United Airlines Kembali Copot Pilot yang Pernah Puji Serangan Hamas 7 Oktober
Maskapai Amerika Serikat, United Airlines, kembali menonaktifkan Kapten Ibrahim R. Mossallam dari tugas penerbangan menyusul kontroversi unggahan media sosialnya pada 2023 yang mendukung serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Maskapai Amerika Serikat, United Airlines, kembali menonaktifkan Kapten Ibrahim R. Mossallam dari tugas penerbangan menyusul kontroversi unggahan media sosialnya pada 2023 yang mendukung serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.
Laporan The Daily Wire pada Rabu menyebutkan, juru bicara United Airlines mengonfirmasi sehari sebelumnya bahwa Mossallam untuk sementara tidak bertugas selama proses peninjauan internal masih berlangsung.
“Pilot tersebut telah dinonaktifkan dari tugas penerbangan sambil menunggu peninjauan yang sedang berlangsung,” demikian keterangan juru bicara maskapai tersebut kepada The Daily Wire.
Mossallam sebelumnya pernah diskors dengan tetap menerima gaji pada November 2023, setelah unggahannya di media sosial menuai kontroversi. Namun, laporan media Israel yang terbit pada Senin mengungkapkan bahwa ia diam-diam diizinkan kembali bertugas sekitar enam bulan kemudian.
Menurut The Daily Wire, United Airlines tidak mengonfirmasi apakah Mossallam kembali menerbangkan pesawat setelah penyelidikan awal diluncurkan pada akhir 2023.
Sejumlah laporan media Israel juga menyebutkan bahwa petinggi United Airlines saat itu ingin memecat Mossallam. Namun, serikat pilot dilaporkan turun tangan untuk mencegah pemecatannya sehingga ia akhirnya kembali bertugas.
Dalam unggahan media sosialnya pada 2023, Mossallam menyebut tindakan Hamas dalam serangan 7 Oktober sebagai tindakan yang “berani” dan “tidak terjadi tanpa pemicu”. Ia juga menuding media arus utama dimanipulasi oleh kepentingan politik dan bias dalam memberitakan Palestina.
Saat itu, United Airlines menyatakan Mossallam telah dikeluarkan dari tugas penerbangan dengan gaji tetap dibayarkan. Maskapai tersebut juga menyatakan sedang menyelidiki persoalan itu dan status pekerjaannya.
Kekhawatiran Rekan Pilot Kembali Mencuat
Kontroversi Mossallam kembali menjadi sorotan setelah insiden pembajakan pesawat flydubai pada 30 September. Laporan Simple Flying pada Rabu menyebutkan bahwa sebagian rekan pilot Mossallam dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan terhadapnya.
Menurut laporan tersebut, dua pilot United Airlines yang sedang bepergian sebagai penumpang dalam penerbangan yang dioperasikan Mossallam memilih meninggalkan kursi kelas satu dan duduk di kursi tambahan di kokpit. Keduanya dilaporkan sedang melakukan perjalanan dinas tanpa bertugas menerbangkan pesawat, atau dikenal sebagai deadheading.
Laporan media Israel pada Rabu juga menyebutkan sejumlah karyawan United Airlines kembali menyampaikan keberatan terhadap Mossallam dan meminta perusahaan memecatnya.
Seorang pramugari United Airlines yang dikutip media Israel mengatakan, sejumlah karyawan telah melaporkan Mossallam pada 2023 hingga berujung pada penangguhan tugasnya. Namun, pilot tersebut kemudian diizinkan kembali bekerja.
“Sekarang, karena insiden flydubai, kami melaporkannya lagi. Kami ingin dia dipecat,” ujar pramugari tersebut.
Ia menambahkan bahwa para karyawan tidak ingin Mossallam kembali bekerja di maskapai itu. Laporan media lainnya juga menyebutkan sejumlah pilot United Airlines baru-baru ini mengajukan pengaduan tambahan. Mereka dikabarkan mempertanyakan keandalan Mossallam berdasarkan pandangan yang masih disampaikannya secara terbuka melalui media sosial.
Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil peninjauan terbaru United Airlines maupun keputusan akhir terkait status pekerjaan Mossallam.
Di tengah kontroversi tersebut, United Airlines telah kembali melayani penerbangan ke Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, sejak 9 September, setelah menghentikan layanan pada Februari menjelang operasi militer yang disebut Operation Roaring Lion.
Maskapai itu juga mengumumkan rencana untuk memulihkan penerbangan langsung dari Bandara Internasional O`Hare Chicago dan Bandara Internasional Washington Dulles pada Oktober.
Sementara itu, penerbangan dari Bandara Internasional San Francisco dijadwalkan kembali beroperasi pada Maret 2027, sebagaimana dilaporkan sebelumnya oleh The Jerusalem Post.