BREAKING NEWS! Martha Tilaar, Pendiri Industri Kecantikan Martha Tilaar Group Berpulang
Kabar duka mengenai pengusaha kecantikan Martha Tilaar beredar melalui pesan berantai di sejumlah grup aplikasi WhatsApp pada Rabu (14/10/2026). Pendiri Martha Tilaar Group tersebut dikabarkan meninggal dunia.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Kabar duka! Pengusaha kecantikan Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, (14/10/2026). Kabar duka ini beredar luas melalui pesan berantai di sejumlah grup aplikasi perpesanan WhatsApp pada Rabu (14/10/2026).
“Izin memberitakan berita duka. Baru saja Ibu Martha Tilaar meninggal dunia. Adapun terkait persemayaman di rumah duka dan waktu pemakaman kami informasikan segera. Terima kasih,” demikian bunyi pesan berantai tersebut.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai rumah duka dan waktu pemakaman akan disampaikan kemudian. Konfirmasi resmi dari pihak keluarga juga masih diperlukan untuk memastikan kabar tersebut.
Martha Tilaar dikenal luas sebagai pengusaha yang mengembangkan industri kecantikan Indonesia dengan mengangkat kekayaan tradisi perawatan tubuh, penggunaan bahan alami, dan pengetahuan herbal Nusantara.
Martha Tilaar lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Perjalanan bisnisnya dimulai pada 1970 ketika ia membuka salon kecantikan sederhana di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Usaha yang awalnya berskala kecil itu kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group, salah satu kelompok usaha yang dikenal di industri kecantikan nasional.
Ketertarikannya pada kecantikan tradisional Indonesia semakin kuat setelah menempuh pendidikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk menggali kembali pengetahuan mengenai perawatan kecantikan tradisional Indonesia, termasuk pemanfaatan tanaman herbal dan jamu.
Sekembalinya ke Indonesia, Martha mendalami berbagai bahan alami dan tradisi perawatan kecantikan Nusantara. Pengetahuan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari pengembangan bisnisnya.
Pada 1977, ia bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Perusahaan ini kemudian mengembangkan produk kosmetik dan perawatan kecantikan dengan merek Sariayu-Martha Tilaar.
Melalui bisnis tersebut, Martha berupaya mempertemukan pengetahuan tradisional Indonesia dengan pengembangan produk kecantikan modern. Identitas budaya Nusantara menjadi salah satu ciri yang melekat pada produk dan strategi bisnisnya.
Penghargaan atas Pelestarian Budaya
Kontribusi Martha Tilaar tidak hanya dikenal dalam dunia usaha, tetapi juga dalam upaya memperkenalkan dan melestarikan tradisi kecantikan serta penggunaan jamu Indonesia.
Pada 2016, pemerintah menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepadanya. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam memajukan kebudayaan, termasuk mengangkat kembali tradisi hidup sehat melalui jamu.
Martha juga tercatat menerima sejumlah penghargaan lain, di antaranya Women Leading the Way Award dari Indiana University Women’s Philanthropy Council pada 2013.
Perjalanan Martha Tilaar menjadi salah satu contoh pengembangan usaha yang bertumpu pada kekayaan budaya lokal. Dari salon sederhana di Menteng, ia membangun bisnis kecantikan yang membawa unsur tradisi Indonesia ke pasar modern.
Kabar duka yang beredar pada Rabu ini menjadi perhatian publik mengingat kiprahnya yang panjang dalam industri kecantikan nasional. Informasi resmi dari keluarga mengenai kabar meninggal dunia, rumah duka, dan jadwal pemakaman masih dinantikan.