Ajak Kenali Ritual Gaya Hidup! Ketika Kulit Ikut Menjalani Rutinitas Kita, Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic
Ajak Kenali Ritual Gaya Hidup! Ketika Kulit Ikut Menjalani Rutinitas Kita, Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Pagi berjalan seperti biasa. Tubuh bergerak, pekerjaan menunggu, makanan tersaji, dan waktu istirahat datang silih berganti. Tanpa disadari, kulit ikut menjalani seluruh rutinitas itu.
Selama ini, perawatan kulit kerap dimulai ketika masalah sudah terlihat. Jerawat muncul. Kulit kusam. Tanda penuaan mulai tampak. Kini, perhatian mulai bergeser. Bukan hanya bagaimana mengatasi masalah kulit, tetapi bagaimana menjaganya tetap sehat dalam jangka panjang.
Gagasan itu dibawa Wardah melalui Wardah Skin Longevity Clinic. Wardah memperkenalkannya sebagai The First Wardah Skin Longevity Clinic by ParagonCorp in Southeast Asia. Klinik ini hadir di Spac8 Ashta, Jakarta, pada 29 September hingga 6 Oktober 2026.
Melalui Wardah Skin Longevity Protocol, Wardah menghubungkan hasil Advanced Skin ID Blueprint dengan panduan yang lebih personal. Pendekatannya tidak berhenti pada skincare. Ada tiga pilar gaya hidup yang menjadi perhatian, yakni move, eat dan rest.
“Setiap hari, kita menjalani banyak hal. Kita bergerak, bekerja, bertemu banyak orang dan makan di tengah kesibukan. Tanpa banyak kita sadari, kulit ikut menjalani semuanya bersama kita,” ujar Dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., Deputy CEO ParagonCorp, dalam sambutannya.
Menurutnya, perawatan kulit perlu dilihat sebagai bagian dari merawat diri dalam jangka panjang. Pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan ketika kulit bermasalah tetap penting. Namun, menjaga kulit yang masih sehat juga perlu diperhatikan.
Termasuk melindungi fungsi kulit yang masih baik. Serta mempertahankannya lebih lama. Pendekatan Wardah menggunakan perspektif skin exposome science. Hubungan antara gaya hidup dan kondisi kulit diterjemahkan melalui tiga pilar.
MOVE, EAT, REST
MOVE berkaitan dengan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang teratur merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Termasuk sirkulasi dan kesehatan metabolik. Melalui pilar ini, olahraga ditempatkan sebagai ritual jangka panjang. Bukan sekadar target kebugaran.
EAT berbicara tentang nutrisi. Pilar ini memperkenalkan hubungan antara pola makan, kesehatan pencernaan, dan kondisi kulit. Pendekatan yang digunakan mengacu pada konsep gut-skin axis.
Sementara REST berbicara tentang tidur, recovery, dan pengelolaan stres. Kurang tidur dan stres kronis disebut berkaitan dengan kulit yang tampak kusam dan lebih reaktif. Konsep yang digunakan mencakup circadian rhythm dan brain-skin axis.
“Lifespan adalah umur yang panjang. Sementara healthspan, yang menjadi bagian dari konsep longevity, adalah hidup panjang yang tetap berkualitas: tetap fit, aktif, dan berdaya tanpa harus bolak-balik berobat,” jelas dr. Yusri Dinuth, MM, ABAARM, Skin Longevity Expert, Founder Dryd Clinic & Medical Lead Soulbox Recharge.
Menurut Yusri, skincare dan gaya hidup bukan dua hal yang terpisah. Keduanya saling melengkapi.
Dari Kulit ke Gaya Hidup
Di tengah derasnya informasi tentang skincare dan gaya hidup di media sosial, konsumen menerima banyak rekomendasi. Nutrisi dibahas sendiri. Olahraga dibahas sendiri. Kualitas tidur juga dibahas sendiri. Wardah mencoba mempertemukan berbagai aspek itu dalam satu pengalaman.
Pengunjung diajak memahami kondisi kulit. Setelah itu, mereka diarahkan untuk melihat kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan kulit. Perjalanan dimulai melalui Wardah Personalized AI Skin Longevity Analyzer. Informasi kondisi kulit dan jawaban pengunjung mengenai enam domain gaya hidup dirangkum menjadi Skin Longevity Score. Hasilnya masuk ke dalam Advanced Skin ID Blueprint.
Blueprint tersebut menghubungkan kondisi kulit dengan enam lifestyle inputs. Yakni sleep & recovery, nutrition, stress & nervous system, physical activity, gut health, serta environment yang mencakup UV, panas, dan polusi. Skor tersebut kemudian dibantu diterjemahkan bersama expert. Tujuannya untuk melihat aspek gaya hidup mana yang perlu mendapat perhatian.
Novia Sukmawaty, Group Head Marketing Professional & Consumer Experience ParagonCorp, mengatakan masyarakat kini semakin melihat kesehatan sebagai investasi jangka panjang. Cara pandang itu, menurutnya, mulai terlihat dalam cara masyarakat merawat kulit.
