PNM Hadir di Kolong Ciputat: Nyalakan Cahaya Literasi dari Balik Rak Buku Sederhana
Di bawah kolong jalan layang Ciputat, tawa puluhan anak memecah siang yang terik. Mereka duduk lesehan, sebagian memegang buku cerita bergambar, sebagian lagi sibuk menyiapkan diri untuk lomba membaca puisi. Tak ada ruang kelas ber-AC, papan tulis putih, atau bangku kayu panjang. Yang ada hanya karpet tipis, rak buku sederhana, dan semangat belajar yang tak kalah hangat.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Di bawah kolong jalan layang Ciputat, tawa puluhan anak memecah siang yang terik. Mereka duduk lesehan, sebagian memegang buku cerita bergambar, sebagian lagi sibuk menyiapkan diri untuk lomba membaca puisi.
Tak ada ruang kelas ber-AC, papan tulis putih, atau bangku kayu panjang. Yang ada hanya karpet tipis, rak buku sederhana, dan semangat belajar yang tak kalah hangat.
Hari itu, Kamis, 2 Oktober 2025, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong Ciputat menjadi saksi betapa literasi bisa tumbuh di mana saja. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir bukan dengan laporan angka dan grafik bisnis, melainkan dengan buku bacaan, alat tulis, hadiah perlombaan, hingga makanan bergizi.
“Setiap anak berhak merasakan indahnya belajar dan punya kesempatan untuk tumbuh dengan pengetahuan,” kata Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, dalam sambutan singkatnya.
PNM, yang selama ini dikenal sebagai lembaga pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro, memilih menapak ke ranah sosial. Bagi mereka, literasi bukan sekadar urusan huruf dan kata, melainkan fondasi untuk membangun masa depan bangsa.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai sahabat yang menemani langkah kecil anak-anak menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Dodot.
Sebanyak 85 anak, berusia 6 hingga 15 tahun, larut dalam berbagai kegiatan literasi. Ada yang tekun membaca buku baru yang dibagikan, ada pula yang berani maju melantunkan puisi di depan teman-temannya. Enam pengelola TBM Kolong dengan sabar mendampingi, memastikan setiap anak punya ruang untuk tumbuh dan berani mencoba.
Bagi PNM, pemandangan itu lebih berharga dari sekadar seremoni CSR. “Kebahagiaan mereka adalah bukti bahwa kepedulian sederhana bisa berdampak besar,” kata Dodot.
Sejak lama, PNM menempatkan pemberdayaan masyarakat prasejahtera sebagai inti misi. Di balik program pembiayaan usaha, ada visi besar untuk menyiapkan generasi penerus yang kuat—bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga lewat pengetahuan.
Di Kolong Ciputat, misi itu terasa nyata. Anak-anak pulang dengan buku di tangan, wajah berbinar, dan mungkin mimpi baru yang mulai tumbuh. Dan PNM, lewat dukungan kecilnya, telah menyalakan satu lampu di lorong panjang perjalanan literasi Indonesia.