Corsec PNM: Pendampingan Usaha Jadi Kunci Ibu Prasejahtera Tumbuh dan Percaya Diri
Sekretaris Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Dodot Patria Ary, menegaskan komitmen PNM untuk terus hadir mendampingi ibu-ibu prasejahtera dalam menjalankan usaha demi menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. Momentum Hari Ibu menjadi pengingat pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, yang berjuang di tengah keterbatasan untuk menopang kehidupan keluarga.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Sekretaris Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Dodot Patria Ary, menegaskan komitmen PNM untuk terus hadir mendampingi ibu-ibu prasejahtera dalam menjalankan usaha demi menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. Momentum Hari Ibu menjadi pengingat pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, yang berjuang di tengah keterbatasan untuk menopang kehidupan keluarga.
Dodot menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan PNM tidak sekadar memberikan akses pembiayaan, tetapi juga memastikan para ibu tidak berjalan sendiri dalam mengelola usahanya. “Kami hadir untuk melayani dan mendampingi ibu-ibu dalam menjalani usahanya. Pendampingan ini kami bangun agar para ibu tidak berjalan sendiri, punya ruang untuk belajar, dan percaya diri dalam mengambil keputusan usaha,” ujar Dodot.
Ia menjelaskan, banyak ibu-ibu prasejahtera menghadapi tantangan berlapis, mulai dari keterbatasan modal, rendahnya literasi keuangan, hingga akses pasar yang terbatas. Meski demikian, semangat untuk bertahan dan terus belajar menjadi kekuatan utama mereka dalam menjaga usaha sederhana tetap berjalan.
Kelompok ibu inilah yang menjadi sasaran utama Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan PNM. Program ini menyasar pengusaha ultra mikro, yang mayoritas merupakan perempuan, melalui pembiayaan tanpa agunan disertai pendampingan usaha secara rutin dan berkelanjutan.
Pendekatan yang diterapkan PNM tidak berhenti pada pemberian modal. Dalam kesehariannya, para ibu nasabah Mekaar didampingi untuk memahami pengelolaan keuangan sederhana, mengenali kebutuhan pasar, serta menyesuaikan usaha dengan perubahan yang terjadi. Proses ini berjalan perlahan dan menyatu dengan peran mereka sebagai pengusaha sekaligus pengelola keuangan keluarga.
Dampak dari pendampingan tersebut mulai terlihat. Berdasarkan riset dampak pemberdayaan holding ultra mikro terhadap literasi keuangan yang dilakukan BRI Research Institute pada 2023, mayoritas nasabah Mekaar mengalami peningkatan ketahanan keuangan. Jika sebelumnya daya tahan finansial hanya berkisar satu hingga dua minggu, kini banyak yang mampu bertahan hingga satu sampai dua bulan berkat kebiasaan baru dalam mengatur pendapatan dan memprioritaskan kebutuhan.
Penguatan kapasitas ibu-ibu prasejahtera juga dilakukan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Melalui pelatihan literasi keuangan, literasi usaha, dan literasi digital, para ibu diperkenalkan pada pencatatan usaha sederhana, penyesuaian produk dengan tren pasar, hingga pemanfaatan kanal digital sebagai sarana pemasaran.
Dodot menambahkan bahwa pemberdayaan yang dijalankan PNM bertujuan membantu ibu-ibu prasejahtera untuk terus tumbuh dan memiliki kepercayaan diri dalam menjalankan peran gandanya. “Pemberdayaan ini bukan hanya soal usaha, tetapi juga tentang membangun ketahanan keluarga,” katanya.
Dalam semangat Hari Ibu, pendampingan berkelanjutan yang dilakukan PNM menjadi wujud apresiasi atas perjuangan para ibu yang memberi arti besar bagi keluarga. Setiap usaha yang dirintis dan setiap proses belajar yang dijalani menjadi bagian dari langkah bersama untuk tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaya.