indonews

indonews.id

Arab Saudi Peringatkan Iran: Serangan ke Infrastruktur Energi Bisa Picu Balasan Militer

Arab Saudi Peringatkan Iran: Serangan ke Infrastruktur Energi Bisa Picu Balasan Militer

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah Arab Saudi memperingatkan Iran agar tidak terus melancarkan serangan yang menyasar wilayah kerajaan maupun sektor energi strategisnya.

Riyadh menegaskan bahwa serangan berkelanjutan dapat memaksa Arab Saudi mengambil langkah balasan, termasuk membuka kemungkinan dukungan militer dari Amerika Serikat.

Peringatan tersebut disampaikan kepada pemerintah Teheran di tengah meningkatnya ketegangan konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan Asia One yang mengutip empat sumber yang mengetahui masalah tersebut, pesan keras itu disampaikan Arab Saudi sebelum pidato Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Sabtu (7/3/2026).

Dalam pidatonya, Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk atas tindakan Iran yang memicu kemarahan regional setelah beberapa serangan mengenai sasaran sipil.

Dua hari sebelum pidato tersebut, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, untuk menjelaskan posisi resmi Riyadh.

Dalam komunikasi tersebut, Arab Saudi menegaskan tetap mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Riyadh juga membuka diri terhadap segala bentuk mediasi yang dapat meredakan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat.

Namun demikian, sumber-sumber diplomatik menyebutkan bahwa Arab Saudi memberikan garis merah yang jelas. Jika serangan Iran terhadap wilayah kerajaan atau fasilitas energi strategis terus berlanjut, maka Riyadh tidak akan ragu mengambil langkah balasan.

Sumber tersebut juga menegaskan bahwa sejauh ini Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya tidak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah udara maupun teritorial mereka untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Meski begitu, situasi dapat berubah jika keamanan kerajaan terancam. Pangeran Faisal disebut menyampaikan bahwa apabila serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi terus terjadi, Riyadh dapat membuka kemungkinan bagi pasukan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk operasi militer.

Selain itu, Arab Saudi juga memastikan tetap menjalin komunikasi dengan Iran melalui jalur diplomatik. Kerajaan mempertahankan kontak rutin dengan Teheran melalui duta besarnya sejak dimulainya kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Operasi militer tersebut dimulai setelah runtuhnya perundingan mengenai program nuklir Iran, yang semakin memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas