indonews

indonews.id

Hadapi Liga Champions Lawan Chelsea, Pelatih PSG Luis Enrique Cemas

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique cemas dengan kondisi skuad besutannya menjelang laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (12/3) pekan ini. 

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
zoom-in Hadapi  Liga Champions Lawan Chelsea, Pelatih PSG Luis Enrique Cemas
Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique cemas dengan kondisi skuad besutannya menjelang laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (12/3) pekan ini.

Jakarta, INDONEWS.ID- Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique cemas dengan kondisi skuad besutannya menjelang laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (12/3) pekan ini.

Kecemasan pelatih asal Spanyol itu bukan tampa alasan. Ini terkait kekalahan yang mereka alami pada laga domestik melawan Monaco pada Sabtu (7/3) kemarin.

Bermain di hadapan publik sendiri, PSG kalah dengan skor memalukan yaitu kalah 1-3 dari tim temu Monaco.

Kekalahan ini menjadi penanda buruk bagi raja Liga Prancis itu saat mereka sedang mempersiapkan diri menghadapi laga internasional.

Kekalahan 1-3 di kandang sendiri berdampak pada runtuhnya moral bertanding pasukan Luis Enrique.

Hasil ini menunjukkan penurunan performa yang mengkhawatirkan bagi juara Eropa, persis di ambang laga laga melawan Chelsea.

Chelsea sendiri datang dengan nama besar sebagai sang juara Piala Dunia Antarklub  yang mengalah PSG di final pada 2025 kemarin.

Saat melawan Monaco,  pemain PSG tampak menurun jauh dari performa terbaik mereka.

Meskipun Bradley Barcola mencetak gol, penampilan mereka diwarnai oleh kesalahan-kesalahan yang tidak biasa dan kurangnya semangat kompetitif.

Ini menjadi penanda buruk karena mengalah kekalahan kandang pertama dengan skor telak  musim ini.

Kekalahan ini menimbulkan keraguan apakah Dembele dkk bisa mempertahankan gelar mereka di panggung Eropa.

Saat berbicara kepada L`Equipe, Enrique menyampaikan kecemasan terkait keterpurukan mental timnya.
Ia menegaskan bahwa kekalahan itu jelas mempengaruhi kondisi mental para pemain.

"Ketika ada masalah, pikiran yang pertama kali terganggu. Itu hal yang biasa. Itu perasaan aneh, buruk, tapi kamu harus tahu bahwa itu hanya satu pertandingan," ujarnya.

"Kamu selalu mencari kunci untuk memahami mengapa kamu bisa gagal, tapi itu multi faktorial. Keyakinan bukanlah sesuatu yang bisa dibeli... kamu harus membangunnya hari demi hari".

Menurut mangan pelatih Barcelona itu, kekalahan 1-3 dari Monaco menyulitkan timnya. "Kami dalam kesulitan, tapi kita harus tetap berharap untuk mengubahnya," tandasnya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas