Israel Ultimatum Hizbullah, Naim Qassem Jadi Target Berikutnya
Israel meningkatkan eskalasi konflik dengan Hizbullah setelah menyatakan secara terbuka bahwa pemimpin kelompok tersebut, Naim Qassem, menjadi target serangan berikutnya. Ultimatum itu disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyusul rangkaian serangan udara ke wilayah Lebanon.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Israel meningkatkan eskalasi konflik dengan Hizbullah setelah menyatakan secara terbuka bahwa pemimpin kelompok tersebut, Naim Qassem, menjadi target serangan berikutnya. Ultimatum itu disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyusul rangkaian serangan udara ke wilayah Lebanon.
Dalam pernyataannya yang dikutip Al Jazeera, Katz menegaskan bahwa Sekretaris Jenderal Hizbullah tersebut kini masuk dalam daftar sasaran utama militer Israel.
“Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, kini menjadi target untuk dilenyapkan,” ujar Katz.
Qassem diketahui menggantikan posisi Hassan Nasrallah, yang tewas dalam serangan Israel pada 27 September lalu. Pergantian kepemimpinan itu terjadi di tengah memanasnya konflik antara Israel dan kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon tersebut.
Sebelumnya, jet tempur Israel melancarkan pemboman ke sejumlah wilayah di Lebanon. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 31 orang. Aksi militer itu dilakukan setelah Hizbullah menembakkan rudal dan drone ke sebuah pangkalan militer Israel di dekat Haifa, wilayah utara negara tersebut.
Hizbullah menyatakan serangan ke Israel merupakan bentuk pembalasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan yang diklaim melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
Ketegangan yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah, terutama dengan keterlibatan aktor-aktor regional yang memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas kawasan.