indonews

indonews.id

Ramadan Jadi Peluang Emas, Bazar Cici Rosa Perluas Akses Pasar Ribuan Nasabah PNM

Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Fenomena yang berlangsung setiap tahun ini bukan sekadar kebiasaan musiman, melainkan telah menjadi penggerak ekonomi rakyat.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Fenomena yang berlangsung setiap tahun ini bukan sekadar kebiasaan musiman, melainkan telah menjadi penggerak ekonomi rakyat. Sejumlah survei perilaku konsumen selama Ramadan menunjukkan pengeluaran masyarakat untuk makanan dan minuman meningkat signifikan, terutama pada jam-jam menjelang magrib.

Momentum ini pun menjadi peluang emas bagi pelaku usaha ultra mikro, khususnya di sektor kuliner.

Melihat potensi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menggelar program Cici Rosa (Cicip-Cicip Produk Nasabah Mekaar) di seluruh cabangnya. Program ini melibatkan ribuan nasabah binaan PNM Mekaar yang memiliki usaha kuliner, mulai dari makanan ringan, gorengan, es podeng, ayam geprek, gado-gado, hingga aneka menu khas berbuka puasa lainnya.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sejak sore hari, pengunjung memadati area bazar Cici Rosa untuk berburu takjil sekaligus mendukung produk-produk lokal hasil karya perempuan prasejahtera binaan PNM. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi jual beli, tetapi juga ruang interaksi hangat antara nasabah dan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa Cici Rosa merupakan ruang yang disiapkan perusahaan agar para nasabah kuliner dapat memasarkan produknya secara lebih luas.

“Melalui Cici Rosa, kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman bagi ibu-ibu nasabah untuk menjual hasil usahanya. Tidak hanya menyediakan lokasi, kami juga ikut membantu mengenalkan dan mempromosikan produk mereka agar semakin banyak yang membeli. Harapannya, dagangan mereka semakin laris dan usaha mereka terus berkembang,” ujar Dodot.

Program Cici Rosa menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membuka peluang dan memperluas keberkahan. Di tengah semarak tradisi berburu takjil, PNM menghadirkan akses pasar yang nyata bagi perempuan prasejahtera agar produknya semakin dikenal, omzet meningkat, dan roda ekonomi keluarga terus berputar.

Ramadan pun menjadi momentum kolaborasi antara semangat berbagi, tradisi kuliner, dan penguatan usaha ultra mikro yang berdampak langsung bagi perekonomian keluarga Indonesia.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas