indonews

indonews.id

Anak Sulit Lepas dari Gim? Psikiater Ingatkan Bahaya yang Sering Diremehkan Orang Tua

Anak Sulit Lepas dari Gim? Psikiater Ingatkan Bahaya yang Sering Diremehkan Orang Tua

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Kebiasaan anak bermain gim yang tampak biasa saja bisa berkembang menjadi masalah serius jika tidak diawasi dengan baik. Para ahli kesehatan jiwa mengingatkan bahwa kecanduan gim memiliki dampak yang tidak kalah serius dibanding bentuk adiksi lainnya.

Psikiater subspesialis adiksi, Dr. dr. Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ(K) menjelaskan bahwa salah satu ciri utama anak yang sudah mengalami kecanduan adalah ketidakmampuan mengendalikan waktu penggunaan gim maupun gawai.

Menurutnya, kondisi ini terlihat ketika aktivitas bermain menjadi prioritas utama dalam kehidupan anak. Misalnya, anak langsung membuka gim begitu bangun tidur, atau menunda waktu istirahat hanya untuk melanjutkan permainan.

Lebih jauh, Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu menyebutkan bahwa perilaku tersebut biasanya tetap berlangsung meskipun sudah menimbulkan dampak negatif.

Beberapa di antaranya seperti prestasi sekolah yang menurun, konflik dengan orang tua, hingga tindakan ekstrem seperti mengambil uang tanpa izin demi membeli item di dalam gim.

Dalam sejumlah kasus yang ditemui, anak tetap melanjutkan aktivitas bermain walaupun orang tua mengalami kerugian secara finansial. Hal ini menunjukkan bahwa gim sudah menjadi prioritas utama yang sulit dihentikan.

Kristiana menilai masih banyak orang tua yang belum menyadari seriusnya masalah ini. Sebagian bahkan menganggap kecanduan gim lebih ringan dibandingkan penyalahgunaan narkoba. Padahal, secara medis keduanya dapat memberikan efek yang sama terhadap fungsi otak, kondisi fisik, serta kehidupan sosial anak.

Ia juga menjelaskan bahwa anak yang sudah terjebak dalam kecanduan biasanya tidak menyadari bahwa dirinya memiliki masalah. Gim dianggap sebagai aktivitas yang sangat menyenangkan sekaligus menjadi ruang pelarian dari tekanan kehidupan sehari-hari.

Melalui karakter atau avatar dalam permainan, anak bahkan bisa membangun identitas yang mereka inginkan sehingga semakin sulit untuk berhenti.

Karena itu, Kristiana menyarankan orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Jika penggunaan gim sudah berlebihan dan sulit dikendalikan, langkah terbaik adalah mencari bantuan dari tenaga profesional.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting untuk membantu anak menyadari kondisi yang sedang dialaminya serta mengembalikan keseimbangan aktivitas sehari-hari.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas