Tak Lekang oleh Waktu! Sambut Zuli Chudori dari Australia, Alumni SMA 3 Teladan Jakarta Bersiap Gelar Temu Akbar Angkatan 1976
Jarak ribuan kilometer dan waktu puluhan tahun ternyata tak mampu memutus persahabatan. Bagi para alumni SMA 3 Teladan Jakarta angkatan 1976, kenangan masa sekolah tetap hidup, bahkan setelah lima dekade berlalu sejak mereka duduk bersama di bangku kelas 1.2.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Jarak ribuan kilometer dan waktu puluhan tahun ternyata tak mampu memutus persahabatan. Bagi para alumni SMA 3 Teladan Jakarta angkatan 1976, kenangan masa sekolah tetap hidup, bahkan setelah lima dekade berlalu sejak mereka duduk bersama di bangku kelas 1.2.
Suasana hangat itu terasa dalam pertemuan makan siang sejumlah alumni kelas 1.2 SMA 3 Teladan Jakarta di sebuah kafe di kawasan Pejompongan, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi momen istimewa bagi Zuli Chudori, teman lama mereka yang telah puluhan tahun menetap di Australia dan kembali ke Indonesia untuk menemui sahabat-sahabat sekolahnya.
Meski telah lama tinggal di luar negeri, Zuli tidak melupakan teman-teman yang pernah berbagi cerita, tawa, dan pengalaman selama bersekolah di SMA 3 Teladan Jakarta, Setiabudi. Kepulangannya kali ini menjadi kesempatan untuk kembali merajut kedekatan yang telah terjalin sejak 1970-an.
"Kehadiran Zuli juga tidak lepas dari undangan adiknya, Leila Chudori, penulis novel Laut Bercerita yang telah dibaca lebih dari satu juta pembaca, sebagaimana disebutkan dalam informasi penyelenggara. Momen tersebut sekaligus mempertemukan kembali para sahabat yang selama bertahun-tahun menjalani kehidupan masing-masing di berbagai tempat," kata Asri Hadi Dewan Redaksi Indonews.id yang juga merupakan alumni SMA Teladan di Jakarta, Senin (12/10/26).
Obrolan di meja makan pun mengalir dari kabar keluarga, pekerjaan, hingga cerita-cerita masa sekolah. Kenangan yang semula tersimpan dalam ingatan kembali hadir melalui candaan dan kisah lama yang hanya dipahami oleh mereka yang pernah tumbuh bersama di kelas yang sama.
Di antara cerita yang mengundang senyum, terselip pula kisah cinta masa remaja. Beberapa alumni yang dahulu pernah menjalin hubungan asmara ketika masih menjadi teman sekelas kembali bertemu setelah puluhan tahun berpisah. Kehidupan membawa mereka melalui berbagai pengalaman, termasuk pernikahan dan kehilangan pasangan. Bahkan, ada di antara mereka yang akhirnya menikah setelah sama-sama berstatus duda dan janda.
Kisah-kisah tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang persahabatan mereka. Waktu telah mengubah banyak hal, tetapi pertemuan itu memperlihatkan bahwa kenangan masa muda tetap memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan setiap orang.
Pertemuan di Pejompongan ini juga terasa semakin akrab karena berlangsung di kafe milik Albert, yang ternyata merupakan alumni SMA 3 Teladan Jakarta dari kelas 1.2. Tempat itu menjadi ruang bagi para sahabat lama untuk bertukar kabar sekaligus menghidupkan kembali suasana kebersamaan yang pernah mereka rasakan setengah abad silam.
Menyiapkan Temu Akbar 50 Tahun Kelulusan
Di balik suasana nostalgia, pertemuan tersebut juga memiliki agenda penting, yakni mempersiapkan Temu Akbar Alumni SMA 3 Teladan Jakarta angkatan 1976.
"Acara yang direncanakan berlangsung pada 22 November 2026 itu akan menjadi momentum perayaan 50 tahun kelulusan mereka dari SMA 3 Teladan Jakarta. Temu akbar tersebut dijadwalkan digelar di Bumi KA El Andara/SAVVANA, Jalan Tol Depok," tambah Asri Hadi yang akrab disapa Buyung ini.
Bagi para alumni, pertemuan besar itu bukan sekadar ajang berkumpul. Acara tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan kembali lebih banyak teman seperjuangan, mengenang perjalanan hidup sejak masa sekolah, serta mempererat hubungan yang telah terbangun selama lima dekade.
Makan siang di Pejompongan menjadi salah satu langkah awal untuk menyambut momentum tersebut. Percakapan yang berlangsung tidak hanya menghidupkan kenangan masa lalu, tetapi juga membicarakan persiapan agar Temu Akbar November mendatang dapat menjadi perjumpaan yang berkesan.
Lima puluh tahun setelah meninggalkan bangku sekolah, para alumni kini datang dengan cerita kehidupan masing-masing. Ada yang menetap di luar negeri, membangun keluarga, meniti karier, dan melewati berbagai fase kehidupan. Namun, ketika kembali duduk bersama, jarak dan waktu seolah menyusut menjadi kenangan sederhana tentang ruang kelas 1.2.
Bagi Zuli Chudori dan teman-temannya, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa persahabatan tidak selalu membutuhkan perjumpaan yang rutin untuk tetap bertahan. Terkadang, satu kesempatan untuk kembali bertatap muka sudah cukup untuk membuka lembaran kenangan yang tak pernah benar-benar hilang.
"Pada 22 November 2026 mendatang, lembaran itu akan kembali dibuka dalam skala yang lebih besar. Temu Akbar angkatan 1976 diharapkan menjadi perayaan persahabatan, perjalanan hidup, dan ikatan yang telah bertahan selama 50 tahun sejak mereka pertama kali berbagi cerita di SMA 3 Teladan Jakarta," tutup Asri Hadi