Perdana Menteri Puji Warga Lumpuhkan Penembak di Pantai Bondi yang Tewaskan 11 Orang
Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW), Chris Minns, memuji aksi heroik seorang warga yang melumpuhkan penembak dalam insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025). Aksi tersebut dinilai menyelamatkan banyak nyawa di tengah situasi mencekam.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW), Chris Minns, memuji aksi heroik seorang warga yang melumpuhkan penembak dalam insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025). Aksi tersebut dinilai menyelamatkan banyak nyawa di tengah situasi mencekam.
“Seorang pria berjalan menghampiri penembak yang menembaki warga. Seorang diri dia melucuti senjatanya, mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan banyak nyawa orang lain,” ujar Minns, dikutip dari ABC Australia.
“Pria itu pahlawan sejati, dan saya tidak ragu ada banyak sekali orang yang selamat malam ini berkat keberaniannya,” lanjutnya.
Kantor berita AFP melaporkan, penembakan terjadi saat berlangsung acara tahunan Hanukkah Tepi Laut di Pantai Bondi, salah satu destinasi wisata paling populer di Sydney. Dalam peristiwa tersebut, dua pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah kerumunan, menewaskan 11 orang dan melukai puluhan lainnya.
Polisi NSW menyatakan insiden ini sebagai serangan teroris yang menargetkan komunitas Yahudi Australia pada hari pertama perayaan Hanukkah. Dari dua pelaku, satu orang dilaporkan tewas, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis.
Selain korban meninggal dunia, petugas medis darurat mengevakuasi sedikitnya 29 orang yang mengalami luka-luka ke sejumlah rumah sakit di sekitar Sydney. Polisi juga menemukan dugaan alat peledak rakitan di dalam sebuah kendaraan dekat lokasi kejadian, yang diduga terkait dengan pelaku yang tewas.
Pantai Bondi seketika berubah menjadi lokasi penuh kepanikan. Warga dan wisatawan berlarian menyelamatkan diri, meninggalkan barang-barang pribadi, termasuk kereta bayi, di tengah suara tembakan.
“Terjadi penembakan, dua penembak berpakaian hitam dengan senapan semi-otomatis,” ujar seorang turis asal Inggris, Timothy Brant-Coles, kepada AFP. Ia mengaku melihat sejumlah orang tertembak dan terluka di area pantai.
Saksi mata lainnya, Harry Wilson (30), warga setempat, mengatakan kondisi di lokasi sangat mengerikan. “Saya melihat setidaknya sepuluh orang tergeletak dan darah di mana-mana,” ujarnya kepada Sydney Morning Herald.
Seorang mahasiswa asal Chile, Camilo Diaz (25), juga menggambarkan kepanikan yang terjadi. “Kami mendengar tembakan. Mengejutkan, rasanya seperti sepuluh menit hanya suara ‘dor, dor, dor’. Sepertinya itu senjata berat,” katanya.
Siaran televisi ABC menampilkan gambar paramedis merawat korban di atas rerumputan yang menghadap ke pantai. Sebuah senjata yang diduga milik pelaku terlihat tergeletak di dekat pohon.
Pemerintah daerah Bondi melalui Dewan Waverley menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. “Doa dan simpati kami bersama siapa pun yang terkena dampak dari tindakan mengerikan ini, yang terjadi saat perayaan Hanukkah,” ujar juru bicara dewan.
Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki motif, kronologi detail kejadian, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam penembakan di Pantai Bondi. Operasi keamanan di sekitar lokasi diperketat, dan masyarakat diminta menjauhi area tersebut selama proses penyelidikan berlangsung.*