indonews

indonews.id

Bukan Sekadar Artefak Sejarah, Jalur Anyer-Panarukan Disiapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong Festival Anyer-Panarukan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mengangkat sejarah, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa, mengembangkan wisata, dan melestarikan budaya masyarakat di sepanjang jalur bersejarah tersebut.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Bukan Sekadar Artefak Sejarah, Jalur Anyer-Panarukan Disiapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Kick-off Festival Anyer-Panarukan 3R di Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026 (Foto: Indonews.id/Rikard Djegadut)

Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong Festival Anyer-Panarukan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mengangkat sejarah, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa, mengembangkan wisata, dan melestarikan budaya masyarakat di sepanjang jalur bersejarah tersebut.

Hal itu disampaikan Yandri saat Kick-off Festival Anyer-Panarukan 3R di Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026. Menurutnya, festival ini menjadi momentum strategis menggali potensi ribuan desa di sepanjang jalur dari Anyer, Banten, hingga Panarukan, Jawa Timur, mulai dari pertanian, desa pesisir, perikanan, pariwisata, hingga produk unggulan desa yang berpeluang menembus pasar internasional.

"Festival Anyer-Panarukan ini kami berharap menjadi kalender tahunan. Mari kita terus tingkatkan bagaimana Anyer-Panarukan ini menjadi sesuatu yang menggelinding, yang betul-betul menjadi catatan sejarah yang tidak kalah dengan sejarah-sejarah masa lalu," kata Yandri.

Yandri menegaskan pembangunan berbasis potensi lokal membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, dan desa, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas. Mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto, ia mengatakan, "Kita ini bukan superman, tapi adalah super team."

Kementerian Desa PDT, lanjut Yandri, memiliki sejumlah program yang dapat disinergikan dengan festival ini, antara lain desa tematik, desa nelayan, desa wisata, dan desa ekspor. Ia juga menyatakan kesiapan kementerian mendukung festival melalui jejaring dengan sektor swasta, BUMN, dan mitra luar negeri, serta mengusulkan penyelarasannya dengan Festival Bangun Desa Bangun Indonesia.

Yandri meminta pelibatan lebih banyak daerah, tidak terbatas pada Kabupaten Serang dan Situbondo. "Di Anyer-Panarukan itu sekali lagi kami sampaikan ribuan desa dilewati, banyak kota bersejarah dilewati. Maka jangan sampai kehebatan-kehebatan ini terlewatkan karena hanya dua kabupaten saja yang menggaungkan," katanya.

Menurutnya, pelestarian sejarah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejarah pembangunan jalan Anyer-Panarukan yang berkaitan dengan kerja paksa pada masa kolonial, kata dia, perlu dikenang sebagai pijakan membangun masa depan yang lebih baik.

Bupati Serang: Ingin Destinasi Terintegrasi

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah berharap Anyer-Panarukan menjadi destinasi terintegrasi. Hal itu ia sampaikan dalam Kick Off Anyer-Panarukan 3R: Road, Route, Roots di Jakarta Selatan, Minggu (11/10).

"Kami ingin ke depan Anyer-Panarukan ini menjadi satu kesatuan yang terintegrasi, baik itu dari destinasi wisata, kemudian destinasi sejarah, maupun destinasi alam," ujar Ratu.

Ia menyebut pemerintah akan melibatkan masyarakat setempat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung. Saat ini Anyer telah memiliki wisata sejarah, edukasi, dan alam, dan Pantai Anyer ditargetkan menjadi salah satu lokasi destinasi terintegrasi.

"Tentu ini perlu kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan Pemerintah Provinsi Banten dan juga nanti dengan Pemerintah [Kabupaten] Situbondo. Sehingga apa yang kita inginkan, destinasi wisata, religi, sejarah itu bisa terintegrasi," kata Ratu.

Pengembangan destinasi tersebut masuk dalam perspektif "Route", yakni pengembangan jalur Anyer-Panarukan sebagai koridor perjalanan, destinasi wisata, dan penggerak ekonomi lokal. Tujuan itu dinilai dapat dicapai melalui sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, perbankan, media, dan masyarakat.

Bupati Situbondo: Bukan Sekadar Artefak Sejarah

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo berharap program Anyer-Panarukan 3R: Road, Route, Root menjadi katalisator pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya dalam talkshow usai peluncuran program, Minggu (11/10).

Rio menjelaskan, inisiatif ini bermula dari sejarah Jalur Anyer-Panarukan yang menghubungkan pesisir barat hingga ujung timur Pulau Jawa. Selain bernilai historis, jalur ini menyimpan potensi pariwisata, pelestarian warisan budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Sejak awal kita berfikir bahwa Situbondo dan Serang ini punya aset sejarah yang itu bisa menjadi katalisator pembangunan daerah," ujarnya.

Ia menekankan, program ini bukan hanya kepentingan Pemkab Serang dan Situbondo, tetapi berdampak pada banyak wilayah di sepanjang jalur tersebut.

"Harapannya bahwa Anyer-Panarukan ini bukan hanya sekedar artefak sejarah, tapi bisa kita kapitalisasi menjadi, eh, semacam mesin pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

"Jadi ini bukan hanya kepentingan Kabupaten Serang dan Kabupaten Situbondo. Ini kepentingan Indonesia," imbuhnya.

Program 3R diharapkan menjadi momentum awal yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dan berkelanjutan, sehingga wilayah di sekitar jalur Anyer-Panarukan dapat mencapai potensi maksimalnya.

Tags:
Festival Anyer-Panarukan
Yandri Susanto
Bupati Serang
Bupati Situbondo
© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas