Diseminasi Hasil Riset BRIN di UNHAN: Hasilkan Rekomendasi Lokasi Hunian yang Lebih Aman dan Berbasis Ilmiah
Melalui pendekatan multi-criteria decision analysis (MCDA) yang diperkuat machine learning, sistem ini mampu menghasilkan rekomendasi lokasi hunian yang lebih aman dan berbasis bukti ilmiah.
Reporter: very
Redaktur: very
Sentul, INDONEWS.ID –Berbagai bencana yang terjadi akhir-akhir ini mendorong para pakar mitigasi bencana untuk turun memberikan kontribusi.
Upaya memperkuat mitigasi gempa berbasis sains tersebut mengemuka dalam kuliah pakar dan diseminasi hasil riset Spatial Decision Support System Site Selection Rumah Tahan Gempa (SDSS Site-RTM) yang digelar Fakultas Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).
Forum akademik ini menampilkan capaian penelitian mutakhir para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diarahkan untuk mendukung perencanaan hunian tahan gempa di Indonesia.
"Kegiatan ini menegaskan pentingnya jembatan antara laboratorium riset dan implementasi kebijakan publik. Indonesia yang berada di kawasan seismik aktif membutuhkan pendekatan berbasis data dan analitik spasial untuk menekan risiko korban akibat kegagalan struktur bangunan," kata Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Dr. Ir. Albertus Sulaiman, S.Si., M.Si. melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
SDSS Site-RTM yang dikembangkan para peneliti BRIN di bawah koordinasi Ketua Tim Riset Prof. Dr. Dewayani Sutrisno, M.AppSc, merupakan platform berbasis web-GIS yang mengintegrasikan indikator kegempaan, kemampuan lahan, kerentanan wilayah terbangun, serta dimensi sosial-ekonomi masyarakat.

(Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Dr. Ir. Albertus Sulaiman, S.Si., M.Si. selaku pimpinan Rombongan. Foto: Ist)
Melalui pendekatan multi-criteria decision analysis (MCDA) yang diperkuat machine learning, sistem ini mampu menghasilkan rekomendasi lokasi hunian yang lebih aman dan berbasis bukti ilmiah.
Dalam sesi teknis, para peneliti memaparkan bagaimana teknologi machine learning, mulai dari Decision Tree, Random Forest, hingga Gradient Boosting dan pengantar deep learning dapat dimanfaatkan dalam analisis remote sensing untuk mendukung intelijen geospasial kebencanaan. Pendekatan ini dinilai krusial untuk meningkatkan presisi pemetaan risiko di wilayah rawan gempa.
Unhan RI dalam kegiatan ini berperan sebagai knowledge hub melalui penyelenggaraan kuliah pakar dan diseminasi, sekaligus memperkuat kapasitas akademik mahasiswa magister di lingkungan Fakultas Teknologi Pertahanan. Melalui demonstrasi operasional dan tutorial sistem, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan analitik spasial dalam mitigasi bencana.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer juga menegaskan pentingnya kolaborasi riset nasional dengan perguruan tinggi untuk mempercepat hilirisasi inovasi kebencanaan.

(Prof. Dr. Dewayani Sutrisno, M.AppSc selaku Ketua Team Peneliti. Foto: Ist)
Sementara itu, Dekan FTTP, Unhan RI menegaskan komitmen sebagai simpul diseminasi ilmu pertahanan berbasis riset nasional. Sementara BRIN terus mendorong penguatan inovasi geospasial untuk mendukung kebijakan mitigasi bencana yang lebih presisi dan adaptif.
"Ke depan, pengembangan SDSS Site-RTM diharapkan mencakup analisis cascading disaster, penguatan aspek sosial-kultural kesiapsiagaan, serta integrasi data real-time kebencanaan guna memperkuat ketahanan nasional menghadapi risiko gempa," tegas Prof. Dr. Dewayani Sutrisno, M.AppSc.
Turut hadir dan menjadi narasumber para peneliti BRIN dan mitra akademik, yaitu Muhammad Iqbal Habibie, S.Kom., M.T., Ph.D., Dr. Ati Rahadiati, S.Si., MSc., Prabu Kresna Putra, S.T., M.T.I., Deonysius Bryan Sencaki, S.T., M.ENV., Dr. Yosef Prihanto, S.Si., M.Si., dan para peneliti BRIN lainnya.
Dari pihak Unhan RI, kegiatan ini dihadiri para Kepala Program Studi Magister Teknologi Pertahanan, dosen, serta mahasiswa S2 Fakultas Teknologi Pertahanan. Kolonel Laut (E) Dr. Ir. H.A. Danang R., S.Si., M.T., M.Tr.Opsla., CEH., CSBA., IPM., ASEAN Eng., selaku Kaprodi Rekayasa Pertahanan Siber, hadir mewakili Dekan FTTP Unhan RI Prof. Dr. Henry Setiyanto, S.Si., M.T.