“Tahun ini menjadi tahun ketiga kami menghadirkan pengalaman ini, setelah sebelumnya hadir di Senayan dan Kota Kasablanka. Melalui Wardah Skin Longevity Clinic, kami ingin menghadirkan ruang yang aman bagi konsumen untuk mendapatkan pengetahuan baru, berdiskusi, dan berkonsultasi langsung dengan para pakar dari berbagai bidang,” ujar Novia.
Wardah Skin Longevity Clinic dirancang sebagai clinic journey. Bukan sekadar pameran. Bukan pula hanya tempat mencoba produk.
“Personalisasi bukan soal memberi lebih banyak data, tetapi membantu konsumen bergerak dari sekadar informasi menuju langkah berikutnya yang lebih jelas untuk dirinya,” jelas Novia.
Pengalaman itu kemudian dilengkapi dengan konsultasi dan berbagai aktivitas. Ada Complete Skin Longevity Protocol. Ada Skin Longevity Check. Ada pula Lifestyle Protocol untuk melihat pola gerak, makan, dan istirahat.
Pengunjung juga dapat mengikuti Skin Longevity Class. Ada pula sesi Longevity Pilates with a View di rooftop ASHTA bersama Alder/Anytime Fitness. Selain itu, tersedia sesi bersama dokter dan praktisi dari berbagai bidang.
Ketika Perawatan Menjadi Kebiasaan
Bagi Tasya Farasya, perubahan cara merawat kulit juga terasa dalam perjalanan kariernya sebagai beauty content creator. Ia mengaku kini tidak lagi menunggu masalah kulit muncul. Perawatan lebih diarahkan pada kebutuhan kulit dan pencegahan.
“Aku nggak mau ikut-ikutan tren atau FOMO. Aku pilih skincare yang memang kulitku butuhkan, salah satunya dari Wardah, karena ingredients-nya jelas dan bisa dipakai rutin setiap hari. Tapi skincare saja nggak cukup. Pola tidur dan olahraga juga ikut menentukan kesehatan kulitku dalam jangka panjang,” ungkap Tasya.
Dari sisi dermatologi, dr. Conny Melly Rosdiana, Sp.D.V.E., FINSDV, Ketua Bidang 3 PERDOSKI Cabang Jakarta, menempatkan kulit sebagai organ dengan banyak fungsi.
“Kulit merupakan organ terluas di tubuh kita dan memiliki banyak fungsi vital, mulai dari proteksi, pengaturan suhu tubuh, pertahanan sistem imun, regenerasi, hingga merespons lingkungan di sekitarnya,” jelasnya.
Karena itu, menurut Conny, kesehatan kulit tidak cukup dijaga ketika masalah sudah muncul.
“Untuk kesehatan kulit jangka panjang, kita perlu melakukan pencegahan, perlindungan, dan perawatan rutin sejak dini. Prevention, protection, dan maintenance inilah fondasi dari skin longevity,” ujarnya.
Skin Longevity dan Perjalanan Jangka Panjang
Wardah mendefinisikan Skin Longevity sebagai pendekatan jangka panjang untuk menjaga kesehatan, fungsi, kualitas, dan resiliensi kulit agar tetap optimal seiring waktu. Konsep ini berbeda dari pembicaraan anti-aging yang lebih banyak berfokus pada tampilan.
Skin longevity melihat bagaimana kulit tetap menjalankan fungsinya. Mulai dari menjaga skin barrier. Melindungi diri dari paparan lingkungan. Hingga beregenerasi secara optimal.
Wardah mengibaratkannya seperti battery health pada ponsel. Yang dijaga bukan hanya tampilannya. Tetapi juga performanya dalam jangka panjang. Konsep itu kemudian menjadi bagian dari komitmen Wardah melalui Wardah Precision Longevity Research™. Platform ini dikembangkan untuk memahami skin longevity dari tingkat genetik, seluler, hingga gaya hidup.
Riset tersebut mencakup AI Personalized Longevity Protocols. Ada pula Skin Genomic Research untuk memahami perbedaan respons kulit setiap orang. Serta Exposome & Epigenetic Research untuk menelusuri bagaimana paparan sehari-hari membentuk kesehatan kulit sepanjang waktu. Ke depan, Wardah menyatakan akan terus mengembangkan pendekatan tersebut bersama sains. Namun tetap dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari perempuan.
“Karena tujuan akhirnya bukan sekadar hidup lebih lama, tetapi memiliki kapasitas untuk terus bertumbuh, berkarya, dan memberi dampak bagi sekitar,” tutup Novia.
Wardah Skin Longevity Clinic masih terbuka untuk umum hingga 6 Oktober 2026 di Spac8 Ashta, Jakarta. Pengunjung dapat mengikuti rangkaian analisis kulit, asesmen MOVE, EAT, REST, Face Gym Treatment, kelas edukasi, konsultasi, hingga pengalaman skincare yang disesuaikan dengan hasil asesmen.