indonews

indonews.id

Bina Mutiara Rasakan Kekalahan Pertama, Ditekuk Farama FC 3-2

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Tak ada gading yang tak retak, begitu pepatah mengatakan, seperti halnya Bina Mutiara yang belum merasakan kalah di Liga Jakarta U-17. Bina Mutiara dipaksa mengakui keunggulan Farama FC di pekan pertama (8) putaran kedua, kompetisi pembinaan talenta muda masa depan sepakbola nasional, skor 2-1, Minggu (27/09).

Berlaga di lapangan sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Bina Mutiara pemuncak klasmen grub merah kali ini harus tunduk melawan Farama FC. Laga tersebut merupakan upaya Farama membalas kekalahan di putaran pertama, kalah 0-1 di laga sebelumnya.

Laga balas dendam itu menyajikan pertandingan yang menarik, Bina Mutiara sebagai pemuncak klasmen bermain hati-hati sementara Farama memainkan kerja sama tim nan rapih membongkar pertahanan lawan.

Kerja tim yang baik menghasilkan gol pertama Farama di menit 16, diawali dari tengah lalu ke sayap kiri Farama, saat kiper mencoba memperkecil ruang tembak sayap Farama bola diumpan ke pemain depan yang bebas tanpa pengawalan, bola langsung disepak ke kanan gawang yang kosong ditinggal kiper.

Bukan Bina Mutiara bila menyerah begitu saja, hanya berselang 6 menit gol balasan tercipta lewat sontekan kapten tim Arfrel Rezky Saputra yang bakal mencoba peruntungannya di EPA U-18 Persita Tangerang, Senin (28/09). Babak pertama berakhir dengan skor 1-1.

Babak kedua Farama kian displin membangun serangan, dan gol kedua mereka hasilkan di menit 37 dari tendangan penjuru yang diumpan pendek terus digiring mendekati kotak putih, saat melihat peluang, Revan M. Dalenoh mencocor bola ke sudut atas gawang.

Bina Mutiara berusaha menyamakan kedudukan malah kecolongan lagi, serangan balik Farama memaksa kiper Bina Mutiara kembali harus memungut bola dari gawangnya skor pun 3-1 untuk Farama.

Bina Mutiara hanya bisa memperkecil ketinggalan gol, di menit-menit akhir babak kedua, saat pemain depannya dijatuhkan dekat kotak putih. wasit menunjuk jarak ideal menciptakan gol dari bola mati, tendangan melengkung Junior Ale tak mampu dihadang kiper Farama, bersarang di sudut kanan atas.

Pelatih Bina Mutiara Rizki mengatakan, dirinya.menerima kekalahan tersebut dan ini menjadi motivasi bagi timnya baik hasil terbaik harus diperjuangkan. "Tak ada tim yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah", tambahnya.

Ia juga mengingatkan anak asuhnya untuk tidak kecewa atas kekalahan itu, dan harus tetap berlatih dan berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik. Menurutnya, kekalahan ini bukan karena 3 pemain intinya tak main, tapi memang lawan lebih baik dalam kerja sama dan sudah mengenal permainan timnya.

Ia katakan, untuk menghadapi pertandingan berikutnya ia tetap mempertahankan pola permainan Bina Taruna dan terus memberi motivasi timnya bermain baik dan disiplin dalam kerja sama.

Sedangkan pelatih Farama Hilman Akbar menjelaskan, kemenangan ini hasil kerja keras timnya menghadapi Bina Taruna dan melawan udara panas Pancoran. Dan anak asuh mampu bangkit dari kekalahan sebelumnya melawan tim yang sama, sehingga mampu membalas kekalahan lalu.

Baginya, selain latihan fisik, timnya juga terus digenjot dengan motivasi bermain apik di setiap laga. menurutnya, motivasi itu yang membuat timnya main rapih dan disiplin dengan peran masing-masing di lapangan.

Menutup pembicaraannya, ia mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi di setiap laga untuk terus memperbaiki timnya terutama saat transisi baik kala menyerang maupun bertahan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas