Spirit Bangkit, Generasi Baru Bicara
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Grup musik legendaris Spirit Band memastikan dirinya belum selesai. Lewat proyek bertajuk Spirit 86 Reborn, nama besar yang pernah mewarnai perjalanan jazz Indonesia itu resmi kembali menyapa publik dalam showcase perdana di Ra Suites Hotel, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (16/02) malam.
Di bawah komando pendirinya, Eramono Soekarjo, Spirit lahir kembali dengan wajah berbeda. Mayoritas personel kini berasal dari generasi muda yang tumbuh bersama derasnya arus digital. Namun satu hal dipastikan: ruh Spirit tetap utuh.
Dua lagu yang pernah melejitkan nama mereka, “Bayang-bayang Semu” dan “Ilusi: Kau Ini Siapa?”, diperkenalkan ulang dengan kemasan baru. Jazz kontemporer bertemu pop modern, menciptakan warna segar tanpa mencabut akar historinya.
Bagi Eramono, proyek ini sama sekali bukan perjalanan bernama nostalgia. Ia menolak terjebak romantisme masa lalu. Spirit, katanya, harus hidup di zamannya para pemain hari ini.
Ide kebangkitan tersebut muncul dari obrolan ringan di podcast sekitar setahun lalu. Awalnya ia ragu, bahkan sempat bertanya-tanya apakah Spirit masih punya nilai di tengah banjir musik baru. Keraguan itu sirna setelah tim di belakang layar terus mendorong dan meyakinkannya bahwa Spirit justru semakin dicari.
Formasi lama pun tidak ditarik kembali. Para senior dianggap sudah memiliki dunianya masing-masing. Spirit 86 Reborn kemudian menjadi ruang estafet, termasuk dengan hadirnya sang putra, Adrian Eramono, yang ikut membawa energi baru di departemen gitar.
Meski pemain berganti, kendali tetap berada di tangan Eramono. Ia menjaga aransemen dengan disiplin karena sebagian besar materi adalah karyanya sendiri. Pembaruan dilakukan pada sound dan pendekatan produksi, sementara karakter tetap dipertahankan. Baginya, musik harus berkembang, tetapi identitas tidak boleh hilang.
Yang membuatnya terharu, para musisi muda itu ternyata tumbuh bersama karya Spirit. Mereka kerap tak percaya kini berada di atas panggung yang dulu hanya bisa ditonton lewat YouTube. Momen itu menghadirkan kebanggaan sekaligus rasa hangat bagi sang pendiri.
Eramono juga menyadari lanskap jazz hari ini semakin bersinggungan dengan kepentingan industri. Sponsor dan komersialisasi menjadi bagian tak terpisahkan. Namun ia memilih melihatnya sebagai dinamika zaman. Musik tetaplah ruang kebebasan selama para pelakunya saling menghormati.
Tak hanya tampil, Spirit 86 Reborn membawa misi besar: merapikan katalog lama agar pengelolaan hak cipta dan royalti digital berjalan semestinya.
Setelah sejumlah karya dibereskan, target berikutnya adalah melahirkan lagu-lagu baru sebagai penanda bahwa Spirit bukan hanya hidup kembali, tetapi siap melangkah maju.
Pada akhirnya, Eramono merasa perannya kini berubah. Ia bukan lagi sekadar pemain, melainkan pengantar generasi berikutnya. Jika Spirit bisa terus menyala lewat tangan anak-anak muda, maka misinya dianggap tuntas.
Saat ini Spirit 86 Reborn diperkuat oleh Eramono di keyboard, Markov Cornelius Sembel pada saksofon, Moody Wijaya di bass, Adrian Eramono sebagai rhythm guitarist, Archieta Aditya di drum, dan Lili Amelia di lini vokal.
Seluruh perjalanan baru ini berada dalam naungan OHMYJAZZ! Management, yang siap membawa Spirit memasuki babak berbeda di industri musik nasional.