hari pertama riset telah disambut oleh Kepala Dinas PMD Lotim Bapak Salmun Rahman dan tim Sekretaris Desa Grenengan Timur serta Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Bapak Dedy Asriadi, S.Si., MP.

Kuesioner yang telah dijawab beberapa hari sebelumnya dikonfirmasi dengan wawancara lapangan dan ditutup  kegiatan FGD berkaitan dengan topik desa membangun yang dilakukan oleh Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan FGD juga bermaksud untuk melakukan konfirmasi data yang diperoleh di lapangan serta untuk memberikan masukan strategi baik di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan untuk peningkatan perbaikan status desa di Kabupaten Lombok Timur dari berkembang menjadi maju hingga mandiri. 

Baca juga : Politeknik STIA LAN Jakarta Inisiasi Kerjasama dengan Sejumlah Universitas

Penelitian yang dilakukan tim dari Politeknik STIA LAN Jakarta dilakukan dengan model penelitian kuantitatif deskriptif dengan cara menyebarkan kuesioner menggunakan skala Thurstone. Hasil dari observasi dan kuesioner yang disebar oleh tim peneliti mendapati bahwa secara keseluruhan, kesejahteraan di Kabupaten Lombok Timur sudah cukup merata, namun tetap saja masih ada kekurangan pada beberapa aspek.

Untuk meningkatkan status desa dari berkembang ke status maju ataupun mandiri, tentu saja tidak bisa diraih tanpa usaha yang berkelanjutan, oleh karenanya ada beberapa masukan yang bisa dilakukan desa-desa di Lombok Timur. Pada dimensi ekonomi terdapat strategi penguatan BumDes baik pengembangan kapasitas pengurus BumDes, inovasi program BumDes, pengembangan BumDes berbasis pemberdayaan Perempuan dan CSR serta kerjasama instansi pendidikan melalui program pengabdian yang dikoordinasikan bersama pemerintah kabupaten. Untuk dimensi sosial, tim penelitian mengajukan strategi edukasi dan kampanye kesadaran remaja dan orangtua dalam menyikapi masalah pernikahan dini, membangun kurikulum pembedayaan Perempuan yang disertai layanan aduan, fasilitas konseling berbasis chatbot, pemberdayaan ekoomi generasi muda dengan pengikutsertaan remaja melalui unit usaha BumDes dan peningkatan kualitas pendidikan seperti program 1 rumah 1 sarjana. 

Baca juga : Kolaborasi Poltek STIA LAN Jakarta dan Bank DKI: Wujud Nyata Transformasi Pendidikan

Sedangkan untuk dimensi lingkungan, tim peneliti mengajukan beberapa strategi terkait permasalahan manajemen pengelolaan sampah dan mitigasi bencana seperti membuat organisasi pengelolaan sampah, edukasi pengelolaan sampah, dan evaluasi kinerja desa untuk menetapkan predikat desa terbersih dan terkotor, serta peternakan kolektif untuk mengatasi masalah permukiman yang masih bergabung bersama kendang hewan.

Penelitian Berdampak yang dilakukan oleh tim dari Politeknik STIA LAN Jakarta diharapkan dapat membawa transformasi dalam bidang pembangunan desa tercapai dan hal ini didukung oleh Direktur Jenderal DPD Kementerian Desa, Bapak Sugiato, S.Sos., M.H. Selain memberikan masukan strategi perbaikan pembangunan desa, tim peneliti juga menggali lebih dalam apa saja yang telah dilakukan pemerintah desa di Kabupaten Lombok Timur sehingga bisa meningkatkan status desa dari tertinggal menuju berkembang. Nantinya masukan tersebut dapat tim peneliti gunakan untuk menjadi bahan acuan pada lokus berikutnya yang merupakan desa tertinggal di Kabupaten Lebak. 

Di tahun 2024, terdapat 15 tim riset yang dibentuk Politeknik STIA LAN Jakarta dimana setiap tim terdiri dari beberapa dosen dan satu mahasiswa untuk melakukan penelitian di beberapa desa tertinggal. Harapannya, selain hasil riset ini akan menghasilkan dampak internal kepada desa itu sendiri, tetapi juga ada dampak eksternal yaitu policy brief untuk menghasilkan kebijakan dari kementerian dan lembaga terhadap pembangunan desa.

Artikel Terkait
Implementasi Kebijakan IKN dalam Persfektif Sosial,Budaya dan Politik
Politeknik STIA LAN Jakarta Inisiasi Kerjasama dengan Sejumlah Universitas
Kolaborasi Poltek STIA LAN Jakarta dan Bank DKI: Wujud Nyata Transformasi Pendidikan
Artikel Terkini
Menko Airlangga: Hingga Juni 2024, KEK Berhasil Catatkan Realisasi Investasi Rp205,2 triliun dan Serap 132.227 Tenaga Kerja
Penghargaan Ke 5 Dari Seven Media Asia: Pemimpin Inspiratif Terbaik 2024
Plt. Sekjen Kemendagri Dorong 13 Provinsi Percepat Implementasi Program Bedah Jantung Terbuka
Mendagri Pacu Pemda di Jawa Barat Tingkatkan Pendapatan dan Optimalkan Penggunaan Anggaran
Indonesia dapat menjadi pemimpin dunia industri energi terbarukan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
vps.indonews.id