indonews

indonews.id

Masa Depan Indonesia tak Dibangun lewat Teknologi juga Lewat Kebudayaan

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Masa depan Indonesia tidak hanya dibangun melalui teknologi, ekonomi dan infrastruktur fisik. Ada satu kekuatan yang dinilai jauh lebih mendasar: kebudayaan.

Gagasan itu mengemuka dalam silaturahmi kebudayaan antara Moh. Shofan, penggagas Teras Kebinekaan, dengan Erwiyantoro alias Mbah Coco Owner Radio Bola,Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan tentang bagaimana kebudayaan dapat menjadi energi untuk menjaga Indonesia tetap terhubung di tengah keberagaman.

Bagi Shofan, Indonesia bukan sekadar negara dengan ratusan suku, bahasa, agama dan tradisi. Kebinekaan merupakan fondasi moral yang membuat masyarakat Indonesia dapat hidup sebagai satu keluarga besar.

"Kebhinekaan harus menjadi infrastruktur moral. Walaupun berbeda keyakinan, suku, budaya dan bahasa, kita berada di bawah payung kultural yang sama, yaitu bangsa Indonesia," ujar Shofan di Markas Teras Kebinekaan Parung Bogor,Kamis(23/9)

Ia menilai kebudayaan memiliki kemampuan menjangkau masyarakat secara lebih luas karena sifatnya yang lentur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bahasa, seni, tradisi, musik, sastra, hingga kearifan lokal menjadi pintu masuk untuk membangun percakapan antargenerasi dan antarkelompok.

"Budaya itu lentur. Strategi kebudayaan adalah salah satu jalan yang sangat mungkin untuk terkoneksi dengan anak-anak bangsa yang tersebar di seluruh Nusantara," kata Penulis Buku Rhoma Irama : Politik Dakwah dalam Nada yang diterbitkan Imania pada tahun 2013

Teras Kebinekaan dan Ruang Pertemuan

Shofan menjelaskan, nama Teras Kebinekaan lahir dari gagasan tentang sebuah ruang terbuka untuk bertemu dan bertukar pikiran.

Teras bukan ruang eksklusif. Siapa pun dapat datang, duduk, berbicara dan mendengarkan.

Filosofi tersebut menjadi dasar untuk membangun sebuah gerakan kebudayaan yang tidak dibatasi oleh latar belakang agama, suku maupun kelompok.

Menurut Shofan, kebudayaan Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang kearifan lokal masyarakat Nusantara.

Berbagai nilai yang diwariskan leluhur menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa dan dapat terus menemukan relevansinya di tengah kehidupan modern.

Karena itu, ia membayangkan Teras Kebhinekaan sebagai ruang yang kelak dapat melahirkan berbagai program kebudayaan, mulai dari forum pemikiran, pertunjukan seni, festival Nusantara, hingga ruang kreatif bagi generasi muda.

Mbah Coco Dorong Kebudayaan Menjadi Gerakan Nasional

Sementara itu, Mbah Coco menilai kekayaan budaya Indonesia membutuhkan wadah yang mampu menghubungkan berbagai potensi daerah.

Menurutnya, setiap daerah memiliki kekuatan budaya masing-masing yang dapat menjadi bagian dari identitas Indonesia di mata dunia.

Ia mendorong agar para pelaku budaya dari berbagai wilayah diberi ruang untuk bertemu, berdiskusi dan membangun kolaborasi.

Gagasan festival kebudayaan Nusantara pun menjadi salah satu kemungkinan yang dapat dikembangkan sebagai ruang pertemuan tersebut.

Bukan hanya menampilkan kesenian, tetapi juga mempertemukan pemikir, seniman, komunitas, generasi muda dan berbagai elemen masyarakat untuk membicarakan arah kebudayaan Indonesia.

"Kita harus berani membawa kebudayaan Indonesia berbicara kepada dunia," menjadi semangat yang mengemuka dalam diskusi tersebut.

Dari Kebinekaan Menuju Indonesia Masa Depan

Pertemuan M.Shofan dan Mbah Coco memperlihatkan satu hal penting: kebudayaan dapat menjadi titik temu di tengah perbedaan.

Ketika ruang publik semakin dipenuhi perdebatan identitas, kebudayaan menawarkan jalan yang lebih cair. Musik dapat mempertemukan orang yang berbeda keyakinan. Seni dapat melampaui batas daerah. Sastra dapat membuka percakapan tentang kemanusiaan.

Di titik inilah kebudayaan tidak lagi sekadar berbicara tentang masa lalu.

Kebudayaan menjadi investasi sosial untuk masa depan

Teras Kebinekaan pun diarahkan menjadi ruang yang mempertemukan gagasan-gagasan tersebut.

Dari sebuah teras, percakapan tentang Indonesia diharapkan bergerak semakin jauh menjangkau komunitas, daerah, generasi muda hingga panggung dunia.

Sebab Indonesia masa depan bukan hanya tentang seberapa maju teknologi yang dimiliki, tetapi juga tentang seberapa kuat bangsa ini mampu tetap terhubung sebagai satu keluarga besar.

Berbeda bukan alasan untuk berjarak. Kebudayaan bisa menjadi jalan untuk kembali bertemu.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas