indonews

indonews.id

Iran Tak Gentar, IRGC Bombardir Kompleks Pemerintahan hingga Pusat Militer Israel

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal ke sejumlah titik strategis di Israel, Senin (1/3). Target serangan mencakup kompleks pemerintahan di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta wilayah Yerusalem Timur.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal ke sejumlah titik strategis di Israel, Senin (1/3). Target serangan mencakup kompleks pemerintahan di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta wilayah Yerusalem Timur.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah dan dikutip AFP, IRGC menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari “gelombang kesepuluh” operasi balasan terhadap agresi Amerika Serikat dan Israel.

“Di antara target gelombang serangan kesepuluh ini adalah kompleks pemerintah rezim Zionis di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta Yerusalem Timur,” demikian pernyataan Garda Revolusi.

Yerusalem Timur sendiri merupakan wilayah berpenduduk mayoritas Arab yang diklaim Palestina sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

IRGC menyatakan rudal balistik Kheibar digunakan dalam serangan tersebut. Sistem rudal jarak menengah itu diklaim memiliki daya jelajah dan daya hancur tinggi, serta dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara lawan.

Serangan ini merupakan respons langsung atas operasi udara besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (27/2), yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Media semi-pemerintah Fars News Agency, yang dikutip Al Jazeera, melaporkan pemerintah Iran menetapkan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari libur nasional menyusul kematian Khamenei.

Menurut keterangan Kedutaan Besar Iran di Jakarta, serangan udara tersebut juga menghantam sekolah-sekolah dan kawasan sipil. Ratusan warga dilaporkan tewas, termasuk hampir 200 anak perempuan di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab.

Selain Khamenei, sejumlah pejabat tinggi turut menjadi korban, di antaranya Menteri Pertahanan Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Mohammed Pakpour.

Tak lama setelah serangan tersebut, Iran meluncurkan gelombang rudal balasan yang diklaim menargetkan 27 pangkalan militer AS di Timur Tengah serta sejumlah aset pertahanan Israel.

Aksi saling serang ini meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka berskala besar di kawasan. Dengan kedua pihak menunjukkan sikap keras dan tanpa tanda-tanda meredakan tensi, situasi di Timur Tengah kini berada di titik paling genting dalam beberapa tahun terakhir.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas