Berbagi di Bulan Ramadan, Icha Marisa Ajak Masyarakat Perbanyak Sedekah
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang digelar dengan penuh kehangatan. Dalam kegiatan tersebut, ratusan anak yatim menerima santunan sebagai bagian dari upaya memperbanyak amal di bulan yang penuh berkah.
Sekitar 500 anak yatim diundang untuk berbuka puasa bersama. Dalam kegiatan itu juga disalurkan bantuan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus pengingat bahwa Ramadan merupakan momen terbaik untuk memperbanyak sedekah dan ibadah.
Icha Marisa mengatakan, berbagi kepada sesama bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bentuk penghambaan kepada Tuhan. Ia mengaku selalu berusaha memaknai Ramadan seolah menjadi Ramadan terakhir dalam hidupnya, sehingga setiap kesempatan dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin.
“Kalau saya pribadi selalu membayangkan seolah ini Ramadan terakhir. Jadi kita harus jadi manusia yang lebih baik, lebih banyak sedekah, lebih banyak ibadah, dan lebih banyak membantu orang lain,” ujarnya.
Ia juga meyakini bahwa kebahagiaan orang lain yang terbantu melalui sedekah menjadi jalan datangnya keberkahan. Baginya, membuat orang lain tersenyum adalah salah satu cara untuk meraih ridha Tuhan.
Dalam aktivitas bisnis yang dijalankannya, ia bahkan memiliki komitmen khusus dengan menyisihkan sebagian keuntungan perusahaan untuk kegiatan sosial. Dana tersebut dipisahkan dalam rekening khusus yang disebut sebagai “jatah untuk Tuhan”, yang kemudian digunakan untuk berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk santunan seperti yang dilakukan saat ini.
“Kalau kita kerja sama dengan manusia mungkin sukses, tapi kalau kita kerja sama dengan Tuhan, insyaAllah pasti ada keberkahan. Karena itu di setiap perusahaan saya selalu ada bagian yang memang disisihkan untuk sedekah,” jelasnya.
Ia juga mengaku sering membagikan aktivitas berbagi di media sosial. Meski sempat khawatir dianggap pamer, ia berharap konten tersebut justru dapat menjadi pengingat dan motivasi bagi masyarakat untuk ikut berbagi kepada sesama.
Menurutnya, sedekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Ia percaya bahwa semakin banyak memberi, maka semakin besar pula rezeki yang akan digantikan oleh Tuhan.
Pengalaman spiritual juga semakin menguatkan keyakinannya tentang kekuatan sedekah. Ia mencontohkan bagaimana doa-doanya saat menjalankan ibadah haji dan umrah kemudian diikuti dengan datangnya rezeki yang tidak disangka-sangka.
Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, ia memastikan kegiatan berbagi akan terus dilakukan. Bahkan ia mengaku hampir setiap hari berusaha menyalurkan sedekah, baik secara langsung maupun melalui transfer untuk kemudian dibagikan kepada yang membutuhkan.
“Ramadan itu jangan sampai kita sia-siakan. Banyak orang yang sudah meninggal ingin hidup kembali hanya untuk merasakan Ramadan. Jadi seharusnya kita sedih ketika Ramadan pergi, bukan malah terlalu senang menunggu Lebaran,” tuturnya.
Melalui kegiatan santunan dan berbagai aksi sosial lainnya, ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi dan memanfaatkan momentum Ramadan sebagai waktu terbaik untuk menebar kebaikan.