indonews

indonews.id

Penyelamatan Sandera di Laut Malaka Diangkat ke Layar Lebar, Hostage`s Hero

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
zoom-in Penyelamatan Sandera di Laut Malaka Diangkat ke Layar Lebar, Hostage`s Hero
Jajaran pemain, sutradara dan produser bersama Laksamana (HOR) Purn Achmad Taufiqoerrahman tokoh utama penyelamatan sandera di laut Malaka 2004.foto:jinny.

Jakarta, INDONEWS.ID - Kisah penyelamatan sandera di perairan Malaka oleh prajurit TNI Angkatan Laut diangkat ke layar lebar. Peristiwa heroik awak KRI Karel Satsuitubun yang bukan pasukan khusus mampu membebaskan 36 sandera, dan bahan bakar yang dibawa hanya cukup untuk waktu 4 hari dalam waktu singkat mampu mengakhiri penyanderaan di kapal tanker. 

Film produksi Iswara Rumah Film yang merupakan debut mereka di perfilman nasional, mengenalkan para pemeran film "Hostage's Hero" di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat. Hadir pada kesempatan tersebut, Kadispenal Laksma TNI Tunggul, Kadisjarahal Laksma I Made Wira Hadi, produser Syarial Hutasuhut, sutradara Rere S Rurut dan segenap pemain film tersebut. 

Mengambil latar di berbagai lokasi strategis seperti Markas Besar TNI AL di Jakarta, Pangkalan Utama TNI AL Surabaya, Gunung Bromo, Pantai Baruna Malang, serta kapal legendaris KRI Dewaruci dan KRI Karel Satsuitubun 356, film ini menghidupkan kembali semangat pengabdian prajurit laut dalam menghadapi ancaman pembajakan di  Selat Malaka.

Kisahnya berpusat pada Letkol Taufiq (Yama Carlos), seorang perwira TNI AL yang  tegas, disiplin, dan humanis. Taufiq memimpin operasi berisiko tinggi untuk  menyelamatkan kapal yang disandera perompak brutal, sambil menghadapi dilema  antara tanggung jawab sebagai ayah dan panggilan tugas sebagai pemimpin. 

Yama menggambarkan Letkol Taufiq sebagai sosok pemimpin militer ideal: kompeten, empatik, dan tak tergoyahkan. Melalui konflik batin dan kepemimpinannya yang menginspirasi, karakter ini merefleksikan keseimbangan antara kekuatan, kemanusiaan, dan dedikasi total pada bangsa.

Laksamana (HOR) (Purn) Achmad Taufiqoerrahman mengatakan, kisah ini mengangkat peristiwa yang terjadi pada tahun 2004, dan memang peristiwa penyelamatan sandera ini belum pernah berhasil di laut. Bila di pesawat, di darat banyak karena hanya 4 lantai, ini di laut ada 9 lantai dan apa yang dilakukan di laut lebih spektakuler, apalagi penyelamatan ini bukan oleh pasukan khusus.  

"Itu dilakukan oleh awak kapal perang yang saya latih saat itu. Dan situasi pun mendesak, saya juga tak mau menggunakan senjata berat yang ada di KRI seperti torpedo. Namun syukur Alhamdulliah kami mampu menyelamatkan sandera dengan sempurna", paparnya. 

Dikatakan, mungkin itu yang akan diangkat dalam film Hostage's Hero karena memang belum pernah ada Satuan-Satuan di dunia bagaimana awak kapal dilatih. Tapi itu tak pernah bisa dikisahkan ulang kalau tak ada rumah produksi, karena menurut pengakuannya dia bukan orang yang berkecimpung di dunia cinema. 

"Maka saya sepakat menggabungkan bahasa operasi dengan bahasa cinema, maka jadilah film tersebut", ujarnya. 

Sementara Irza eksekutif produser mengatakan, sebelum memulai produksi pihaknya mendengar penuturan Taufiq R selaku tokoh penting dan berjasa dalam peristiwa tersebut. Film ini bukan sekedar aksi tapi sebuah narasi nasionalisame yang mengingatkan keberanian dan cinta pada keluarga serta tanah air. 

Untuk itu dirinya berterimakasih pada seluruh orang yang terlibat dalam pembuatan film Hostage's Hero, karena peran mereka bukan peran yang biasa tapi menuntut keberanian, dan ini adalah wujud nyata dari semangat nasionalisme dan dedikasi untuk menghadirkan cerita otentik pada masyarakat.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas