KIAT SEORANG DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPO MENUNTASKAN TUGAS SAMBIL MELANCONG KE LUAR NEGERI
KIAT SEORANG DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPO
MENUNTASKAN TUGAS SAMBIL MELANCONG KE LUAR NEGERI
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Berbagai cara ditempuh dosen dalam mengurangi kemonotonan. Ada dosen yang mengajar di kantin kampus, kafe, atau mungkin di ruang terbuka seperti taman. Ruang kelas yang “dingin” sering tidak ramah-pembelajaran. Demikian pula dengan penyelsaian tugas dosen seperti mengoreksi ujian, mengisi BKD (Beban Kerja Dosen), atau membaca disertasi, tidak selalu dilakukan di ruang kerja atau perpustakaan.
Seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Palopo (UMP) yang juga Kepala Program Studi Pedagogi, bernama Harmita Sari, Ph.D. (33 tahun) belum lama ini (9—17 Februari) telah bepergian ke Thailand dan Vietnam sendirian. Sosok pekerja keras dan selalu menekankan fokus dalam bekerja ini agaknya memilih luar negeri sebagai caranya menuntaskan pekerjaan. Dalam instagramnya, ada satu momen ketika ia menyelesaikan dua tugas yang memasuki tenggat, diselesaikan sambil ngopi di sebuah kafe tua di Ho Chi Min.
Tentu saja, Thailand dan Vietnam juga dieksplorasinya, ditemani teman spesialnya. Di Bangkok, misalnya, ia menikmati udara malam di Asiatique-The Riverfront, Wat Arun, JODD Fairs, dan tentu naik gajah kesukaannya. Di Vienam, Terowongan Cu Chi yang bersejarah juga dikunjungi serta bangunan-bangunan kolonial seperti Kantos Pos.
Dosen cantik ini tampak sangat menikmati alam dan budaya kedua negara Asia Tenggara itu dan dia ingin terus bepergian karena hobinya. Bagaimana pun, jika melancong seperti ini tidak sekadar menengok budaya lain tapi juga untuk menyelsaikan tugas, alangkah bermaknanya perjalanan tersebut.
Yang barangkali menjadi kendala untuk melakukan dua hal ini agaknya pada faktor biaya. Dalam tayangan di instagramnya, tidak jelas sumber dana yang ia pakai, padahal pasti tidak murah. Bisa jadi dari uang tabungannya, sumbangan dari lembaganya, atau mungkin juga dari teman spesialnya itu. Tentu saja, ini kiat lain dalam mengumpulkan pundi-pundi dana.