Philippine Halal Industry Summit 2026: CSED-INDEF Usul Ekosistem Ekonomi Halal Bagi Filipina
Dalam sesi pagi tersebut, Murniati Mukhlisin menyoroti potensi ekonomi yang signifikan dari sektor halal di Filipina, terutama dengan mempertimbangkan konsentrasi masyarakat Muslim di Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM) dan berbagai pusat perkotaan.
Reporter: very
Redaktur: very
Filipina, INDONEWS.ID - Rangkaian acara Philippine Halal Industry Summit 2026 ("Halal Horizons Philippines") memasuki hari kedua di New World Makati Hotel, dengan memusatkan perhatian pada pengembangan ekosistem halal melalui keuangan syariah, pertanian, UMKM, dan pariwisata.
Prof. Murniati Mukhlisin, memaparkan presentasi bertajuk "Strengthening the Halal Ecosystem through Islamic Finance: Opportunities for Inclusive and Sustainable Growth in the Philippines" (Memperkuat Ekosistem Halal melalui Keuangan Syariah: Peluang untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan di Filipina).
Dalam sesi pagi tersebut, Murniati Mukhlisin menyoroti potensi ekonomi yang signifikan dari sektor halal di Filipina, terutama dengan mempertimbangkan konsentrasi masyarakat Muslim di Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM) dan berbagai pusat perkotaan.
Berdasarkan Philippine Halal Industry Development Strategic Plan 2024–2028, pemerintah menargetkan investasi terkait sektor halal sekitar ₱230 miliar dan penciptaan 120.000 lapangan kerja baru dalam kurun waktu lima tahun.
Meskipun memiliki sumber daya pertanian, kelautan, dan alam yang cukup besar, Filipina masih menghadapi kesenjangan dalam kapasitas produksi halal domestik dan masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan pasar halal.
Departemen Perdagangan dan Industri Filipina (Department of Trade and Industry/DTI) sebelumnya melaporkan impor produk halal sekitar USD 120 juta, yang menunjukkan besarnya peluang untuk memperkuat produksi dalam negeri dan mengembangkan rantai nilai halal Filipina.
Murniati menekankan pentingnya keselarasan antara produk dan sumber pembiayaan produk halal. “Integritas halal tidak akan lengkap jika makanan di atas piring itu halal, tetapi modal yang membiayainya dibangun di atas eksploitasi,” ujar Murniati yang mewakili Center of Sharia Economic Development (CSED) INDEF.
Turut memaparkan potensi sektor ini, Undersecretary for Mindanao Affairs Finance, Management, and Administration Office Department of Agrarian Reform Amihilda J. Sangcopan dan Undersecretary for the Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao and Mindanao Concerns Department of Agriculture Zamzamin L. Ampatuan yang membahas peluang investasi dan pengembangan agrikultur halal.
Melengkapi sesi tersebut, President/Chief Executive Officer Halal International Chamber of Commerce and Industries of the Philippines, Inc. (HICCIP) Alexander M. Sultan yang menyoroti peran penting badan-badan sertifikasi halal.
Upaya pemberdayaan tingkat akar rumput dan UMKM dilanjutkan oleh Chief Executive Officer Arkat LawanenAmielyn "Asliyah" M. Limbona, perwakilan Prime Asia Pacific Mary Jane Alvero, serta Chancellor for Education Center of Culinary Arts Ma. Veritas F. Luna, RND, PhD, yang mengeksplorasi keunggulan kuliner serta kepatuhan syariah bagi wirausaha.
Memasuki sesi siang mengenai pariwisata halal, Associate Advisor International Engagement Kazai Ideas Mr. Saifol Bahli mengangkat isu pelayanan dengan menjabarkan perbedaan seputar layanan perhotelan "Halal vs Muslim Friendly" (Halal vs Ramah Muslim).
Menyambung pentingnya standar perhotelan, Director Halal Concept, Operations and Business Development Fairmont Makati Violet Maher menekankan esensi dari pelayanan: "Halal lebih besar dari sekadar makanan. Semuanya tentang kepercayaantamu sejak awal".
Sesi pariwisata ini juga diperkaya oleh Chief Executive Officer Philippine Heritage Kitchen Chef Regina "Reggie" M. Aspiras yang membahas pariwisata kuliner.
Sebagai puncak komitmen kerja sama, agenda dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Sekretaris NCMF dengan Pimpinan Sakinah Finance, serta NCMF dengan Managing Partner Kazai Innovative Ideas Solution.
Hari kedua ini diakhiri dengan penganugerahan sertifikat akreditasi yang dipimpin oleh Komisaris NCMF Dr. Abunnapis O. Abdulmajid, SCL, yang semakin mengukuhkan komitmen Filipina dalam membangun ekosistem halal yang kompetitif. *