Sebanyak 33 ASN Terima Penghargaan dari Kementerian PANRB
Azwar berharap acara tersebut dapat menjadi penghargaan yang berdampak, sebagaimana telah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo dalam rangka mendorong reformasi birokrasi yang berdampak.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas memberikan penghargaan kepada 33 aparatur sipil negara (ASN teladan dari seluruh daerah di Indonesia. Penghargaan tersebut dimaksudkan untuk memacu pelayanan dan meningkatkan kinerja agar berdampak bagi masyarakat.
"Ini (penghargaan ASN) menjadi cara dari pemerintah untuk mendorong agar ASN kita ke depan bekerja, berkinerja, dan berdampak," ujar Azwar Anas saat memberi sambutan dalam acara ASN Talent Fest 2024 dan Anugerah ASN 2023 di Jakarta, Selasa (27/8).
Azwar berharap acara tersebut dapat menjadi penghargaan yang berdampak, sebagaimana telah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo dalam rangka mendorong reformasi birokrasi yang berdampak.
"Kita melibatkan PPATK dan BIN untuk melihat rekam jejak mereka dan mereka teruji. Bukan hanya kerja di ruangan, tetapi integritasnya juga teruji," kata Menteri PANRB.
ASN Talent Fest 2024 dan Anugerah ASN juga diharapkan mendorong terbentuknya talent pool pada instansi pemerintah, khususnya
di Ibu Kota Nusantara dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), serta mendorong terciptanya ASN yang kompetitif dan profesional untuk memberikan pelayanan publik yang berdampak.
Pegawai ASN terbaik dari setiap kategori menerima Piala Adhigana dari Menteri PANRB.
"Mudah-mudahan penghargaan hari ini menjadi penghargaan yang berdampak, begitu juga pertemuan hari ini akan menjadi pertemuan yang berdampak," ujar Azwar Anas.
Seperti diketahui, ada 11 kategori dalam Anugerah ASN yaitu:
Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Terbaik diraih oleh Suryo Utomo dari Kementerian Keuangan. JPT Pratama Terbaik diraih oleh I Putu Eka Merthawan dari Pemerintah Kabupaten Badung, Jabatan Administrator Terbaik diraih oleh Idi Bantara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Selanjutnya, kategori Jabatan Pengawas Terbaik diraih Teguh Haris Pathon dari Pemerintah Kota Bandung, kategori Best Employee direbut Inarni Nur Dyahwanti dari Pemerintah Kabupaten Temanggung, dan kategori Dosen Terbaik diraih oleh Krisdiana Wijayanti dari Kementerian Kesehatan.
Kemudian, untuk Guru Inklusi Terbaik dimenangi Supriyono dari Kementerian Agama, Guru Terbaik diraih Kuswanto dari Pemerintah Kabupaten Sigi, Dokter Terbaik disabet Anang Endaryanto dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bidan Terbaik dimenangi Baiq Mery Shintana dari Kabupaten Lombok Timur, serta Perawat Terbaik direbut Sulistianingsih dari Kabupaten Banyumas. ***