Pembelajaran Kebijakan Publik di Lee Kuan Yew School of Public Policy: Sejauh Mana Membentuk Pola Pikir Mahasiswa?
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang dilaksanakan oleh Politeknik STIA LAN Jakarta di Singapura memasuki hari ketiga dengan agenda pembelajaran akademik di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National University of Singapore. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kunjungan internasional, setelah pada agenda awal rombongan Politeknik STIA LAN Jakarta mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang dilaksanakan oleh Politeknik STIA LAN Jakarta di Singapura memasuki hari ketiga dengan agenda pembelajaran akademik di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National University of Singapore. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kunjungan internasional, setelah pada agenda awal rombongan Politeknik STIA LAN Jakarta mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.
Bagi Program Studi Sarjana Politeknik STIA LAN Jakarta, kunjungan ke Lee Kuan Yew School of Public Policy menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berharga dalam memperkenalkan mahasiswa pada praktik kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan di tingkat global. LKYSPP dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan kebijakan publik terkemuka di Asia yang berperan penting dalam pengembangan kepemimpinan publik dan kebijakan berbasis bukti.
Dalam sesi pemaparan akademik, mahasiswa sarjana diperkenalkan pada konsep dasar kebijakan publik, peran pemerintah dalam pelayanan masyarakat, serta bagaimana kebijakan dirancang untuk menjawab kebutuhan publik secara efektif dan berkelanjutan. Pendekatan pembelajaran yang digunakan LKYSPP, melalui studi kasus nyata dan diskusi interaktif memberikan gambaran konkret bahwa kebijakan publik tidak hanya bersifat teoritis, tetapi memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
Yang menjadi nilai penting dalam pelaksanaan PkM Internasional ini adalah komitmen dan semangat kebersamaan seluruh peserta. Kegiatan Community Services di Singapura ini tidak menggunakan dana institusi, melainkan sepenuhnya dibiayai secara mandiri oleh mahasiswa dan dosen. Para peserta telah menabung selama satu semester penuh sebagai bentuk kesungguhan untuk dapat mengikuti kegiatan akademik dan pengabdian internasional ini. Hal tersebut mencerminkan dedikasi tinggi sivitas akademika Politeknik STIA LAN Jakarta dalam memperluas wawasan global dan meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus menanamkan nilai kemandirian dan tanggung jawab kolektif.
Kegiatan PkM Internasional ini didampingi oleh 8 orang dosen, di antaranya Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA., serta Dr. Nana Yuliana, Ph.D., Nila Kurniawati, SAP., MAP., Rindri Andewi Gati, S.AP., M.KP., Karnida Retta Ginting, SE., MM., Keisha Dinya Solihati, ST., M.A.B., Muhammad Rizki, SE., MM., dan Budi Priyono, SE., MM. Selain dosen, kegiatan ini juga didukung oleh 1 tenaga kependidikan, yaitu Martrisia Harikedua, ST., yang turut berperan dalam kelancaran pelaksanaan program.
Pembentukan Pola Pikir Aparatur Muda
Dari perspektif Program Studi Sarjana, kunjungan ini berperan penting dalam membentuk pola pikir awal mahasiswa sebagai calon aparatur dan pelayan publik masa depan. Mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan tata kelola pemerintahan Singapura tidak terlepas dari budaya kerja yang disiplin, profesional, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. Nilai-nilai tersebut ditanamkan sejak dini melalui pendidikan kebijakan publik yang menekankan etika, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kualitas layanan.
Pengalaman belajar di lingkungan internasional juga mendorong mahasiswa sarjana Politeknik STIA LAN Jakarta untuk memiliki wawasan global, sikap terbuka, serta kemampuan membandingkan praktik pemerintahan di Indonesia dengan negara lain. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter aparatur muda yang adaptif dan siap menghadapi tantangan perubahan di sektor publik.
Kegiatan ini memberikan penguatan terhadap proses pembelajaran di Program Studi Sarjana Politeknik STIA LAN Jakarta, khususnya dalam mata kuliah pengantar administrasi publik, kebijakan publik, dan pelayanan publik. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep dari ruang kelas, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana kebijakan dirancang dan dijalankan secara sistematis dalam konteks pemerintahan modern.
Melalui PkM Internasional ini, Politeknik STIA LAN Jakarta menegaskan komitmennya untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif kepada mahasiswa sarjana, dengan mengintegrasikan teori dan praktik global. Diharapkan, pengalaman akademik di Lee Kuan Yew School of Public Policy dapat menjadi inspirasi awal bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara aktif dalam pengembangan kebijakan dan peningkatan kualitas layanan publik di Indonesia di masa depan.