TPNPB-OPM Nyatakan Perang Lawan TNI, Warga Dilarang Masuki Wilayah Konflik
Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) wilayah Ndugama Derakma secara resmi menyatakan perang terhadap militer Indonesia di wilayah adat La Pago, Papua. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara OPM, Sebby Sambom, melalui keterangan tertulis pada Senin, 19 Mei 2025.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) wilayah Ndugama Derakma secara resmi menyatakan perang terhadap militer Indonesia di wilayah adat La Pago, Papua. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara OPM, Sebby Sambom, melalui keterangan tertulis pada Senin, 19 Mei 2025.
Sebby mengklaim bahwa pihaknya telah mengerahkan milisi dari tiga belas batalion untuk menjalankan operasi bersenjata tersebut. Ia juga menyebut seluruh amunisi telah disiapkan dan perintah perang telah dikeluarkan secara resmi.
"Perintah perang ini telah dikeluarkan secara resmi untuk diketahui oleh semua pihak," ujar Sebby.
Dalam rangkaian operasinya, OPM mengeluarkan sejumlah aturan yang ditujukan kepada warga sipil. Kelompok ini melarang masyarakat melintas sembarangan ke wilayah yang mereka klaim sebagai daerah konflik, dan mengharuskan pengendara dari Yalimo, Tolikara, Lani Jaya, dan Nduga untuk membuka kaca mobil saat melintas. Warga sipil juga dilarang berpakaian menyerupai aparat keamanan maupun kelompok separatis.
Lebih lanjut, Sebby menyatakan bahwa pihaknya akan menyita gawai milik warga sipil yang melintas di wilayah operasi, serta melarang orang asli Papua untuk menerbangkan pesawat di daerah yang mereka sebut sebagai zona perang.
"Kami sudah ada korban di Papua Pegunungan, maka kami tidak akan mundur," tegasnya.
Menanggapi pernyataan perang tersebut, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan menyatakan bahwa tindakan OPM adalah upaya menebar teror dan informasi palsu kepada masyarakat.
"Kami fokus melaksanakan tugas, melindungi dan melayani masyarakat, serta membina wilayah melalui pendekatan teritorial," ujar Candra.
Ia menekankan bahwa TNI akan terus melakukan komunikasi sosial yang humanis guna melawan narasi-narasi provokatif yang disebar OPM.
Terkait larangan warga sipil berpakaian seperti aparat, Candra menyebut hal tersebut tidak relevan. Menurutnya, tidak ada warga sipil yang menggunakan atribut TNI-Polri.
"Tanpa aturan pun, tidak ada warga sipil yang memakai pakaian dinas militer atau kepolisian. Itu bisa dilihat selama ini di lapangan," katanya.
Situasi di wilayah La Pago kini terus dipantau secara ketat oleh aparat keamanan. TNI menyatakan komitmennya untuk menjaga keselamatan masyarakat Papua dan tidak akan terprovokasi oleh manuver-manuver OPM.