indonews

indonews.id

Kisah Nasabah PNM Naik Kelas Lewat Pelatihan Mekaarpreneur

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui pelatihan lanjutan Mekaarpreneur. Program ini membuahkan hasil nyata bagi nasabah PNM Mekaar seperti Fitriana dan Devita Wijayanti, yang kini menikmati peningkatan omzet dan inovasi produk berkat pelatihan dan pendampingan dari PNM.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui pelatihan lanjutan Mekaarpreneur. Program ini membuahkan hasil nyata bagi nasabah PNM Mekaar seperti Fitriana dan Devita Wijayanti, yang kini menikmati peningkatan omzet dan inovasi produk berkat pelatihan dan pendampingan dari PNM.

Fitriana, seorang nasabah asal Magelang dan juara 3 Mekaarpreneur Naik Kelas, mengaku mengalami banyak perubahan setelah mengikuti pembinaan PNM. Ia yang sebelumnya belum memahami pemasaran digital, kini telah memanfaatkan platform daring untuk memasarkan produknya, termasuk inovasi baru berupa getuk frozen.

“Dulu saya tidak tahu soal pemasaran digital, tapi setelah pelatihan dari PNM, saya bisa memasarkan produk secara online dan bahkan punya produk baru yaitu getuk frozen,” ujar Fitriana. Ia menambahkan bahwa modal usaha dari PNM ia gunakan untuk membeli bahan baku dan vacuum sealer. “Omzet saya yang semula Rp300 ribu per hari, kini naik menjadi Rp500 ribu,” katanya.

Senada dengan Fitriana, Devita Wijayanti — juga dari Magelang dan peraih juara 2 Mekaarpreneur — menyatakan bahwa usaha lumpianya berkembang pesat setelah mengikuti program pembinaan PNM.

“Saya sudah bisa kirim pesanan ke luar daerah dan jualan lewat media sosial,” kata Devita. Modal yang diperoleh dari PNM digunakannya untuk membeli kompor, meja lipat, dan bahan baku. “Sekarang omzet saya bisa tembus Rp4–5 juta per bulan, dari sebelumnya hanya Rp1–2 juta.”

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari kontribusi berkelanjutan PNM dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui pendekatan yang menyeluruh.

“Pelatihan ini merupakan bentuk nyata kontribusi PNM untuk terus mendampingi langkah para nasabah, bukan hanya dalam hal permodalan, tapi juga dalam perjalanan mereka untuk tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” kata Dodot.

“Kami bersyukur bisa menyaksikan perubahan nyata banyak nasabah yang dulunya masih merintis dengan sederhana, kini tumbuh percaya diri dan bahkan menjadi sumber inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Pada Kamis, 3 Juli 2025, pelatihan lanjutan Mekaarpreneur digelar di Rumah BUMN Yogyakarta dengan tema “Motivasi dan Pengembangan Usaha.” Kegiatan ini diikuti oleh puluhan nasabah dari Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan Solo.

Materi pelatihan meliputi penguatan soft skill, hard skill, hingga teknik analisis SWOT yang bisa langsung diterapkan dalam pengembangan usaha. Rommy, seorang konsultan UMKM, dihadirkan sebagai narasumber untuk memberikan motivasi dan strategi usaha yang aplikatif.

Melalui program Mekaarpreneur, PNM tak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga proses pendampingan usaha yang berkelanjutan. Pendekatan ini mendorong nasabah untuk lebih mandiri, naik kelas, dan menjadi agen perubahan di komunitasnya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas