indonews

indonews.id

Kronologi Jenazah Romo David Ditemukan Meninggal di Dasar Kolam Renang Kawasan Freeport, Begini Penjelasan Polisi!

Kabar duka kembali menyelimuti Gereja Katolik Indonesia. Seorang imam muda, RP Alexander David Buntoro, SCJ meninggal dunia pada Sabtu, 17 Oktober 2026 dalam usia 36 tahun.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Kabar duka kembali menyelimuti Gereja Katolik Indonesia. Seorang imam muda, RP Alexander David Buntoro, SCJ meninggal dunia pada Sabtu, 17 Oktober 2026 dalam usia 36 tahun.

Romo David ditemukan meninggal dunia di dasar kolam renang Kuala Kencana, kawasan PT Freeport Indonesia, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026).

Romo David diketahui telah menjalankan pelayanan umat di wilayah Kokonao, Mimika, selama kurang lebih satu tahun. Polisi masih mendalami penyebab pasti kematiannya.

Dikutip dari sejumlah media lokal, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WIT. Seorang anak yang berada di sekitar kolam melihat benda berwarna hitam di dasar kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter.

Setelah diperiksa lebih dekat, benda tersebut ternyata tubuh seorang pria dalam posisi tengkurap. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan, hingga seorang pengunjung lainnya turun ke kolam untuk mengevakuasi korban.

Petugas keamanan PT Freeport Indonesia melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian sekitar pukul 11.43 WIT. Personel Polsek Kuala Kencana kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Korban sempat mendapatkan pertolongan dari petugas Klinik Kuala Kencana bersama tim Emergency Response Group (ERG). Tim medis melakukan resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR), tetapi nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.41 WIT. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Ipda Willy B., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Polisi juga menelusuri data akses masuk dan mendapati korban memasuki area kolam renang sekitar pukul 08.55 WIT.

Berdasarkan keterangan seorang rekan korban, Romo David diketahui memiliki riwayat keluhan pada bagian pinggang atau saraf terjepit dan telah beberapa kali menjalani terapi. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematiannya.

Berada di Timika untuk Berpamitan

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Romo David diketahui berada di Timika untuk berpamitan sebelum melanjutkan tugas pelayanan di Palembang.

Vikaris Yudisial Dewan Pimpinan Keuskupan Timika, Rd. Amandus Rahadat, Pr., menyebutkan bahwa Romo David sebelumnya mengikuti Misa Krisma di Gereja SP 2 pada Jumat (16/10/2026) malam.

Pada Sabtu pagi, almarhum pergi berenang di kawasan Kuala Kencana. Menurut Amandus, Romo David memang terbiasa berenang.

Amandus juga menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat saraf terjepit. Meski demikian, penyebab pasti kematiannya belum diketahui.

Jenazah Romo David selanjutnya dipersiapkan untuk dipulangkan ke Palembang. Kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan informasi guna memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan pastor tersebut meninggal dunia. Hingga informasi terakhir yang diberitakan pada Sabtu (17/10/2026), penyebab pasti kematian Romo David belum dapat disimpulkan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas