Anak Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Tewas dalam Kecelakaan di Leuwiliang–Cigudeg
Kabar duka menyelimuti keluarga politisi senior asal Bogor, Jaro Ade. Putranya, Al Ridwan, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Leuwiliang–Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Senin (2/2/2026).
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Kabar duka menyelimuti keluarga politisi senior asal Bogor, Jaro Ade. Putranya, Al Ridwan, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Leuwiliang–Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Senin (2/2/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan terjadi saat Al Ridwan mengendarai sepeda motor Yamaha YZ 250 XF dari arah Jasinga. Setibanya di lokasi kejadian, korban berupaya mendahului sebuah truk tronton bernomor polisi F-8769-GW. Namun, manuver tersebut diduga berujung fatal setelah terjadi sentuhan dengan kendaraan besar tersebut.
“Informasi sementara, korban diduga berupaya mendahului sebuah truk tronton. Saat berupaya mendahului, diduga terjadi sentuhan dengan truk tersebut sehingga korban terjatuh,” ujar Ipda Ares Rahman saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sepeda motor korban sempat oleng sebelum terjadi benturan keras. Korban dan kendaraannya bahkan terseret di aspal hingga bagian belakang motor menghantam ban belakang kanan truk.
“Korban tidak bisa menguasai laju kendaraannya sehingga oleng dan jatuh. Kemudian kendaraan berikut pengendaranya terseret ke depan dan bagian belakang motor membentur bagian ban belakang kanan truk tronton,” jelasnya.
Setelah terpental ke sisi kanan jalan, warga bersama pihak keluarga segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Al Ridwan sempat mendapatkan penanganan medis di puskesmas dan kemudian dirujuk ke RSUD Leuwiliang. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka dalam yang dideritanya.
“Diduga akibat benturan tersebut, korban mengalami luka dalam dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit,” ungkap Ipda Ares.
Ia juga menyebutkan bahwa pihak kepolisian menerima laporan kejadian setelah proses evakuasi dilakukan secara mandiri oleh warga dan keluarga. Akibatnya, olah TKP baru dapat dilakukan setelah lokasi kejadian sempat dibersihkan.
“Laporannya memang terlambat karena korban sudah dievakuasi oleh warga dan keluarga. Namun kasus ini tetap masuk laporan dan tetap kami tangani,” pungkasnya.