Sambut HLN ke-81, PLN UIP2B Jamali Dorong Kemandirian Petani melalui Electrifying Agriculture
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Depok, INDONEWS.ID - Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) terus menunjukkan komitmennya menghadirkan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Mengusung semangat “Energi untuk Semua,
Kemandirian bagi Indonesia”, PLN UIP2B Jamali turut mendukung modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan energi listrik dalam program Electrifying Agriculture di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIP2B Jamali bersama unit pelaksananya mendorong penggunaan teknologi pertanian berbasis listrik untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi, produktivitas lahan, serta kemandirian petani.
Di Jawa Barat, melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Barat menghadirkan program POMPA SARI bagi Kelompok Tani Harapan III di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Pemanfaatan pompa listrik dalam program ini mendukung pengairan sekitar 25 hektare sawah, terutama ketika pasokan air terbatas.
Efisiensi tersebut terlihat pada waktu pengairan. Menurut laporan petani, pengairan tiga blok sawah yang sebelumnya membutuhkan sekitar tiga minggu menggunakan pompa berbahan bakar solar kini dapat diselesaikan sekitar dua hari dua malam menggunakan pompa listrik.
Hasil panen yang dilaporkan petani juga meningkat dari sekitar 6 ton menjadi 7–7,5 ton per hektare, atau naik sekitar 17–25 persen. Ketersediaan air yang lebih baik turut mendorong petani mencoba tiga kali tanam dalam setahun, dibandingkan dua kali sebelumnya, sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan.
Tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak serta kebutuhan perawatan mesin diesel, POMPA SARI juga membekali petani dengan pelatihan produksi padi dan pengendalian hama serta penyakit tanaman. Dengan begitu, pengembangan sarana irigasi berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan kelompok tani.
Semangat yang sama diwujudkan di Jawa Timur melalui program SINAR (Sistem Irigasi dengan Energi Listrik Andal dan Ramah Lingkungan) yang dilaksanakan UP2B Jawa Timur di Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.
Melalui dukungan rumah pompa, pompa air berbasis listrik, dan sarana pertanian, SINAR membantu memperkuat akses air untuk irigasi, terutama pada musim kemarau. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mendukung kelangsungan proses produksi dan peningkatan produktivitas pertanian.
Program SINAR juga disertai pelatihan teknologi pertanian dan pendampingan kelompok tani. Dukungan tersebut diarahkan agar masyarakat mampu mengoperasikan serta memelihara fasilitas secara mandiri, sekaligus memperluas penggunaan listrik untuk kegiatan ekonomi produktif dan mendukung ketahanan pangan.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa pemanfaatan listrik di sektor pertanian merupakan salah satu wujud kontribusi PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional.
“Melalui Program Electrifying Agriculture, PLN berupaya mengoptimalkan pemanfaatan listrik untuk meningkatkan produktivitas usaha tani sekaligus mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan,” ujar Munawwar.
Kedua program tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi pertanian tidak berhenti pada penyediaan sarana dan prasarana. Pemberdayaan dan peningkatan keterampilan petani menjadi bagian penting agar manfaat program dapat terus berkembang dan dikelola secara berkelanjutan.
Di sisi lain, sebagai unit yang bertanggung jawab dalam pengaturan sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali, PLN UIP2B Jamali terus memperkuat keandalan operasi sistem melalui pemanfaatan teknologi dan modernisasi pusat pengendalian kelistrikan. Keandalan energi menjadi fondasi penting bagi berkembangnya berbagai sektor produktif, termasuk pertanian.
Perpaduan antara pengelolaan sistem kelistrikan yang andal dan pemberdayaan masyarakat melalui TJSL menjadi bagian dari upaya PLN UIP2B Jamali menciptakan nilai bersama, sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Memasuki 81 tahun perjalanan kelistrikan nasional, PLN terus bertransformasi untuk menjawab kebutuhan energi yang semakin berkembang. Listrik kini bukan sekadar penerangan, melainkan penggerak aktivitas ekonomi, pendorong produktivitas, dan pembuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh lebih mandiri.
Dari ruang kendali kelistrikan hingga hamparan sawah, PLN UIP2B Jamali hadir membawa semangat yang sama: memastikan energi memberikan manfaat bagi semua.
Karena perjalanan PLN bukan sekadar menghadirkan listrik, tetapi juga memberikan daya untuk kehidupan, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kemandirian Indonesia.