indonews

indonews.id

Terungkap! Inilah Detik-detik Mojtaba Khamenei Diselamatkan dari Reruntuhan Rumah Sakit Usai Serangan AS-Israel

Detik-detik penyelamatan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dari reruntuhan sebuah rumah sakit di Teheran terungkap. Mojtaba disebut sempat terluka dan berada di rumah sakit ketika fasilitas medis tersebut terkena serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari 2026.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Detik-detik penyelamatan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dari reruntuhan sebuah rumah sakit di Teheran terungkap. Mojtaba disebut sempat terluka dan berada di rumah sakit ketika fasilitas medis tersebut terkena serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari 2026.

Informasi tersebut disampaikan anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Heydari, dalam wawancara dengan jaringan televisi Qatar, Al Araby, Kamis (24/9/2026). Kesaksiannya kemudian diberitakan sejumlah media internasional, termasuk New York Post dan Gulf News.

Menurut Heydari, Mojtaba sebelumnya terluka dalam serangan yang terjadi pada awal konflik Iran-AS-Israel. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, tempat Mojtaba menjalani perawatan kembali terkena serangan.

“Bahkan setelah dia terluka dan dibawa ke rumah sakit, tiga rumah sakit di Teheran dibom,” kata Heydari, seperti dikutip sejumlah media.

Heydari mengatakan Mojtaba berada di rumah sakit ketiga ketika fasilitas tersebut terkena serangan. Ia kemudian berhasil dievakuasi dari reruntuhan dalam keadaan hidup. Peristiwa tersebut menjadi salah satu informasi terbaru mengenai kondisi Mojtaba yang sejak Februari nyaris tidak pernah tampil di hadapan publik.

Setelah diselamatkan dari reruntuhan, Mojtaba disebut dipindahkan ke lokasi yang dirahasiakan untuk menjalani perawatan. Hingga kini, keberadaan dan kondisi kesehatannya menjadi perhatian internasional. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut Mojtaba mengalami luka serius dalam serangan tersebut, tetapi tingkat keparahan cederanya belum dapat diverifikasi secara independen.

Keterangan mengenai luka Mojtaba juga berbeda-beda. Laporan yang dikutip media internasional menyebut adanya penilaian intelijen Amerika Serikat mengenai cedera serius pada bagian wajahnya. Sementara pejabat Iran memberikan keterangan berbeda mengenai kondisi kesehatan pemimpin tertinggi tersebut.

Tiga Rumah Sakit Jadi Sasaran

Kesaksian Heydari menyebut serangan terhadap fasilitas kesehatan terjadi setelah Mojtaba mengalami luka dan dibawa untuk mendapatkan perawatan. Ia mengatakan sedikitnya tiga rumah sakit di Teheran terkena serangan. Mojtaba disebut berada di fasilitas kesehatan ketiga ketika bangunan tersebut dihantam dan sebagian bangunannya runtuh.

Belum ada verifikasi independen mengenai rincian lokasi rumah sakit, waktu serangan, maupun kondisi bangunan saat Mojtaba berhasil dievakuasi. Keterangan Heydari menjadi penting karena ia merupakan anggota Majelis Pakar Iran, lembaga yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih Pemimpin Tertinggi Iran.

Ironisnya, beberapa hari setelah rangkaian serangan tersebut, nama Mojtaba muncul sebagai kandidat penerus ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Sekitar sepekan kemudian, pada 8 Maret, Majelis Pakar memilih Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran.

Heydari mengungkap bahwa dirinya menjadi anggota pertama yang mengusulkan nama Mojtaba dalam proses pemilihan tersebut. Menurut keterangannya, para anggota Majelis Pakar memperoleh informasi bahwa Mojtaba berada dalam kondisi yang dinilai cukup sehat untuk menjalankan tugas sebagai Pemimpin Tertinggi dan memenuhi persyaratan keagamaan serta kepemimpinan.

Mojtaba kemudian terpilih setelah memperoleh mayoritas suara anggota yang hadir. Laporan mengenai jumlah suara berbeda menurut sumber. Heydari menyebut Mojtaba memperoleh 50 dari 59 suara, sementara laporan lain menyebut jumlah suara yang diberikan dalam proses tersebut berbeda. Karena itu, angka tersebut perlu ditempatkan sebagai keterangan Heydari, bukan angka yang telah diverifikasi secara independen.

Proses pemilihan pemimpin Iran tersebut berlangsung dalam situasi keamanan yang sangat tidak biasa. Menurut keterangan Heydari, sekretariat Majelis Pakar di Qom juga terkena serangan. Serangan tersebut disebut menewaskan sejumlah orang dan menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan proses pemilihan kepemimpinan.

Ketika situasi keamanan memburuk, para anggota disebut mencatat suara mereka di atas kertas sebelum kemudian dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk melanjutkan proses pemilihan. Dalam situasi tersebut, nama Mojtaba akhirnya dipilih sebagai penerus ayahnya.

Mojtaba Disebut Tak Tahu Dirinya Terpilih

Salah satu detail paling menarik dari kesaksian Heydari adalah pengakuan bahwa Mojtaba disebut tidak mengetahui dirinya telah dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Heydari mengatakan Mojtaba baru mengetahui keputusan tersebut setelah pengumuman disampaikan melalui televisi pemerintah Iran.

Mojtaba sendiri sebelumnya dikenal sebagai figur yang bekerja di balik layar. Ia tidak pernah menduduki jabatan politik formal di pemerintahan Iran, meski dikenal memiliki hubungan dekat dengan ayahnya dan disebut pernah menjadi penasihat Ali Khamenei.

Heydari menggambarkan Mojtaba sebagai figur “di balik bayangan” dalam politik Iran. Kini, setelah terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi, keberadaan Mojtaba justru tetap relatif tertutup. Keterangan mengenai penyelamatan dari reruntuhan rumah sakit kembali membuka pertanyaan mengenai kondisi sebenarnya Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Sejumlah laporan menyebut Mojtaba mengalami luka serius dalam serangan Februari. Namun, pemerintah Iran memberikan pernyataan berbeda mengenai kondisi kesehatannya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan Mojtaba dalam kondisi sehat dan bahkan menyebut telah melakukan pertemuan dengannya. Di sisi lain, laporan yang mengutip sumber intelijen Amerika Serikat menyebut Mojtaba mengalami cedera serius.

Dengan belum adanya kemunculan publik yang konsisten sejak serangan Februari, kondisi Mojtaba tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam kepemimpinan Iran saat ini.

Keterangan Mohsen Heydari memberikan potongan baru dari peristiwa tersebut: Mojtaba terluka, dibawa ke rumah sakit, rumah sakit itu kemudian terkena serangan, dan ia disebut harus ditarik keluar dari reruntuhan sebelum akhirnya dipindahkan ke lokasi rahasia.

Namun, hingga kini, rincian tersebut masih bersumber terutama dari keterangan Heydari dan laporan media yang mengutipnya. Belum seluruh detailnya memperoleh konfirmasi independen.


© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas