Konsul RI Tawau Berharap BIMP-EAGA Dapat Percepat Pembangunan Konektivitas Wilayah Perbatasan
Konsul RI Tawau Berharap BIMP-EAGA Dapat Percepat Pembangunan Konektivitas Wilayah Perbatasan
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Kinabalu, INDONEWS.ID - Konsul RI Tawau Aris Heru Utomo hadir sebagai salah seorang anggota delegasi pada Senior Offical Meeting (SOM) dan Ministerial Meeting Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-the Philippines East Asia Growth Area (BIMP EAGA) di Kota Kinabalu, 15-17 Oktober 2024.
BIMP-EAGA merupakan salah satu kerja sama ekonomi subregional yang didirikan pada tahun 1994. Tujuan utama forum ini adalah meningkatkan percepatan pembangunan sosial ekonomi di daerah-daerah yang kurang berkembang, terpinggirkan dan terpencil secara geografis di ke empat negara tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkecil kesenjangan pembangunan.
Konsul RI Tawau menyambut baik bahasan-bahasan yang dilakukan dalam forum kerja sama ekonomi subregional ini yang memiliki peran penting untuk dapat mendorong percepatan pembangunan di kawasan perbatasan di berbagai sektor, salah satunya adalah di sektor transportasi.
Menurut Konsul RI Tawau, prioritas pembangunan infrastruktur sektor transportasi di kawasan-kawasan perbatasan seperti perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara (Tarakan, Sebatik dan Nunukan) dan Sabah (Lahad Datu, Tawau dan Kalabakan) memiliki peran penting untuk membuka konektivitas laut, udara dan darat.
Meskipun sudah ada konektivitas laut antara Tarakan-Tawau dan Nunukan-Tawau, namun konektivitas tersebut masih belum cukup untuk mendorong peningkatan kerjasama ekonomi dan pembangunan di kedua wilayah.
Untuk itu, Konsul RI Tawau berharap dapat segera dibuka kembali konektivitas udara yang menghubungkan Tarakan-Tawau seperti di masa sebelum Covid-19, tentu saja dengan memperhatikan aspek keekonomian.
Selain itu, memperhatikan perkembangan pembangunan ibu kota baru Indonesia di Ibu Kota Nusantara, Konsul RI Tawau memandang bahwa kiranya dapat dipertimbangkan untuk membuka jalur penerbangan Balikpapan-Tawau.
Sementara itu, memperhatikan banyaknya masyarakat di Sabah (khususnya di Tawau) yang berasal dari suku-suku di Sulawesi Selatan, Konsul RI Tawau memandang kiranya dapat dibuka jalur penerbangan Makassar-Tawau.
Dalam hal konektivitas darat, Konsul RI Tawau memandang bahwa penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan raya dan segala sarana pendukungnya yang menghubungkan Sei Menggaris (Kabupaten Nunukan, Indonesia) dan Serudong (Distrik Kalabakan, Malaysia) melewati titik A708 dapat segera diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.