indonews

indonews.id

Gubernur Maluku Utara Dorong UMKM Naik Kelas, Perluasan Program PNM Mekaar Resmi Diluncurkan

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda secara resmi membuka agenda strategis bertajuk “Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan” yang digelar di Dhuafa Center, Ternate, Rabu (21/1). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda secara resmi membuka agenda strategis bertajuk “Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan” yang digelar di Dhuafa Center, Ternate, Rabu (21/1). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Acara yang melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tersebut dihadiri sekitar 600 peserta serta 20 pelaku UMKM lokal. Agenda utama kegiatan adalah peluncuran perluasan program pembiayaan PNM Mekaar yang secara khusus ditujukan bagi kaum perempuan di wilayah Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyoroti capaian ekonomi Maluku Utara yang dinilai sangat impresif. Pada Kuartal III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut tercatat mencapai 39 persen, tertinggi secara nasional. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dibarengi dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Kunci naik kelas adalah memahami literasi keuangan. Jangan sampai modal usaha terpakai untuk biaya gaya hidup,” tegas Gubernur Sherly. Ia juga mengapresiasi integritas para pelaku UMKM, khususnya kaum ibu di Maluku Utara, yang dinilai memiliki catatan kredit sangat baik tanpa adanya pembiayaan bermasalah.

Sementara itu, Direktur Bisnis PNM Kindaris menyampaikan komitmen perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan pembiayaan di Maluku Utara. Pada tahun 2026, PNM berencana menambah jumlah kantor cabang dari satu menjadi lima cabang yang akan tersebar di wilayah Tidore, Sofifi, Weda, dan Morotai.

“Target kami adalah menjangkau 10.000 nasabah baru dengan total penyaluran dana mencapai Rp50 miliar,” ujar Kindaris. Ia menambahkan, sejak berdiri pada 1999, PNM konsisten fokus pada penyediaan akses keuangan bagi segmen ultra mikro. Secara nasional, PNM saat ini telah melayani sekitar 12,2 juta nasabah aktif.

Apresiasi terhadap program PNM Mekaar juga datang dari pelaku usaha lokal. Mulyati Mahmud (50), pemilik usaha nasi kuning asal Kelurahan Moya yang telah menekuni usahanya selama 15 tahun, berharap program pembiayaan tersebut dapat terus berlanjut untuk membantu permodalan masyarakat kecil.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur Maluku Utara dan Direktur Bisnis PNM terkait pengembangan usaha ultra mikro dan mikro, serta peresmian pembukaan Unit Mekaar oleh Gubernur Sherly.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penayangan video dokumentasi penyaluran PNM Mekaar sebagai bukti nyata kontribusi PNM di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM Muhammad Firdaus, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara Adi Surahmat, pimpinan perbankan dan organisasi perangkat daerah, serta jajaran pimpinan PNM, termasuk Komisaris Independen Veronica Colondam dan Komisaris Ardhiya Pratiwi Setiawati.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas