indonews

indonews.id

Polisi Jerman Sita Robot Humanoid Usai Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Remaja

Kepolisian Jerman menyita sebuah robot humanoid setelah diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Kota Cologne. Polisi juga menyita telepon genggam milik dua pemuda yang diduga mengendalikan sekaligus merekam kejadian tersebut.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Kepolisian Jerman menyita sebuah robot humanoid setelah diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Kota Cologne. Polisi juga menyita telepon genggam milik dua pemuda yang diduga mengendalikan sekaligus merekam kejadian tersebut.

Peristiwa itu terjadi di dekat sebuah restoran cepat saji di kawasan Hohenzollernring, Cologne, pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 10–11 Oktober 2026. Kasus tersebut kini diselidiki untuk mengetahui apakah gerakan robot dilakukan melalui kendali jarak jauh atau telah diprogram sebelumnya.

Dikutip dari laporan Associated Press (AP), robot tersebut diduga menyentuh bagian bokong korban dan melakukan gerakan berulang yang mengarah pada tindakan seksual.

Polisi menyebut dua pemuda berusia 16 dan 19 tahun diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Keduanya dilaporkan merekam kejadian dan menyiarkannya secara langsung melalui media sosial, disertai komentar selama insiden berlangsung.

Juru bicara Kepolisian Cologne, Christoph Bermel, mengatakan kasus tersebut merupakan kejadian yang belum pernah mereka tangani sebelumnya.

“Kami belum pernah mengetahui fenomena seperti ini sebelumnya,” kata Bermel kepada AP. Ia menyebut kasus tersebut sebagai wilayah baru bagi kepolisian dalam penanganan perkara.

Petugas yang mendatangi lokasi menemukan robot itu di dalam bagasi sebuah mobil. Polisi kemudian menyita robot dan telepon genggam kedua pemuda tersebut untuk kepentingan penyelidikan. Kedua pemuda itu belum didakwa secara resmi pada saat laporan tersebut diterbitkan, tetapi berstatus sebagai orang yang dicurigai terlibat dalam kasus tersebut.

Robot Berpakaian Merah Emas

Robot yang disita memiliki tinggi sekitar 120 sentimeter. Dalam dokumentasi yang dirilis kepolisian, robot tersebut terlihat mengenakan pakaian berwarna merah dan emas, kaus tanpa lengan putih, celana hitam, kacamata hitam, serta kalung berwarna emas.

Video yang beredar di internet memperlihatkan robot tersebut berjalan bersama dua pemuda di kawasan yang ramai pada malam hari. Robot itu tampak berinteraksi dengan sejumlah perempuan, termasuk mendekati mereka dan melakukan gerakan yang dinilai tidak pantas.

Dalam salah satu rekaman, seorang pria terlihat menarik robot tersebut setelah melakukan gerakan bernuansa seksual. Sejumlah orang di sekitar lokasi terlihat tertawa.

Polisi juga mengingatkan bahwa komentar yang merendahkan korban serta penyebaran rekaman kejadian dapat memperburuk dampak yang dialami korban. Penyidik kini menelusuri rekaman video dan bukti digital untuk merekonstruksi kejadian serta menentukan bagaimana robot tersebut dioperasikan.

Kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab manusia ketika robot digunakan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Penyelidikan berfokus pada kemungkinan bahwa gerakan robot sengaja dikendalikan atau diprogram oleh pemilik maupun orang lain yang mengoperasikannya.

Polisi perlu memastikan apakah tindakan yang terekam merupakan gerakan yang disengaja, bagaimana kedua pemuda tersebut terlibat, serta ketentuan hukum yang dapat diterapkan terhadap dugaan perbuatan tersebut.

Identitas korban dan kedua pemuda yang dicurigai belum diumumkan secara terbuka dalam laporan yang tersedia. Hingga perkembangan perkara yang diberitakan pada pertengahan Oktober 2026, penyelidikan masih berlangsung. Belum ada putusan pengadilan yang menetapkan pertanggungjawaban pidana pihak-pihak yang terlibat.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas