Dibayangi Zona Merah, PSIM Gunakan Waktu Jeda Internasional untuk Evaluasi
Posisi PSIM Yogyakarta di klasemen sementara Liga Super berada di peringkat 14, selisih 1 poin dari penghuni zona merah.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID- Posisi PSIM Yogyakarta di klasemen sementara Liga Super berada di peringkat 14, selisih 1 poin dari penghuni zona merah.
Kinerja buruk tim perlu dievaluasi guna menjauh dari bayang-bayang zona merah. Masa jeda internasional dua pekan menjadi momen evaluasi.
Hal itu disampaikan oleh Manajer tim Iksan Maharm. Ia mengatakan masa jeda internasional selama lebih dari dua pekan akan dimanfaatkan timnya untuk melakukan evaluasi.
Iksan menjelaskan tim akan melakukan penilaian kinerja setelah melalui tiga pertandingan di kompetisi BRI Super League musim ini.
Manajemen klub bersama jajaran pelatih sepakat mengambil langkah evaluasi untuk menyikapi rentetan catatan minor belakangan ini.
"Kami hanya mengumpulkan satu poin dari satu hasil seri serta dua kekalahan beruntun sehingga evaluasi menyeluruh dari sisi teknis maupun nonteknis mutlak kami lakukan," kata Iksan, di laman resmi klub, Selasa, (22/9).
Pada tiga pertandingan awal liga musim ini, PSIM Yogyakarta bermain imbang dengan Persita Tangerang, lalu takluk dari Persebaya Surabaya dan Madura United.
Evaluasi perlu dilakukan demi peningkatan performa saat lanjutan laga kompetisi BRI Super League 2026/2027 kembali bergulir awal bulan depan.
"Jeda libur sementara ini kami jadikan momen reset berharga. Tim harus bisa kembali bekerja ekstra keras memperbaiki performa secara menyeluruh saat berlaga melawan Persija nanti," ujar Iksan.
Saat ini, lanjut Iksan, tim telah diliburkan sejak 18 September lalu dan akan kembali berkumpul pada 26 September mendatang.
"Keputusan ini kami ambil karena kompetisi memasuki jeda internasional FIFA Matchday sehingga rentang waktu menuju pertandingan selanjutnya melawan Persija pada 10 Oktober terbilang cukup panjang," kata Iksan.