indonews

indonews.id

HashMicro Integrasikan ERP dan AI untuk Percepat Transformasi Bisnis di Asia Tenggara

Perusahaan software ERP asal Singapura, HashMicro, memperkenalkan integrasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dengan kecerdasan buatan (AI) dalam ajang Indonesia AI Conference 2025: Real Innovation – Shape the Future yang diselenggarakan di Raffles Hotel Jakarta, Kamis (14/8).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in HashMicro Integrasikan ERP dan AI untuk Percepat Transformasi Bisnis di Asia Tenggara
Technology Brand Manager HashMicro, Syifa Fadiyah (berdiri) memberikan pemaparan terkait ERP dan kecerdasan buatan (AI) dalam sesi diskusi pada kegiatan Indonesia AI Conference 2025: Real Innovation-Shape the Future di Jakarta, Kamis (14/8/2025). ANTARA/HO-HashMicro

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Perusahaan software ERP asal Singapura, HashMicro, memperkenalkan integrasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dengan kecerdasan buatan (AI) dalam ajang Indonesia AI Conference 2025: Real Innovation – Shape the Future yang diselenggarakan di Raffles Hotel Jakarta, Kamis (14/8).

Konferensi yang diinisiasi oleh Alibaba Cloud ini menjadi forum penting bagi pelaku industri, pakar AI, dan pengambil keputusan bisnis dalam mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Selain menampilkan peluncuran global Model Studio: Exclusive dari Alibaba, forum ini juga menyoroti kesenjangan antara pemahaman terhadap teknologi AI dan tingkat implementasinya di sektor produktif.

Menurut data Ipsos AI Monitor 2024, meski 86 persen masyarakat Indonesia sudah mengenal AI, tingkat pemberdayaannya di perusahaan baru sekitar 25,66 persen. Hal ini menunjukkan perlunya akselerasi penerapan AI agar manfaatnya lebih terasa nyata di dunia usaha.

Dalam sesi bertajuk “Elevate your intelligent enterprise with AI-driven ERP”, Technology Brand Manager HashMicro, Syifa Fadiyah, menekankan bahwa ERP perlu berevolusi dari sekadar penyimpan data dan alat otomasi dasar menjadi sistem cerdas yang mampu mendukung pengambilan keputusan.

“ERP yang dibutuhkan saat ini harus ringkas, intuitif, dan responsif, bukan malah membebani pengguna dengan kompleksitas yang tidak relevan,” ujar Syifa.

Untuk menjawab tantangan tersebut, HashMicro menghadirkan Hashy, asisten AI yang terintegrasi langsung dengan ERP dan dibangun menggunakan Qwen, keluarga Large Language Model (LLM) dari Alibaba. Hashy menghadirkan interaksi ERP berbasis percakapan yang cepat, intuitif, dan tetap terjaga aspek kepatuhan serta tata kelolanya.

Hashy sudah diimplementasikan luas dalam ekosistem ERP HashMicro. Dalam demonstrasinya, Syifa memperlihatkan bagaimana Hashy mampu: mengotomatiskan penagihan pembayaran melalui panggilan telepon, mengelola administrasi SDM, mengeksekusi proses tender kompleks dengan vendor, serta menghasilkan laporan bisnis komprehensif dalam hitungan detik.

Dengan dukungan kapabilitas Vision Language, Hashy juga dapat membaca dan memproses dokumen secara akurat lalu menginput data langsung ke sistem ERP. Hal ini menjadikan ERP tidak lagi sekadar platform pasif, melainkan mitra kerja aktif yang mampu menjalankan tugas administratif sehari-hari.

Komitmen HashMicro di Asia Tenggara

Hingga kini, HashMicro dipercaya lebih dari 2.000 perusahaan lintas industri di Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Reputasinya sebagai penyedia ERP inovatif menjadikan perannya signifikan dalam transformasi digital di Asia Tenggara.

Syifa menegaskan bahwa HashMicro berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan AI dalam ekosistem ERP melalui pengembangan AI agent baru untuk berbagai fungsi strategis.

“Misi kami adalah memastikan bisnis di Asia Tenggara dapat merasakan langsung manfaat AI dalam mendorong pertumbuhan nyata, membawa inovasi yang relevan hari ini, dan menyiapkan pondasi kuat untuk masa depan,” tutupnya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas