indonews

indonews.id

KontraS Hadir di Synchronize Fest 2026: Merawat Ingatan Pelanggaran HAM Lewat Musik, Visual, dan Zine

Ingatan bukan sekadar tentang apa yang pernah terjadi, melainkan tentang bagaimana kita memastikan bahwa ketidakadilan tidak dilupakan dan perjuangan untuk keadilan tidak berhenti.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in KontraS Hadir di Synchronize Fest 2026: Merawat Ingatan Pelanggaran HAM Lewat Musik, Visual, dan Zine
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) membuka booth di Synchronize Fest 2026 pada 16–18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) membuka booth di Synchronize Fest 2026 pada 16–18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.

”Kehadiran ini menjadi ruang bagi publik untuk mengenal lebih dekat kerja-kerja KontraS dalam memperjuangkan hak asasi manusia (HAM), sekaligus merawat ingatan kolektif tentang berbagai tragedi pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia,” ujar aktivis KontraS, Fatih Fawwaz Abiyyu melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Di booth KontraS, pengunjung dapat menemukan berbagai rilisan hasil kolaborasi bersama artis dan band, serta zine yang diterbitkan KontraS. Beragam karya ini menjadi medium untuk mempertemukan isu HAM dengan dunia musik, budaya populer, dan ekspresi visual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dia mengatakan, kolaborasi ini bukan sekadar upaya menghadirkan produk kreatif di tengah festival musik. ”Lebih dari itu, kolaborasi menjadi salah satu cara untuk menjaga agar ingatan tentang pelanggaran HAM masa lalu tidak berhenti sebagai catatan sejarah, apalagi tergerus oleh waktu dan dilupakan begitu saja. Melalui visual, musik, dan publikasi alternatif, pesan tentang perjuangan korban, tuntutan keadilan, serta tanggung jawab negara dapat terus menjangkau publik yang lebih luas, termasuk generasi muda,” katanya.

Kerja-kerja perawatan ingatan merupakan bagian penting dari perjuangan HAM. Ingatan perlu terus dihidupkan, dirawat, dan diwariskan agar tragedi yang pernah terjadi tidak kehilangan maknanya di tengah masyarakat. Sebab, melupakan bukanlah jalan menuju pemulihan, terlebih ketika keadilan bagi korban dan keluarganya belum sepenuhnya terpenuhi.

Di tengah festival yang mempertemukan musisi, komunitas, dan penikmat musik dari berbagai latar belakang, KontraS ingin membuka ruang perjumpaan antara ekspresi kreatif dan perjuangan HAM.

Karya visual dan rilisan kolaboratif yang dihadirkan bukan hanya menjadi bentuk ekspresi, tetapi juga pengingat bahwa musik dan seni dapat mengambil bagian dalam menjaga ingatan, menyuarakan keadilan, dan menolak normalisasi impunitas.

KontraS mengundang seluruh pengunjung Synchronize Fest 2026 untuk mampir ke booth KontraS pada 16–18 Oktober 2026. Temukan berbagai rilisan kolaboratif, zine, dan karya yang membawa pesan tentang HAM, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus merawat ingatan.

”Sebab, ingatan bukan sekadar tentang apa yang pernah terjadi, melainkan tentang bagaimana kita memastikan bahwa ketidakadilan tidak dilupakan dan perjuangan untuk keadilan tidak berhenti,” pungkasnya. *

Tags:
KontraS
Hadir di Synchronize Fest 2026: Merawat Ingatan
Pelanggaran HAM
Lewat Musik
Visual
Zine
© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas