Konsul RI Tawau Beri Piagam Penghargaan Kepada 10 Guru Purna Tugas CLC
Konsul RI Tawau Beri Piagam Penghargaan Kepada 10 Guru Purna Tugas CLC
Reporter: luska
Redaktur: very
Tawau, INDONEWS.ID - Sebanyak 10 orang guru bina yang telah bertugas mengajar di berbagai Community Learning Center (CLC) atau tempat kegiatan belajar bagi anak-anak Indonesia hingga setingkat sekolah lanjutan tingkat pertama di Sabah menerima piagam penghargaan dari Konsul RI Tawau Aris Heru Utomo. Penyerahan piagam dilakukan dalam pertemuan yang dilakukan di Konsulat RI, Selasa (27/08/2024).
Ke-10 guru bina yang menerima piagam penghargaan ini telah mengajar di berbagai CLC di Malaysia selama sekitar 5 tahun 10 bulan. Mereka merupakan guru bina tahap KE-9 yang diseleksi dan dikirim pada tahun 2018 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mengajar di CLC yang tersebar di Malaysia.
Adapun ke-10 guru tersebut adalah: Adiella Dianial Saputri, S.Pd. Gr. (CLC Serat Bangsa Ladang Sebrang), Andi Satriani, S.Pd., Gr. (CLC Genting Tanjung), Andi Sri Ansyari, S.Pd., Gr. (CLC SLDB Apas Balung), Anjar Munawati,S.Pd.,Gr (CLC Ladang Bombalai), Dwi Ridwan Nurkholik, S.Pd., Gr.(CLC Sabah Mas), Julaida Arista, S.Pd.,Gr. (CLC Ladang Tamaco), Nurvianty Sudirman, S.Pd., Gr. (CLC Ladang Sungai Balung), Irzan, S.Pd.,Gr. (CLC Genting Tanjung), dan Syahrir, S.Pd., Gr. (CLC Ladang Sungai Kawa).
Dalam pertemuan yang hangat dan dilanjutkan dengan makan siang bersama, Konsul RI dan para guru bina bertukar pengalaman dan cerita mengenai perjuangan para guru dalam menyelenggarakan aktivitas belajar-mengajar di CLC dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana.
Tidak sedikit guru bina yang melaksanakan pengabdiannya “mulai dari nol’ dan dengan dukungan minim dari pihak syarikat atau perusahaan perkebunan sawit dimana CLC berada. Belum lagi mereka harus “bersaing” dengan kegiatan pendidikan lain yang diselenggarakan sebuah lembaga swadaya masyarakat.
Para guru mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Konsulat RI bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan belajar bagi anak-anak Indonesia di CLC, khususnya CLC di wilayah kerja Konsulat RI Tawau. Dukungan dan kehadiran Konsulat RI dalam kegiatan berbagai belajar di CLC sangat membantu meningkatkan perhatian syarikat dimana CLC berada untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk menyediakan guru pamong (guru yang dipekerjakan oleh Syarikat untuk membantu guru bina).
Pada kesempatan ini, Konsul RI menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengabdian para guru bina yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik di berbagai CLC di Sabah, khususnya di wilayah kerja Konsulat RI Tawau yang meliputi Tawau, Kunak, Lahad Datu, Kalabakan dan Semporna. Pengabdian para guru bina telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan anak-anak Indonesia yang orang tuanya bekerja sebagai pekerja perkebunan di ladang-ladang sawit yang jauh di pelosok pedalamaman.
Konsul RI Tawau menyampaikan bahwa Konsulat RI senantiasa mendukung keberadaan CLC sebagai bentuk nyata dari implementasi diplomasi perlindungan terhadap warga negara Indonesia di Sabah yaitu memastikan diperolehnya akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Dengan adanya CLC, banyak anak-anak Indonesia yang tadinya tidak memiliki kesempatan untuk belajar, sekarang bisa belajar dan berkesempatan memperbaiki taraf hidup. Banyak lulusan CLC yang sekarang sudah lulus perguruan tinggi dan bekerja di berbagai bidang.
Ditambahkan oleh Konsul RI bahwa sebagai bentuk perhatian mendalam terhadap perkembangan CLC ke depan, mulai Agustus 2024 ini Konsulat RI Tawau membuat program “Consulate Goes to CLC”. Melalui program ini, secara berkala Konsulat RI mengunjungi CLC-CLC yang berada di wilayah kerjanya untuk memberikan penguatan wawasan kebangsaan dan Pancasila kepada anak-anak Indonesia di CLC. Pada saat yang bersamaan, Konsulat RI juga meninjau fasilitas pembelajaran di CLC dan mendorong pihak syarikat untuk memberikan bantuan sarana dan prasana yang lebih memadai agar kegiatan belajar di CLC berjalan dengan baik, termasuk menambah jumlah guru pamong dan akses internet.
Di akhir pertemuan, Konsul RI berpesan agar para guru CLC yang telah menyelesaikan pengabdiannya di Sabah ini menjadikan pengalamannya sebagai nilai tambah tersendiri dalam pelaksanaan tugasnya mendatang. Konsul RI juga mendorong agar para guru bina tersebut dapat menuliskan pengalamannya selama bertugas di Sabah ke dalam sebuah buku agar pengalamannya dapat diketahui banyak orang, khususnya mereka yang ingin mengetahui tentang pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri.