Pendiri Tempo Fikri Jufri Berpulang, Asri Hadi: Dunia Pers Indonesia Kehilangan Tokoh Penuh Inspirasi
Dunia jurnalistik Indonesia berduka atas meninggalnya Fikri Jufri, wartawan senior dan salah satu pendiri media terkemuka, Tempo. Fikri Jufri meninggal dunia pada usia 89 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Dunia jurnalistik Indonesia berduka atas meninggalnya Fikri Jufri, wartawan senior dan salah satu pendiri media terkemuka, Tempo. Fikri Jufri meninggal dunia pada usia 89 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Kabar duka ini disampaikan oleh keluarga dan rekan-rekan seprofesi pada pagi hari tadi, yang langsung mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar dunia pers.
Fikri Jufri adalah sosok yang dikenal tidak hanya sebagai wartawan, tetapi juga sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pers di Indonesia. Sejak muda, ia telah mengabdikan dirinya untuk memperjuangkan kebebasan pers dan integritas jurnalistik.
Sebagai pendiri Tempo, Fikri telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap perkembangan media di Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang tajam dalam menilai isu-isu penting di tanah air, dan kehadirannya di dunia jurnalistik selalu memberi warna yang mendalam.
Ucapan Belasungkawa
Kabar meninggalnya Fikri Jufri disambut dengan rasa kehilangan yang mendalam dari kalangan jurnalis senior Indonesia. Salah satunya adalah Asri Hadi, Pemimpin Redaksi Indonews.id, yang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan rekan-rekan almarhum.
"Saya ikut berduka atas meninggalnya Fikri Jufri, seorang jurnalis senior yang telah memberikan banyak kontribusi besar untuk dunia pers Indonesia," kata Asri Hadi.
Menurutnya, Fikri Jufri adalah sosok yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap keadilan dan kebenaran dalam meliput berbagai peristiwa penting. Dia adalah sosok penuh inspirasi. Dunia jurnalistik Indonesia kehilangan seorang tokoh besar.
"Fikri adalah contoh nyata bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan untuk terus berjuang demi masyarakat dan kebenaran. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, dan semoga karya-karya beliau menjadi warisan abadi yang menginspirasi generasi mendatang," tambahnya.
Profil Singkat Fikri Jufri
Fikri Jufri lahir di Jakarta pada 25 Maret 1936. Karir jurnalistiknya dimulai pada tahun 1970-an dan berkembang pesat setelah ia ikut mendirikan Tempo pada tahun 1971.
Sebagai salah satu pendiri dan wartawan senior di Tempo, Fikri Jufri sangat berperan dalam pembentukan gaya jurnalistik yang kritis dan mendalam. Tempo yang dikenal dengan investigasi yang tajam, menjadi contoh bagi banyak wartawan dan media di Indonesia dalam hal kualitas dan integritas.
Selain itu, Fikri juga dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai kebebasan pers dan senantiasa berjuang untuk menjaga independensi media. Kiprah Fikri Jufri menginspirasi banyak generasi jurnalis yang tumbuh di Indonesia, dan warisannya akan terus hidup melalui karya-karya yang ditinggalkan.
Fikri Jufri meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi para kolega dan pembaca setianya. Jurnalisme Indonesia kehilangan salah satu tokoh terbaiknya, namun semangat perjuangannya untuk keadilan dan kebebasan pers akan terus dikenang dan diwariskan.*